Dear Bu Dewi Yang Mulia,

Bicara soal makanan, maka bagi JePe itu hanya ada dua terminologi, yaitu ENAK 
dan ENAK SEKALI. 

Hahaha....hahaha....

Salam,
r.a
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Dewi Mutiara <[email protected]>

Date: Mon, 13 Apr 2009 01:04:53 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: TERUNG UNGU LEMERSING ..,.By : Jepe


Ass.Wr.Wb .
Rupanya hampir semua orang minang suka sekali dengan terung ungu,  baik direbus 
dan dimakan dengan sambalado ,digulai dicampur ikan atau daging ,apalagi 
digoreng dibalado campur dengan ikan asin, kata suami saya yo sero makan siang 
bantuk iko adolo gulai basantan lauk <maaf ya bahasa minangnya kurang pas>  
HE...HE....HE, mintuo lalu ndak sadar.  
Pak Jepe anda penggemar semua jenis masakan ,tidak semua orang bisa menikmati 
semua jenis masakan begitu saja termasuk saya , saya agak sulit untuk bisa 
menyesuaikan lidah ini dengan berbagai macam masakan adik2 saya bilang 
seleranya terbatas.Jadi kalau pak Jepe keMenado ,Aceh  dll mereka punya ciri 
khas masak terung ungu,  silahkan mencoba.
kalau pak Jepe gemar berbelanja sayur apabila pulang kepadang, adik saya yang 
tinggal di Pakanbaru pulang pergipun senang sekali berbelanja sayur  ,kalau 
saya berkunjung kesana via Padang pesennya juga sayur mayur, 
sebenarnya bukan berbelanja nya saja yang seneng,  kesegaran dan kesejukan 
udaranya yang bener2 enak serta keindahan LEMERSING yang sangat berbeda dari 
daerah lain yang Allah berikan kepada masyarakat Minangkabau, yang sangat patut 
untuk disyukuri.

Wassalam .
Dewi Mutiara. suku Sikumbang

--- On Mon, 4/13/09, Jupardi <[email protected]> wrote:

From: Jupardi <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] TERUNG UNGU LEMERSING ..,.By : Jepe
To: [email protected]
Date: Monday, April 13, 2009, 7:07 AM




 
 

 

 







TERUNG
UNGU LEMERSING 

By :
Jepe 

   

LEMERSING dengan tanahnya
yang subur tentunya daerah ini penghasil atau sentra sayur mayur dari Ranah
Minang, entahlah setiap kali saya pulang ke Padang dari Pekanbaru sudah menjadi
“tradisi” saya harus mampir di kedai-kedai sepanjang jalan Bukit
Tinggi-Padang Panjang untuk membeli sayur mayur yang segar-segar ini, rasanya
ingin semua di borong. Warna warni, padat berisi dan kesegaran sayur mayur
Lemersing  begitu memanjakan mata dan hati. Harganyapun jika kita bisa tawar
menawar dengan pedagang sangat murah jika di bandingkan saya membeli di
pasar-pasar tradisional di Pekanbaru.  

   

Sampai di Padang inilah
oleh-oleh yang selalu didambakan oleh Ibu saya serta adik perempuan saya yang
masih setia “Jaga gawang” rumah kami di Air Tawar. Pesan mereka
cukup singkat saja “jangan lupa beli sayur-mayur di jalan Bukit
Tinggi-Padang Panjang” tidak perlu mereka rinci lagi apa yang harus
dibeli, saya tahu apa yang mereka mau. Begitu juga ketika pulang dari
 Padang ke Pekanbaru
bagasi mobil saya sudah dipastikan penuh dengan aneka sayur mayur Lemersing, 
saya
tahu apa yang saya suka dan perlu untuk dibawa ke Pekanbaru. 

   

Salah satu sayur favorit
saya adalah Terung Ungu Lemersing, padat berisi dengan tekstur daging terung
yang lembut serta warna ungu yang cerah mulai ukuran sekitar 10 Cm sampai
ukuran jumbo sekitar 30 Cm.Saya memasak terung ini cukup monoton juga dalam
arti tidak banyak variasinya hanya sebatas masakan standar ranah minang kalau
nggak di goreng balado ya di gulai. Jika dijadikan ulam biasanya di kukus (Uok)
dan dimakan dengan samba lado tomat atau aneka samba lado khas minang lainnya. 

   

Jika saya makan di sebuah
RM Sea Food yang paling saya gemari  pendamping makanan sea food ini terutama
aneka ikan bakar laut adalah Terung Bakar, saya pikir sangat pas sekali
menikmati Sea Food dengan Terung bakar. Biasanya terung utuh  ukuran jumbo
dibelah dua ditengahnya tapi tidak terpisah masih bersatu ditampuknya lalu di 
bakar,
rasanya sangat eksotis, manis dan krenyes apalagi bagian tengahnya sedikit lunak
berair….luar biasa merem melek ketika segala alat perangkat kunyah
dimulut menikmati terung bakar dengan hidangan sea food. 

   

Saya selalu kangen jika
bertugas ke Rantau Prapat, sebuah RM Sea Food warga keturunan yang berada di
sebuah pojokan pinggir kota Rantau Prapat, paling istimewa hidangannya adalah
Fillet Ikan Pari yang di Bakar lalu dikombinasikan dengan terung bakar dan
sambal sea food..ahhh..memang gila rasanya. 

   

Baru-baru ini teman
sekantor saya membawa bekal dari rumah untuk makan siang, saya duduk satu meja
makan yang disediakan di Kantor untuk  makan bersamanya, didalam sekat kotak
bekal makan siangnya saya tatap terung ungu yang dimasak seperti semur, sedikit
berkuah coklat kaya rempah bumbunya seperti kulit manis dan pala. Teman saya
ini menawarkan pada saya untuk mencobanya, rasanya sungguh enak dengan sentuhan
rempah-rempah tersebut dan manis khas terung bersama kuahnya, kenyal dan 
“nyess” dilidah. 

   

Punya kah dunsanak RN
resep-resep seputar pengolahan terung ungu ini menjadi masakan yang lezat selain
cara-cara memasak standar ranah minang seperti yang saya sebutkan diatas yaitu
di goreng dan di gulai. Mungkin Bu Rina yang Di Batam ada resep andalannya,
begitu juga Ibu Iffah, Ibu Evy dan Ibu Mutiara atau Ibu-ibu bundo kanduang
Rantau net punya resep special masakan Terung Ungu ini silahkan berbagi.
Tentunya juga kaum lelaki Minang di rantau net bisa jadi punya resep andalan
sebut saja Pak Taufik yang menyenangi seni kuliner dan tidak lupa juga Pak
Muljadi yang di Jerman siapa tahu punya resep andalan memasak terung ungu ala
Eropa. 

   

Ditunggu resep-resep
andalan dari Dunsanak Palanta RN seputar pengolahan Terung Ungu Lemersing
menjadi salah satu hidangan keluarga yang lezat dan nikmat. 

   

Salam-Jepe/13
April 2008 

   

 

   

Terung Ungu Balado 

   

 

   

Ini Dia dunsanak RN, saya berani posting salah Satu 

Menu saya ini karena udah makan siang, jika belum makan 

Oiii..mande kanduang..tantu tambah manggarumeh bin mangaranyam 

Paruik ambo di siang hari ko.  

   

Di fota Udang Sungai khas di Riu atau dikenal dengan Udang Galah 

Harganya sangat mahal sekarang rata-rata sampai Rp 110.000/Kg 

Jika lagi susah di dapat atau memang sekarang Udang tersebut sangat 

Susah di dapatkan di
Sungai-sungai di Riau seperti Sungai kampar dan Rangau 

Harganya bisa mencapai sekitar Rp 140.000/Kg 

   

Liat tuh..goreng balado Terung Ungu disampingnya sambal Sea Food 

   






 






      



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke