Ass.w.w,
Buya yml,
Tarimo kasih jo keterangan dibawah nan bermanfa'at. Panyambuang kaji lamo 
Ustadz, labiah 30 thn nan lewat di hari nan special, Ustadz acok di undang dan 
datang ka Mesjid Ihsan Bantolaweh Bukittinggi .  Piet, 52 thn, Venice, Florida.

--- On Tue, 4/14/09, buyamasoedabidin <[email protected]> wrote:


From: buyamasoedabidin <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Merantau ke Deli: Lelaki Minang dalam Memori... Baa 
?
To: [email protected]
Cc: "Sutan Sinaro" <[email protected]>, "Lies Suryadi" 
<[email protected]>, "[email protected], Dr.Saafroedin BAHAR" 
<[email protected]>, [email protected], 
[email protected], "Erwin Moechtar" <[email protected]>, "Ed 
Zoelverdi" <[email protected]>, [email protected], "hanifah daman" 
<[email protected]>, "Muchlis Hamid" <[email protected]>, "jamaludin 
mohyiddin" <[email protected]>, "HIFNI HFD" <[email protected]>
Date: Tuesday, April 14, 2009, 9:21 AM




#yiv479196184 <!--
  
 _filtered #yiv479196184 {panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;}
 _filtered #yiv479196184 {font-family:Calibri;panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;}
#yiv479196184  
#yiv479196184 p.MsoNormal, #yiv479196184 li.MsoNormal, #yiv479196184 
div.MsoNormal
        
{margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:10.0pt;margin-left:0in;line-height:115%;font-size:11.0pt;}
#yiv479196184 p
        {margin-right:0in;margin-left:0in;font-size:12.0pt;}
#yiv479196184 .MsoChpDefault
        {}
#yiv479196184 .MsoPapDefault
        {margin-bottom:10.0pt;line-height:115%;}
 _filtered #yiv479196184 {margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;}
#yiv479196184 div.Section1
        {}
#yiv479196184 


Assalamu'alaykum Wa Rahmatullahi wa Barakatuh,
Engku Sutan Sinaro Yang terhormat,
Izinkan Buya sato saketek, manyampaikan apo nan taraso, mudah-mudahan ado 
gunonyo, kok singkeh molah di uleh, kok panjang dapek kito karek, kok elok 
buliehlah ka dipakai, kok buruak buliehlah kito tinggakan .... 

Kito muloi dari Ajaran Islam di dalam perbincangan hendaknya dibedakan antara 
Islam sebagai ajaran (teologis) dan Islam sebagai realita sosial (sosiologis). 
Pembicaraan Islam dalam cita adalah Islam sebagai ajaran dari Allah Subhanahu 
wa Ta'ala  yang tidak terlalu dipengaruhi oleh penafsiran sepihak. Islam 
sosiologis adalah sebenarnya kondisi realita umat Islam yang biasa dan bisa 
saja berbeda seperti siang dan malam dengan ajaran Islam itu. Inilah yang 
seringkali kita temui dalam kenyataan keseharian, dan kadangkala menyakitkan 
mata hati bagi qalbu yang berhias iman di dalamnya ( .. wa zayyanahuu  fii  
quluubikum .. wa karraha ilaykum al kufra wa  al fusuqa wa al 'ishyan ..)
Yang kito mukasuik jo budaya Minangkabau sebenarnya adalah pandangan hidup, 
nilai-nilai filosofis, aturan dan tata kehidupan bermasyarakat di Minangkabau. 
Dan boleh saja tidak diterima oleh orang lain yang bukan berbudaya dengan 
budaya Minangkabau itu. Dan kito indak paralu ba ketek ati jo kondisi saroman 
itu ...

Di Minangkabau, umumnya ajaran tentang moral dan prinsip kehidupan diambil dan 
dikemukakan dengan mengambil perumpamaan dari gejala alam dan kehidupan.. 

Pandangan hidup seperti roda pedati, sekali ke atas sekali ke bawah; pakailah 
ilmu padi, makin berisi makin runduk; bersifatlah mampu menyesuaikan diri di 
mana pun berada, tiba di kandang kambing membebek, tiba di kandang kerbau 
menguek; musyawarah untuk mufakat seperti  bersilang kayu dalam tungku untuk 
memasak sesuatu adalah contoh pandangan hidup dan sifat yang harus ditanamkan 
dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh ini sesungguhnya adalah undang-undang 
alami yang disebut sunnatullah itu.

Dengan memperhatikan masyarakat lebah, umpamo no .. kito dapek pelajaran bahwa 
pembagian pekerjaan dalam masyarakat tersebut makin jelas. Ada yang berfungsi 
seperti ratu (agaknyo bundo kanduang); ada yang berfungsi sebagai pekerja, ada 
yang berfungsi sebagai tentara dan seterusnya. Pelajaran dari masyarakat lebah 
juga selalu memberi manfaat kepada manusia, tetapi jangan diganggu. Di 
Minangkabau pemahaman dan pelajaran yang diambil dari gejala alam dan kehidupan 
makhluk ini dikenal dengan alam takambang jadi guru.
Alam takambang jadi guru adalah suatu metode untuk mengembangkan aturan 
bermasyarakat yang sejalan dengan hukum alam dan kehidupan. Untuk memahami 
gejala alam itu digunakan semua potensi yang dimiliki manusia, yaitu pengamatan 
pancaindera, pemikiran otak, rasa dan hati nurani. Memberdayakan segenap 
potensi yang dimiliki ini dikenal dengan raso jo pareso. Dengan demikian 
masyarakat Minang tidak terjebak kepada kecenderungan memberdayakan
hanya pada salah satu potensi tersebut.
Masyarakat Minangkabau yang adatnya dicetuskan oleh Dt. Ketumanggungan dan Dt. 
Perpatih nan Sabatang tidak menolak kedatangan agama-agama besar dunia. Sebelum 
Islam datang, Hindu dan Budha pernah berkembang dan menjadi pandangan hidup dan 
budaya masyarakat. Diterimanya pandangan agama-agama ( Hindu dan Budha ) karena 
prinsip sumber daya yang dimiliki dan akan diberdayakan tidak demikian 
kontradiktis dengan sumber daya manusia menurut adat Minangkabau.  Raso jo 
pareso adalah daya spiritual. Sopan santun dan perilaku baik terhadap orang 
lain juga sama-sama mendapat perhatian dari adat Minangkabau dan agama-agama 
yang ada ( Hindu Budha ) di zaman itu.
Dengan kedatangan agama Islam, orang juga dapat menerimanya walaupun tradisi 
dan kepercayaan animisme, hantu paburu, urang bunian, sijundai, dan adat-adat 
yang tidak baik tidak sejalan dengan ajaran Islam, seperti menyabung ayam, 
berjudi, dan meminum minuman keras masih tetap berlangsung dalam kenyataannya. 
Sebenarnya perilaku menyabung ayam, judi dan minuman keras, tidaklah termasuk 
adat Minangkabau. Itu hanya perilaku menyimpang dari masyarakat (deviant). Akal 
sehat, hati nurani, raso jo pareso, dan alam takambang mengajarkan perilaku 
tersebut dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat. 

Proses Islamisasi tidak berjalan mulus. Namun Islam sebagai indetitas etnis 
semakin kuat, apalagi setelah perang Paderi. Adat basandi syara` syara` basandi 
kitabullah ( ABSSBK) telah menjadi identitas etnis suku Minangkabau.
Masuknya agama Islam ke Minangkabau tidak merombak semua nilai, pandangan dan 
prinsip hidup masyarakat. Pandangan dan nilai luhur kehidupan tetap dipelihara. 
Perilaku menyimpang memang ditentang. Islam memperkukuh prinsip alam takambang 
jadi guru. Kecendrungan dalam gejala alam (yang dalam dunia ilmiah dinamakan 
teori) dan hukum alam dan kehidupan manusia, oleh Islam dinamakan sunnatullah 
atau ayat-ayat Allah. 

Kepercayaan animisme dan dinamisme bertukar ke kepercayaan kepada makhluk gaib 
seperti jin dan iblis, urang bunian, sijundai dan sejenisnya, tetapi semuanya 
itu tidak ada yang memberi manfaat dan mudharat bagi yang punya keimanan yang 
kuat kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa. 

Tanggung jawab Mamak dan Kemenakan diperkuat dengan tanggung jawab ayah kepada 
anak. Matriarkhat Minangkabau diperkuat dan diperdalam dengan patriarkhat yang 
dibawa oleh dan dari Islam sehingga kekerabatan dalam praktek menjurus kepada 
bilateral, lebih jauh basuku ka mandeh, banasab ka ayah, jo basako ka mamak no 
juo. 

Maka, Islam sebagaimana juga ideologi dan budaya pendatang lainnya, mula-mula 
dicurigai dan dimusuhi, kemudian ditolerir, dan akhirnya diterima dan 
disepakati untuk diintegrasikan dengan adat sehingga sampai kepada adagium 
ABSSBK. 

Adat dan budaya yang mementingkan alam takambang jadi guru serta sopan santun 
sehingga orang Minang harus tahu di nan-ampek (tahu kata mendaki, kata 
mendatar, kata menurun dan kata melereng) pada hakekatnya adalah pandangan 
pentingnya memperdayakan pancaindera, akal, dan perasaan serta hati nurani 
dalam memahami alam dan kehidupan. 

Pemberdayaan potensi-potensi manusia ini diperkokoh oleh Islam. Islam menyuruh 
menggunakan mata, telinga dan mata hati (qulub) serta menyuruh menggunakan 
pedoman yang berupa agama dan petunjuk Allah untuk umat manusia. 

Petunjuk Allah yang dinamakan agama (ad-dien) itu mementingkan keyakinan (iman, 
aqidah), perilaku nyata sehari-hari (syari`ah), perasaan ruhaniah (tasauf), dan 
pemahaman otak tentang segala yang dihadapi. Inilah yang dinamakan dengan 
pendekatan terpadu (tauhid) yang diajarkan oleh Islam, agama yang diturunkan 
oleh Allah ini, melalui Kitabullah (Al Quranul Kariem). 

Pedoman dan pendekatan wahyu penting diperhatikan supaya sumber daya manusia 
jangan tergelincir kepada yang membinasakan manusia dan alam lingkungannya. 
Pandangan materialisme, sekularisme, individualisme, hedonisme dan nihilisme 
yang dilahirkan oleh otak manusia yang tidak mau lagi memperhatikan petunjuk 
wahyu dan agama, bahkan daya yang dimiliki manusia sendiri, yaitu hati nurani 
dan perasaan luhur.
Karena itu, menurut pendapat kita, ABSSBK merupkan political will yang kalau 
diterapkan akan punya daya fleksibilitas dan dinamis serta prinsip-prinsip yang 
akan menjamin eksitensi manusia tetap sebagai manusia, yaitu makhluk yang 
bermoral dan regelius. Pengitegrasian ini penting diperdayakan untuk menghadapi 
tantangan kehidupan modern dan arus globalisasi.
Sakitu dahulu Engku Sutan Sinaro, moga ada manfaatnya... Kok ado kato nan indak 
pado tampek no, rila jo maaf nan dipinto ...
Basusun jari nan sapuluah, jo salam panyudahi.
Wassalamu 'aleykum wa Rahmatuullahi wa barakatuh,

BuyaHMA
(L.74,Majo Kayo, Piliang, Kotogadang kini di Padang)


Pada 14 April 2009 01:15, Sutan Sinaro <[email protected]> menulis:







Jadi baa kesimpulannyo Son ?.
Baa urang kilaki Minang ko mustinyo ?.
Nan ma nan ka dituruik ?.
Adaik ? atau Islam ?.
Kalau diambo, adaik ko kok indak disandakan ka Islam, ...nyo lapuak.
Caliak se lah kini ?, baa kurenah rang Minang, ... nan paralu pitih,
Bak kecek Elly kasim jo Tiar Ramon,... iko ragam duya... 
nan dek pitih sagalo jadi,
kok tibo di tanah lakuang,... dek aia indak tatimbuni..
Adaik nan ndak lakang dek paneh ndak lapuah dek ujan,
Kini lah lakang dek paneh, lah lapuak dek ujan,...
Ujan tarian streptease jo organ tunggal...
Paneh dek indonesian idol dan segala macamnya...
Bakaja-kaja jadi caleg...
Kanai galodo dek musik seronok...
Nan ma jalan ka ditampuah ?...
 
NB: Maaf Da Syamsir (Mak ngah) di santa kuruih, jo sidang palanta kasadonyo,
.... indak mambelokkan  carito lamak tantang urang bunian ko doh... 
eh.. nan ambo suko pulo tun, curito urang bunian tun. :)
 
Wassalam
 
St. Sinaro
 

--- On Mon, 4/13/09, Arnoldison <[email protected]> wrote:


Merantau ke Deli:
Lelaki Minang dalam Memori
Oleh Nelson Alwi 

Sabtu, 5 Juli 2008

DALAM  roman-roman  yang  ditulis  Hamka  (1908-1981) selalu mengemuka
seluk-beluk   "adat"   dan   "kebiasaan  yang  diadatkan", 





dan seterusnya .......... dipotong di sini ............................
....










-- 
Allahumma inna nas-aluka ridhaa-ka wa al-jannah, wa na'uudzu bika min 
sakhati-ka wa an-naar
Allahumma ghfir-lana dzunubana, wa li ikhwanina, wa sabaquuna bil-imaan,wa laa 
taj'al fii qulubinaa ghillan lil-ladzina aamanuu Rabbana innaka ghafuurun 
rahiim.





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke