Assalamualaikum w.w Benar sekali pak Saaf & pak Suryadi sarato mamak dunsanak yang dirahmati Allah Walaupun negeri ini masih gonjang ganjing paska pemilu terutama ketika melihat kenyataan bahwa terdapat jutaan rakyat negeri uini dipaksa menjadi golput karena tidak tercantum dalam DPT Adalah lebih kurang 24 parpol kemarin ngumpul di jl. Teuku Umar Menteng kediaman Megawati membicarakan masalah ini, keputusan mereka bahwa KPU dan pemerintah harus bertanggung jawab dalam hal ini Biarlah mereka mewakili kita urusan DPT yang ngaco ini, kito caliak sajolah dari jauah Rakyat telah menentukan pilihannya dan terlihat banyak parpol dan caleg tersingkir bahkan ambulan gratis untuk para caleg stress pun laris mendapat orderan bahkan banyak para politisi usang terpaksa mengemasi barang2nya karena tidak lagi melenggang ke Senayan Keputusan MK yang menetapkan bahwa caleg dengan suara terbanyak yang bakal maju kekursi dewan sudah sangat tepat dan lebih demokratis karena selama ini yang menentukan siapa yang maju kekursi dewan adalah partai yang bersangkutan yaitu berdasarkan nomor urut caleg Dan kita sama maklum nomor urut caleg ini ditentukan oleh partai dengan kriteria macam2, salah satunya berdasarkan siapa yang sanggup bayar lebih, misal nomor urut satu dihargai Rp 1 milyar, nomor 2 Rp 800juta dan seterusnya caleg “pemegang nomor jadi” gak perlu benar susah2 bahkan tak perlu dikenal benar oleh masarakat pemilihnya bahkan ada yang berdomisili diluar Dapilnya, tapi itu bagi mereka tak penting toh perolehan suara dari “caleg2 nomor sepatu” akan mendongkrak mereka keatas Dengan Keputusan MK ini arogansi partai jelas2 tumbang dan celakanya lagi, “caleg-caleg nomor jadi yang udah terlanjur nyetor untuk mendapatkan kuricih nomor urut jadi, jadi panik apalagi uang tersebut gak bisa diminta kembali sementara badan diri hampir tidak dikenal masyarakat pemilih, gusar campur stress di-coba2 jugalah mendayung perahu calegnya dan ternyata hanya mam-patinggi tampek jatuah, duo hari setelah pemilu mulai terlihat gejala aneh, kok pandang lah jauah, manuang lah acok, indak lamo sudah tu mulai ma-ngecek2 surang, haaa lah kanai caleg kito ko mah Adakah jaminan bahwa caleg2 kita yang melenggang ke gedung dewan besok ini tidak akan persis sama perangainya dengan anggota dewan terdahulu? Tidak ada jaminan memang, tergantung nawaitu mereka masing2 Apakah nawaitu mereka benar untuk memperjuangkan kepentingan rakyat? Kini baitu sajolah dikito nan basamo, ba-garih awak samo dihati, ba-kijok kito samo dimato, cewang dilangik tando ka-paneh, gabak di-hulu tando ka-hujan, kilek baliuang lah ka-kaki, kilek camin lah ka-muko, kok data-nyo lah ba-lantai kulik kok taruihnyo lah ba-dindiang camin, caliak contoh ka nan sudah caliak tuah ka nan manang wasalam abp-57
------------------------ Pak Saaf dan Sanak di Palanta, Sambil membaca postingan Pak Saaf sebentar ini, saya melihat Kompas online hari ini (jam 1 malam sekarang di Leiden). Di headline tertulis: PEMILU 2009 TERANCAM! Beberapa orang yg merasa kalah menyatakan sikap. Wah....gejala apa ini? Akankah kasus2 ketidakpuasan dalam pilkada2 yang berakibat terbelahanya masyarakat kita akan terulang lagi di tingkat nasional? Mengapa orang2 yang sudah tua2 ayak Gus Dur itu tida juga arif? Saya amat khawatir ini............ Kita berdoa semoga bangsa ini jangan terpecah2 lagi... Salam, Suryadi --- On Tue, 14/4/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] SERI NAN DI LUA TAMPURUANG 64: POLITISI KONDANG YANG TAK LAGI DIPILIH RAKYAT To: [email protected] Date: Tuesday, 14 April, 2009, 10:15 PM Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Pemilu 2009 ini menampilkan banyak kejutan.Berbeda dengan dugaan, secara menyeluruh, pemilu ini berjalan aman. Partai Demokrat secara tak terduga muncul sebagai pemenang, mengalahkan Partai Golkar dan PDI-P. Dari 38 partai politik, hanya sekitar sembilan partai yang akan lolos dari electoral threshold. Banyak pemilih tidak menerima surat undangan pemilih. Para caleg harus bekeja keras untuk memperoleh dukungan. Beberapa di antara mereka sudah mulai menunjukkan gejala stress. Di Aceh, partai lokal yang para anggotanya banyak yang berasal dari mantan anggota GAM mendapat banyak kepercayaan dari pemilih, suatu kenyataan yang segera menarik perhatian tokoh-tokoh Papua. Dan yang paling akhir, besar kemungkinan beberapa politisi kondang -- termasuk Ketua DPR RI Agung Laksono -- akan terpaksa keluar dari parlemen karena tak dipilih Rakyat. Bukan main. Rasanya Pemilu 2009 ini benar-benar akan membawa suasana baru dalam kehidupan kebangsaan kita. Rakyat Indonesia tak bisa lagi dipandang dan diperlakukan sebagai wong cilik. Masalahnya adalah mencari bagaimana caranya agar kedaulatan Rakyat ini tak hanya tampak pada saat pemungutan suara, tetapi juga berlangsung setelahnya.. Pertanyaan ini layak kita ajukan, karena kenyataan bahwa budaya politik di DPR RI selama ini belum menunjukkan kepekaan terhadap aspirasi dan kepentingan Rakyat. Masih harus dilihat, apakah para caleg ini juga masih lebih berminat untuk menaikkan penghasilannya, untuk 'studi banding' ke luar negeri, untuk mencari dan menerima sogokan, dan ...untuk tidur di ruangan sidang, daripada memperjuangkan rancangan undang-undang dan anggaran pendapatan dan belanja negara yang berfihak kepada Rakyat. Mari kita pantau secara terus menerus. Sekedar gelitikan: apa pula yang terjadi Sumatera Barat ? yang sama dan yang berbeda dari tingkat nasional ? Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] Wednesday, April 15, 2009 4:43 AM Prominent politicians shown door of the House.... by celebrities The Jakarta Post , JAKARTA | Tue, 04/14/2009 9:13 AM | Headlines Some of Indonesia's prominent politicians are likely to lose their seats at the House of Representatives, following quick count results showing they did not win enough votes to win seats in their areas. Unexpectedly, incumbent House Speaker Agung Laksono of the Golkar Party is one of the losers. Politicians likely TO BE ousted from House of Representatives Party Names Golkar Agung Laksono Priyo Budi Santoso Ferry Mursyidan Baldan Heppy Bona Zulkarnaen National Mandate Party (PAN) Abdillah Toha Prosperous Justice Party (PKS) Mahfud Siddiq United Development Party (PPP) Suryadharma Ali Indonesian Democratic Party of Struggle Heri Ahmadi (PDI-P) Peace Prosperous Party (PDS) Royandi Hutasoit New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
