Assalamu alaikum warahmatulLahi wabarokatuh,

Puan Evy, Bang Idris Talu dan dunsanak Sapalanta yang saya hormati.

1. Memakan beralaskan daun pisang saperti yang terpapar di gambar itu popular 
di kalangan orang India. Hentah macam mana di Malaysia lazimnya restoran India 
Brahmin sahaja yang menyediakan makanan berlapikkan daun pisang. Saya paling 
senang mengunjungi restoran begini, salah satu sebabnya, dimasa kecil,  aruah 
bapak saya selalu membawa saya makan bersama dia di restauran tersebut. Oleh 
kerna itu ianya sudah menjadi satu kebiasaan bagi saya. Di kuala Lumpur ada 
beberapa restoran India Brahmin ini. Setahu saya Brahmin tidak makan babi atau 
daging lembu. Umumnya vegitarian.

2. Memang tidak di nafikan bahwa curry masakan Minang tidak
 ada bedanya dengan curry masakan India, samaada dengan kulinari India 
Selatan/Tamil culinary atau dari kulinari India Utara. Serasa saya perbedaan 
yang ketara sekali ialah curry
 masakan Minang lebeh banyak lengkuas, merica dan lado dan daun kunyit. Masakan 
India terlaku kental kuah currynya. Terlalu banyak ramuan rempah ratusnya. 
Pedas masakan India terutama kulinari India Selatan yang di popularkan di 
Semenanjung banyak di rencahkan dengan lada hitam. Pedas masakan curry Minang 
lebeh tertumpu dengan banyak lado atau cabai.

Ada satu keistemewaan sekiranya memakan masakan curry Minang terutama diri 
saya: berpeluh saya di buatnya. I am really sweating. Adakah kerna pedas lado 
atau lengkuas atau yang lainny saya sendiri tidak tahu.

3. Lazimnya sekarang kita boleh mendapati masakan asli/tradisional Melayu dan 
Minang di sediakan/being served di hotel hotel di Semenanjung. Maknanya, 
masakan dan lauk pauk di Alam Melayu telah di jadikan jamuan selera
 masyarakat pelancung dan masyarakat setempat. Bagi saya ini satu dari 
manifestasi keyakinan diri kita terhadap penyediaan local asset dalam
 perkhidmatan pelancungan cara dan kehendak kita. 

4. Filsafah memakan, seni berlauk pauk, rasa estetika dalam pemakanan dan 
menilai mutu pemakanan di antara di Semenanjung dan Sumatra kemungkinan tidak 
jauh bedanya. Salah satu punca nya tidak jauh bedanya ini kerna institusi 
merantau/hijrah. Terutamanya, di Semenanjung termasuk di wilayah Melayu Petani 
diSemenanjung Kera di Bahagian Siam Selatan. Setiap suku baik di Sumatra maupun 
di seluruh pelosok di Nusantara ada di Semenanjung. Kekayaan dan keperbagaian 
budaya di Semenanjung adalah sumbangsih dari perantau yang kemudian 
bermastautin dan membuka kampung dan berladang atau bekerja di bandar.

Kepelbagaian lauk pauk dan juadah hidangan di Semenanjung adalah sumbangan 
lansung dari penghijrahan kaum suku dari pelusuk Nusantara. Keperbagaian Malay 
cuisine ini boleh di tafsirkan pertamanya keaslian resepinya masih 
dipertahankan dan keduanya campur aduk
 antar resepi melahirkan lauk pauk baru. Tambahan dari pengaruh masakan Cina 
dan India juga membuahkan satu keunikan Peninsular Malay cuisines. 

Saya secara peribadi tidak bersetuju soal cuisine patent. Cuisine patent/hak 
cipta masakan adalah kepunyaan harta pusaka budaya/cultural heritage. Dunia 
antarbangsa telah bersetuju tentang mengekal dan mengunjung tinggi traditional 
knowledge dan traditional technology dan traditional cultural heritage. Masakan 
dan lauk pauk adalah salah satu kumpulan budaya tradisional. Soal memenopoli 
hak mematen lauk lauk secara komersial dan implikasi legal exclusivity yang di 
lakukan oleh mana mana negara adalah satu gejala kurang sehat
 dan tidak menyenangkan. ianya menganggu ketenteraman awam dan 
serantau/regionalism. Jalan terbaik ialah ASEAN sendiri mesti mengelolai 
pertemuan pertemuan untuk mencari kata sefakat dalam soal pengi'tirafan 
anything traditional arts and sciences and technology.  Termasuk hal 
cultural/traditional cuisine or culinary art. 

Dari segi budaya, Semenanjung dan Pulau Sumatra itu serumpun. Dari segi 
hubungan kemasyarakatan, kita ini sejiran. Dari segi nilai, kita ini serantau 
dengan dan di wilayah Alam Melayu. Filsafah dan nilai estetika dalam hal 
makanan lebeh banyak kesamaan dari perbedaannya. Keserumpunan, kejiranan dan 
keserantauan, KKK, kita ini jauh mendasar dan sebati dan mendarah daging dari 
unsur unsur artifisial saperti sistem rupa banga/nation state system yang kini 
bertahta
 dipeta politik Nusantara. Berdasarkan fakta ini maka elok kita menonjolkan 
aspek KKK ini dalam filsafah dan estetika lauk pauk, juadah dan sajian makanan 
alam Nusantara kita ini sambil itu kita mesti memberi penghormatan dan memberi 
pengi'tirafan yang setimpalnya akan aspek kedaerahan masing masing masakan, 
lauk pauk dan sajian.  
   

--- On Wed, 4/15/09, Evy Nizhamul <[email protected]> wrote:

From: Evy Nizhamul <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dalca - adaptasi kuliner
 orang keling - masakan malaysia
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 15, 2009, 12:22 AM

Pak Idris dan Pak Jamaludin serta dusanak sapalanta yang ambo hormati.

Pak Jamaludin ... wah namanya sama dengan nama Papa saya. Ejaannya yang beda.

Bicara kuliner antara orang Malaysia dan orang Minangkabau memang banyak 
persamaannya. Jika masakan sudah bercampur dengan bumbu racikan : pala, kayu 
manis, cengkeh, ketumbar, merica, jintan dan adas manis,  disinilah adaptasi 
dari masakan minangkabau dengan masakan yang berasal dari India bahkan hampir 
sama
 dengan Kawasan Timur Tengah . Ingat kan... di Arab kita disuguhi masakan 
daging Unta dengan rasa karee. 

Demikian pula Malaysia yang memiliki kesamaan dalam citera rasa masakannya 
dengan masakan minangkabau. Tidak diragukan lagi,  jika kita berkunjung ke Kuala
 Lumpur - maka kita menemukan jenis masakan yang citera rasanya sama itu. 
Sayangnya kala itu saya tidak menemukan adanya gulai Dalca yang sudah menjadi 
kulinari nasional di Malaysia, Kecuali roti cane yang disiram dengan kuah karee.

Berbeda dengan nasi curry - masakan khas orang India sebagai yang tampak di 
foto ini. Pastilah juga merupakan nasi lemak juga bukan...? Adalagi saya 
mencoba  - ikan masak karee - yang  ada di Restoran India "Summy Curry" 
Singapore. Eh .. ndak taunya rasanya persis sama dengan ikan asam padeh. Cuma 
ditingkahi rasa karee... 


                                        

Pak Idris - Saya memang pernah merasakan nasi lamak itu yang kala itu -  kami 
beli di sebuah restoran yang tidak jauh dari hotel kami menginap sebagai menu 
sarapan. (Hotel di Malaysia tidak menyediakan sarapan pagi). 
Dikala pagi hari itu .....kami makan nasi lamak berebutan. Kami beradik kakak - 
merasakan seperti masakan mandeh kami. Duh... saraso di Kampuang Sabalah/kota 
Padang zaman doeloe.. Anak-anak berebut makan roti cane. .


                                        Yang terlebih yang berkesan bagi saya 
adalah ketika kami makan gulai paku - terung balado - masakan khas minang 
lainnya di  Lebuh Raya  (artinya : jalan TOL) tidak berapa jauh - 
sebelum/setelah Genting Higland. Nama warungnya adalah " JUN Masakan Minang " - 
pemiliknya bernama Pak Omar Buyung - usia 65 tahun yang berasal dari Bonjol. 
Yang rupa restorannya saya tayangkan seperti gambar. 
Barangkali Pak Idris dan Pak Jamaludin atau pun siapapun yang berdomisi di 
Malaysia - pasti akan menemukan restoran sederhana ini.

Ondeh... raso gulai pakunyo - lamak banaa... Kuahnya legit karena Santannya ba 
minyak. Terungnya digoreng balado
 segar.. Ikan balado ... dan lain - lain. 
Dan yang tidak disangka -sangka - mengapa masakan ini sama dengan masakan orang 
Patani - Thailand ???

Dengan adanya persamaan - persamaan itu - saya sungguh tidak terima ketika - 
RENDANG - asli masakan yang berasal dari Minangkabau di Panten kan oleh 
Pemerintah Malaysia menjadi kuliner nasional malaysia. 
Rendang - asli kuliner minangkabau - karena tidak melakukan asimilasi atas 
racikan bumbu-bumbunya.  Rendang memiliki bumbu utama yaitu : kunyit, jahe, 
lengkuas, daun kunyit, daun jeruk yang keharuman berbeda dengan rendang 
malaysia.
Jangan ikan bilis pun dipatenkan pula oleh pemerintah ini....

Untuk soal paten mematen rendang dan lain-lain - sering tidak mengenakkan hati 
bagi para Ibu - Ibu di KBRI - ketika ada Ladies Program - eh... lagi kedutaan 
Malaysia menampilkan sesuatu yang sama dengan tampilan Indonesia...

Demikianlah uraian
 panjang lebar dari saya. Terlebih terkurangnya mohon saya dimaafkan.

Wassalam,

  Evy Nizhamul bt Djamaludin
(Tangerang, suku Tanjung, asal : Kota Padang)

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com
  

   
  


--- On Tue, 4/14/09, Idris Talu <[email protected]> wrote:

From: Idris Talu <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dalca - adaptasi kuliner orang keling
To: [email protected]
Date: Tuesday, April 14, 2009, 4:12 PM

Sanak J Mohyiddin, Puan Evy Nizhamul dan sanak sapalanta nan ambo hormati,

Memang benar, dalca sudah menjadi menu utamo makanan harian, untuk majlis 
kenduri perkahwinan dan sebagainya. Sayuran yang dijadikan bahan dalca juga 
pelbagai, dari yang simple ka yang lebih complete. Ado yang cuma campur terung, 
kentang, tomat, jo kacang panjang. Namun baitu, component utamo ialah cabe 
kering, kacang soya jo dagiang cincang kato urang Malaysia. 

Mengenai nasik lamak, kini bukan untuk sarapan pagi sajo, ianya sudah dijua 
untuk minum patang jo malam. Kito boleh mandapekan nasik lamak di Bukit 
Bangsar, Bukit Bintang, malah di Gombak jo Setapak pun ado. Urang KL bilang, 
yang paling dakek ialah Setapak. Bagarah ambo saketek.

Walaupun enak dimakan, kalau nan ado masalah cholestrol, hati-hati, nanti lapeh 
makan nasik lamak, mancari lipolipid
 pulo.

Pantun duo karek urang Malaka;

Nasik lamak buah bidaro
Sayang salasih ambo luruikkan
 
Sekian daulu.

Idris Talu



Untuk menikmati keindahan alam semulajadi, layari:

http://www.west-sumatra.com/

Untuk menambah maklumat alam Minangkabau, layari:

http://www.cimbuak.net/

--- On Wed, 15/4/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Dalca - adaptasi kuliner orang keling
To: [email protected]
Date: Wednesday, 15 April, 2009, 1:17 AM

Puan Evy Nizhamul dan sanak sapalanta yang di hormati,

Gulai dalca sangat di gemari di Semenanjung. Populer di gunakan dengan roti 
canai. Enaknya luar biasa. Sekarang,
 memakan roti canai di cicah dengan gulai dalca sudah menjadi culinari 
nasional. Orang Cina, India, Iban, Kadazan dan orang bule pun menikmati gembira 
terutama di waktu santapan pagi.

Kini, variasi gulai dalca Dalca sudah merebak. Nampaknya setiap variasi resepi 
menandakan trademark tukang masaknya. 

Memang sudah di akui bahwa gulai dalca adalah sumbangan orang India. Untuk 
pemakluman, di Malaysia kita tidak panggil orang India Keling. Nanti orang 
India marah. Mereka tidak senang di panggil Keling. Memang tidak di nafikan ada 
kampung Tanjung Keling di Melaka.

Gulai Dalca tidak menandingi sarapan pagi orang Melayu
 yang unggul: nasi lemak. Nasi
 lemak kini sudah meratai kulinari sarapan pagi di Malaysia. Kalau dahulu  nasi 
lemak hanya digemari oleh kaum miskin atau yang tidak berada dan bekerja kuli, 
tetapi sekarang semua kaum dan dari semua peringkat/darjah kehidupan menikmati 
nasi lemak. Satu ketika saya di Kuala Lumpur, saya melihat para pejabat dan 
proffesional menikmati juadah lauk pauk dengan nasi lemak!!!. Malah, mereka 
mereka ini memakan nasi lemak dengan sambal lada ikan bilis. Kaget saya di 
buatnya. 



--- On Tue, 4/14/09, Evy Nizhamul <[email protected]> wrote:

From: Evy Nizhamul <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Dalca - adaptasi kuliner orang keling
To: "milis rang minang" <[email protected]>
Date: Tuesday, April 14, 2009, 12:39 AM





     






     










     







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke