Assalamualaikum, wr. wb

Saya sangat setuju dengan pendapat Sanak Arnoldison, bahwa dalam kisah roman 
yang nyata atau fiksi sekalipun yang terjadi adalah disebabkan perilaku 
personal individu yang bersangkutan. Memang tidak kita pungkiri bahwasanya 
setting dari ceritanya dikaitkan dengan lingkungan dimana pelaku itu berada.
Tentulah seorang penulis - akan menitipkan ajaran moral bagaimana selayaknya 
seseorang betindak sesuai dengan faham atau tidak dikatakan falsafah yang 
dianutnya.

Kita memang tengah mengamati  ragam dunia saat kini - bahwa didalam kehidupan 
moderen (kata mereka ...), bahwa unsur materi lebih berkuasa dari pada adat dan 
agama. Sehingga sering kita melihat - bahwa kita orang minang - termasuk juga 
etnis lainnya, melihat kejanggalan yang terjadi. Mereka melakukan perbuatan 
diluar ke - pakem - an (aturan adat atau tradisi) dan bahkan bertentangan 
dengan adat dan agama.

Bagi saya -kedudukan dan peran lelaki minang - tidaklah mesti dipertentangkan 
dalam sistem matrilinial. Barangkali saja,  bila terjadi kisah-kisah ketidak 
harmonisan didalam kedudukan dan peran lelaki minang, sesungguhnya dikarenakan 
ketidak mampuan lelaki minang dalam menjaga keseimbangan dalam kehidupannya 
sebagai seorang lelaki, yaitu : sebagai suami, sebagai ayah dan sebagai ninik 
mamak di keluarga bahkan orang yang berada diluar keluarga suaminya (sumando).

Bagi yang bisa menjaga keseimbangan itu - dijamin bahwa lelaki minanglah yang 
paling unggul dalam segala hal.  Suaranya didengar - jauh dari berkeluh kesah.

Tulisan ini adalah hasil diskusi saya dengan suami..

Terlebih dan terkurangnya - mohon dimaafkan.


Wassalam,

  Evy Nizhamul bt Djamaludin
(Tangerang, suku Tanjung, asal : Kota Padang)


http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com
  

   
  


--- On Tue, 4/14/09, Arnoldison <[email protected]> wrote:

From: Arnoldison <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Merantau ke Deli: Lelaki Minang dalam Memori... Baa 
?
To: "Sutan Sinaro" <[email protected]>
Date: Tuesday, April 14, 2009, 9:03 PM




           Maaf ambo pakai bahasa Indonesia,

           Kalau  membaca roman-roman yang berlatar belakang adat, tak
           jarang  menimbulkan  salah  tafsir  tentang  adat, terkesan
           penyebabnya  adalah  adat, contoh yang paling popular kisah
           Siti   Nurbaya,   hampir  dipastikan  pembacanya  mengambil
           kesimpulan  bahwa  penyebabnya  adalah adat, dan lupa bahwa
           nasib  tragis  Siti  Nurbaya  adalah akibat kekalahan dalam
           persaingan  bisnis  dari  orang tuanya, semata-mata problem
           ekonomi bukan persoalan adat.

           Sekarang ini pernikahan berlatar belakang  kepentingan
           bisnis sering terjadi tanpa menimbulkan tragedi 'Siti
           Nurbaya'.
           
           Begitupula    dalam   roman   merantau   ke   Deli,   letak
           permasalahannya  adalah  'personal  character' yakni akhlak
           Marihatun,  yang  menyebabkan rusaknya harmonisasi hubungan
           rumah tangga.
           Kalau setting cerita dirubah dengan merubah kharakter
           Marihatun yang kooperatif, hemat, faham posisi suami,
           mungkin akhir cerita akan lain.

           
           Apakah ajaran adat itu yang menyebabkan seseorang melakukan
           perbuatan  bertentangan  dengan ajaran agama, atau hanyalah
           disebabkan  oleh perilaku personal individu yang menyimpang
           yang sebetulnya tidaklah ada adat yang mengajarkan demikian


           Kalau  sekarang  berkembang  budaya  diluar agama dan adat,
           artinya    agama  dan adat itu yang 'kalah' sehingga tidak
           dipakai  lagi  sebagai alat ukur perilaku, bukan disebabkan
           karena pertentangan antara adat dengan agama.

           Kalau boleh saya katakan, bahwa novel novel hamka
           berhubungan dengan akhlak manusia dalam berinteraksi dengan
           sesamanya dalam latar belakang budayanya.


           Arnodison
           

Tuesday, April 14, 2009, 3:15:56 PM, you wrote:


SS> Jadi baa kesimpulannyo Son ?.
SS> Baa urang kilaki Minang ko mustinyo ?.
SS> Nan ma nan ka dituruik ?.
SS> Adaik ? atau Islam ?.
SS> Kalau diambo, adaik ko kok indak disandakan ka Islam, ...nyo lapuak.
SS> Caliak se lah kini ?, baa kurenah rang Minang, ... nan paralu pitih,
SS> Bak kecek Elly kasim jo Tiar Ramon,... iko ragam duya... 
SS> nan dek pitih sagalo jadi,
SS> kok tibo di tanah lakuang,... dek aia indak tatimbuni..
SS> Adaik nan ndak lakang dek paneh ndak lapuah dek ujan,
SS> Kini lah lakang dek paneh, lah lapuak dek ujan,...
SS> Ujan tarian streptease jo organ tunggal...
SS> Paneh dek indonesian idol dan segala macamnya...
SS> Bakaja-kaja jadi caleg...
SS> Kanai galodo dek musik seronok...
SS> Nan ma jalan ka ditampuah ?...
SS>  
SS> NB: Maaf Da Syamsir (Mak ngah) di santa kuruih, jo sidang palanta kasadonyo,
SS> ... indak mambelokkan  carito lamak tantang urang bunian ko doh... 
SS> eh.. nan ambo suko pulo tun, curito urang bunian tun. :)
SS>  
SS> Wassalam
SS>  
SS> St. Sinaro
SS>  

SS> --- On Mon, 4/13/09, Arnoldison <[email protected]> wrote:



SS> Merantau ke Deli:
SS> Lelaki Minang dalam Memori
SS> Oleh Nelson Alwi 

SS> Sabtu, 5 Juli 2008

SS> DALAM  roman-roman  yang  ditulis  Hamka  (1908-1981) selalu mengemuka
SS> seluk-beluk   "adat"   dan   "kebiasaan  yang  diadatkan", 
SS> yang  pada
SS> prinsipnya   dipandang   menghambat   gerak  langkah  individu  maupun
SS> masyarakat,  menuju  kemajuan.  Seperti  dalam Merantau ke Deli (MkD),
SS> yang  secara  tuntas  menyorot  seorang lelaki Minang yang ditakdirkan
SS> menganut paham matrilineal (garis keturunan menurut ibu) dengan segala
SS> kosekuensinya.



      
SS> 



-- 
Best regards,
 Arnoldison                            mailto:[email protected]








      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke