Dear Angku MA,

Taruang ungu Turki tu iyo taragak bana pulo ambo marasokannyo baliak. Itu 
satangah porsi jo Kebab nyo....dan sa galeh-ketek teh nyo ....plus makanannyo 
di kawani dek anak gadih yg punyo restorannyo.......

Salam,
r.a.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Muljadi Ali Basjah" <[email protected]>

Date: Mon, 13 Apr 2009 12:14:34 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: TERUNG UNGU LEMERSING ..,.By : Jepe



Assalamualaikum Wr.Wb. Ibu Dewi Mutiara, Ibu Rina Permadi, R.A., Pak JePe, 
serta ummat RN di Palanta yth.

Kami disini juga sangat senang sekali makan terung ungu, yang ada umumnya 
terung ungu dirantau saya ini. 
Biasanya terung baladao ini, kami potong melintang ca. 7 mm, lalu tanpa minyak 
(karena terung menghisap minyak, takut benyek/layua)diatas kuali panas, sampai 
matang. Supaya tidak terlalu pahit, sebelumnya terung tersebut diborehi garam 
halus, lalu dicuci, dikeringkan , selanjutnya disangai bolak/balik diatas kuali 
panas.
Lalu sewaktu makan baru dikasi sambal-lado merah (seperti rasa belacan/terasi 
dan macam2 variasi rasa lainnya).

Versi lainnya menurut saya terung ungu dengan daun bawang yang lebar2 (LEEKs 
bhs Ingrisnya)ditumis/cha la china, sedikit bawang putih, jahe, ketumbar, 
merica, sambal merah diiris, lalu kecap udang.

Versi ketiga Karniyarik/Aubergine ala Turk (dengan daging cincang)
http://www.mymerhaba.com/Rezepte-mit-Aubergine-in-der-Turkei-2288.html

Selamat menoba selamat makan, bagi yang berminat.

Wassalam,
Muljadi


-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Mon, 13 Apr 2009 08:17:03 +0000
> Von: [email protected]
> An: [email protected]
> Betreff: [...@ntau-net] Re: TERUNG UNGU LEMERSING ..,.By : Jepe

> Dear Bu Dewi Yang Mulia,
> 
> Bicara soal makanan, maka bagi JePe itu hanya ada dua terminologi, yaitu
> ENAK dan ENAK SEKALI. 
> 
> Hahaha....hahaha....
> 
> Salam,
> r.a
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -----Original Message-----
> From: Dewi Mutiara <[email protected]>
> 
> Date: Mon, 13 Apr 2009 01:04:53 
> To: <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] Re: TERUNG UNGU LEMERSING ..,.By : Jepe
> 
> 
> Ass.Wr.Wb .
> Rupanya hampir semua orang minang suka sekali dengan terung ungu,  baik
> direbus dan dimakan dengan sambalado ,digulai dicampur ikan atau daging
> ,apalagi digoreng dibalado campur dengan ikan asin, kata suami saya yo sero
> makan siang bantuk iko adolo gulai basantan lauk <maaf ya bahasa minangnya
> kurang pas>  HE...HE....HE, mintuo lalu ndak sadar.  
> Pak Jepe anda penggemar semua jenis masakan ,tidak semua orang bisa
> menikmati semua jenis masakan begitu saja termasuk saya , saya agak sulit 
> untuk
> bisa menyesuaikan lidah ini dengan berbagai macam masakan adik2 saya bilang
> seleranya terbatas.Jadi kalau pak Jepe keMenado ,Aceh  dll mereka punya
> ciri khas masak terung ungu,  silahkan mencoba.
> kalau pak Jepe gemar berbelanja sayur apabila pulang kepadang, adik saya
> yang tinggal di Pakanbaru pulang pergipun senang sekali berbelanja sayur 
> ,kalau saya berkunjung kesana via Padang pesennya juga sayur mayur, 
> sebenarnya bukan berbelanja nya saja yang seneng,  kesegaran dan
> kesejukan udaranya yang bener2 enak serta keindahan LEMERSING yang sangat 
> berbeda
> dari daerah lain yang Allah berikan kepada masyarakat Minangkabau, yang
> sangat patut untuk disyukuri.
> 
> Wassalam .
> Dewi Mutiara. suku Sikumbang
> 
> --- On Mon, 4/13/09, Jupardi <[email protected]> wrote:
> 
> From: Jupardi <[email protected]>
> Subject: [...@ntau-net] TERUNG UNGU LEMERSING ..,.By : Jepe
> To: [email protected]
> Date: Monday, April 13, 2009, 7:07 AM
> 
> 
> 
> 
>  
>  
> 
>  
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> TERUNG
> UNGU LEMERSING 
> 
> By :
> Jepe 
> 
>    
> 
> LEMERSING dengan tanahnya
> yang subur tentunya daerah ini penghasil atau sentra sayur mayur dari
> Ranah
> Minang, entahlah setiap kali saya pulang ke Padang dari Pekanbaru sudah
> menjadi
> “tradisi” saya harus mampir di kedai-kedai sepanjang jalan Bukit
> Tinggi-Padang Panjang untuk membeli sayur mayur yang segar-segar ini,
> rasanya
> ingin semua di borong. Warna warni, padat berisi dan kesegaran sayur mayur
> Lemersing  begitu memanjakan mata dan hati. Harganyapun jika kita bisa
> tawar
> menawar dengan pedagang sangat murah jika di bandingkan saya membeli di
> pasar-pasar tradisional di Pekanbaru.  
> 
>    
> 
> Sampai di Padang inilah
> oleh-oleh yang selalu didambakan oleh Ibu saya serta adik perempuan saya
> yang
> masih setia “Jaga gawang” rumah kami di Air Tawar. Pesan mereka
> cukup singkat saja “jangan lupa beli sayur-mayur di jalan Bukit
> Tinggi-Padang Panjang” tidak perlu mereka rinci lagi apa yang harus
> dibeli, saya tahu apa yang mereka mau. Begitu juga ketika pulang dari
>  Padang ke Pekanbaru
> bagasi mobil saya sudah dipastikan penuh dengan aneka sayur mayur
> Lemersing, saya
> tahu apa yang saya suka dan perlu untuk dibawa ke Pekanbaru. 
> 
>    
> 
> Salah satu sayur favorit
> saya adalah Terung Ungu Lemersing, padat berisi dengan tekstur daging
> terung
> yang lembut serta warna ungu yang cerah mulai ukuran sekitar 10 Cm sampai
> ukuran jumbo sekitar 30 Cm.Saya memasak terung ini cukup monoton juga
> dalam
> arti tidak banyak variasinya hanya sebatas masakan standar ranah minang
> kalau
> nggak di goreng balado ya di gulai. Jika dijadikan ulam biasanya di kukus
> (Uok)
> dan dimakan dengan samba lado tomat atau aneka samba lado khas minang
> lainnya. 
> 
>    
> 
> Jika saya makan di sebuah
> RM Sea Food yang paling saya gemari  pendamping makanan sea food ini
> terutama
> aneka ikan bakar laut adalah Terung Bakar, saya pikir sangat pas sekali
> menikmati Sea Food dengan Terung bakar. Biasanya terung utuh  ukuran
> jumbo
> dibelah dua ditengahnya tapi tidak terpisah masih bersatu ditampuknya lalu
> di bakar,
> rasanya sangat eksotis, manis dan krenyes apalagi bagian tengahnya sedikit
> lunak
> berair….luar biasa merem melek ketika segala alat perangkat kunyah
> dimulut menikmati terung bakar dengan hidangan sea food. 
> 
>    
> 
> Saya selalu kangen jika
> bertugas ke Rantau Prapat, sebuah RM Sea Food warga keturunan yang berada
> di
> sebuah pojokan pinggir kota Rantau Prapat, paling istimewa hidangannya
> adalah
> Fillet Ikan Pari yang di Bakar lalu dikombinasikan dengan terung bakar dan
> sambal sea food..ahhh..memang gila rasanya. 
> 
>    
> 
> Baru-baru ini teman
> sekantor saya membawa bekal dari rumah untuk makan siang, saya duduk satu
> meja
> makan yang disediakan di Kantor untuk  makan bersamanya, didalam sekat
> kotak
> bekal makan siangnya saya tatap terung ungu yang dimasak seperti semur,
> sedikit
> berkuah coklat kaya rempah bumbunya seperti kulit manis dan pala. Teman
> saya
> ini menawarkan pada saya untuk mencobanya, rasanya sungguh enak dengan
> sentuhan
> rempah-rempah tersebut dan manis khas terung bersama kuahnya, kenyal dan 
> “nyess” dilidah. 
> 
>    
> 
> Punya kah dunsanak RN
> resep-resep seputar pengolahan terung ungu ini menjadi masakan yang lezat
> selain
> cara-cara memasak standar ranah minang seperti yang saya sebutkan diatas
> yaitu
> di goreng dan di gulai. Mungkin Bu Rina yang Di Batam ada resep
> andalannya,
> begitu juga Ibu Iffah, Ibu Evy dan Ibu Mutiara atau Ibu-ibu bundo kanduang
> Rantau net punya resep special masakan Terung Ungu ini silahkan berbagi.
> Tentunya juga kaum lelaki Minang di rantau net bisa jadi punya resep
> andalan
> sebut saja Pak Taufik yang menyenangi seni kuliner dan tidak lupa juga Pak
> Muljadi yang di Jerman siapa tahu punya resep andalan memasak terung ungu
> ala
> Eropa. 
> 
>    
> 
> Ditunggu resep-resep
> andalan dari Dunsanak Palanta RN seputar pengolahan Terung Ungu Lemersing
> menjadi salah satu hidangan keluarga yang lezat dan nikmat. 
> 
>    
> 
> Salam-Jepe/13
> April 2008 
> 
>    
> 
>  
> 
>    
> 
> Terung Ungu Balado 
> 
>    
> 
>  
> 
>    
> 
> Ini Dia dunsanak RN, saya berani posting salah Satu 
> 
> Menu saya ini karena udah makan siang, jika belum makan 
> 
> Oiii..mande kanduang..tantu tambah manggarumeh bin mangaranyam 
> 
> Paruik ambo di siang hari ko.  
> 
>    
> 
> Di fota Udang Sungai khas di Riu atau dikenal dengan Udang Galah 
> 
> Harganya sangat mahal sekarang rata-rata sampai Rp 110.000/Kg 
> 
> Jika lagi susah di dapat atau memang sekarang Udang tersebut sangat 
> 
> Susah di dapatkan di
> Sungai-sungai di Riau seperti Sungai kampar dan Rangau 
> 
> Harganya bisa mencapai sekitar Rp 140.000/Kg 
> 
>    
> 
> Liat tuh..goreng balado Terung Ungu disampingnya sambal Sea Food 
> 

-- 
Neu: GMX FreeDSL Komplettanschluss mit DSL 6.000 Flatrate + Telefonanschluss 
für nur 17,95 Euro/mtl.!* 
http://dslspecial.gmx.de/freedsl-surfflat/?ac=OM.AD.PD003K11308T4569a



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke