"DANCING ON THE TECHNICAL AREA"
By : Jepe Saya memang tidak menyaksikan secara lansung (live) dilayar kaca ketika Arsenal menjamu Villarreal di babak perempat final UEFA Champions League (UCL) musim 2008/2009 pada pertemuan kedua mereka (2nd leg), tapi dua kali saya menyaksikan aksi-aksi gol dari "Young Gun" pasukan Prof Arsene Wenger di Sport Center saluran ESPN pertama ditayangkan pada jam 19.00 sedangkan yang kedua tayangan berita olah bergengsi ini pada pukul 21.00 WIB. Disamping gol-gol anak-anak Arsenal yang impresif tentunya sisi lain yang paling menarik yang ditayangkan diberita olah raga ESPN tersebut adalah ketika Adebayar mencetak Gol cantik pada menit 60 lalu melakukan seleberasi dengan goyangan kaki ala tarian Afrika maka sang pelatih The Gunner Prof Wenger lansung berdiri di bangku cadangan pemain Arsenal lainnya (Bank) menuju ke Technical Areal. Gol Adebayor memberikan kegairahan dan kegembiraan buat sang Professor begitu julukan pelatih karismatik Arsenal ini, lihatlah ekspresi selebrasi Wenger atas gol Adebayor tersebut dengan raut muka penuh senyum sambil mengepalkan kedua tangannya lalu menggoyang kedua kakinya seperti gerakan jalan ditempat dengan aktraktif meniru gerakan tari Adebayor. ArseneWenger kurang pas membawakannya tapi cukup menghibur jika mengingat Ia cukup "pelit " gaya selebrasi jika anak-anak asuhnya mencetak gol. Dancing on the technical area *), begitulah kira-kira istilah yang saya berikan pada pelatih Arsenal ini, sang Profesor selama yang saya tahu melatih Arsenal sangat pelit dalam mengungkapkan kegembiraan ketika anak-anak asuhnya mencetak gol yang memberikan kemenangan bagi pasukannya, paling hanya di bangku cadangan bersama official tim lainnya bertepuk tangan sambil tersenyum atau berdiri di pinggir lapangan masih bertepuk tangan dan senyum sambil menyalami dan merangkul pemainnya yang mencetak gol itupun biasanya "rada-rada sungkan" pemain mendatanginya. Tapi kali ini gol penting Adebayor yang membenamkan pasukan Manuel Pellegrini "The Yellow Submarine" begitu julukan Villarreal klub bola penghuni La Liga Spanyol ini, Sang Profesor tidak sanggup menahan kegembiraannya dan ia melakukan selebrasi gol Adebayor ini dengan menari di daerah "kekuasaan"nya. Gaya selebrasi Arsene Wenger ini cukup menarik perhatian dan menjadi "Top Picture" di Sport Center ESPN dan ini di close up oleh jurnalis mereka serta ditayangkan pada pembukaan berita maupun saat berita kemenangan Arsenal ini ditampilkan. Tentunya saya termasuk yang menikmati gaya tarian sang Profesor ini di pinggir lapangan..........asyikkkk..goyang Prof , begitu saya "ecek-ecek" nya memberi semangat buat Prof Wenger saat menonton berita Sport Center ESPN. Tiga gol tanpa balas yang dilesakan anak-anak muda Arsenal ke gawang Villarreal yang dijaga Lopez memastikan Arsenal melaju ke babak Semi Final UCL musim 2008/2009 mengikuti 2 klub Inggris lainnya yang juga telah lolos ke semi final yaitu The Blues Chelsea dan The Red Devil Manchester United. Pada laga 1st Leg dikandang Vilarreal, pasukan Prof Wenger berhasil menahan imbang pasukan Pellegrini 1-1, dikandang Arsenal Stadion Emirate yang megah dan dibangun dengan biaya lebih dari tujuh triliun rupiah, Arsenal memukul telak Vilarreal dengan skor 3-0, secara agregat Arsenal unggul 4-1. Saya sangat menikmati cuplikan ketiga gol The Young Gun Arsenal ini ketika diberitak ESPN dan inilah gol-gol cantik anak-anak Arsenal tersebut Theo Walcott (9') Pengatur serangan sekaligus kapten Arsenal Cesc Fabregas dengan gerakan tipuan memberikan passing cantik (lovely ball) dengan sentuhan tumit, umpan terobosan yang cantik dari Fabregas ini disambut oleh Walcot tanpa terkawal oleh pemain belakang Villareal, Walcott berakselerasi mendribling bola dari sayap kiri pertahanan Vilarreal, Lopez berusaha menghadang Walcott untuk mempersempit ruang tembak Walcott ke gawangnya. Saat Walcott berhadapan dengan Lopez (Head to Head) sebuah bola contekan yang cerdik dilambungkan oleh Walcott membuat Lopez terpedaya, bola bergerak diatas kepalanya dan luput dari jangkauan tangan Lopez yang mencoba meraihnya, akhirnya bola bersarang di pojok atas sudut kanan gawang Vilarreal. Inilah sebuah kecerdikan dan pengambilan keputusan dengan cara berpikir dalam hitungan detik yang dilakukan Walcott ketika berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang, sangat jelas terlihat Lopez berusaha menutup gawang dengan maju menghadang Walcott, tapi Walcott cukup tenang dan berkarakter dalam melepas tendangan bukan menendang bola sekuatnya tapi sebuah tendangan contekan yang membuat Lopez tidak berdaya mengantisipasinya. Emamnuel Adebayor (60') Gol kedua Arsenal bermula dari Robin Van Persie (RPV) menguasai bola sedikit diluar kotak penalty Vilarreal, gerakan RPV yang cukup berbahaya membuat dua pemain Vilarreal Gonzalo dan Fernandez menutup ruang gerak RVP untuk berakselerasi menerobos lebih jauh kedalam kotak penalty atau kedua pemain ini paling tidak menutup ruang tembak RVP agar tidak leluasa RVP melepaskan tendangan lansung ke gawang. RVP cukup cerdik dan tidak "egois" melihat pergerakan tanpa bola Adebayor di sisi kanan kotak penalty Villarreal. RVP memberikan umpan terobosan dengan melepaskan tendangan terukur menyusur tanah dengan kaki kirinya. Adebayor dengan satu sentuhan kontrol bola yang apik menerima umpan manis RVP ini lalu menendang bola dengan ujung sepatunya membidik tiang jauh bawah sisi kiri gawang yang di jaga Lopez. Kecepatan, kecerdikan, ketenangan dan tentu hasilnya selalu indah melihat gol yang diciptakan seperti ini. Adebayor berlari ke sudut kiri daerah pertahanan Villarreal memanggil RVP dan kawannya yang lain untuk melakukan selebrasi gol dengan gerakan ala tarian Afrika dengan goyangan kaki yang cukup unik seperti mau berdiri tapi seakan mau jatuh/tumbang, gerakan inilah yang menginspirasi sang Pelatih Arsenal Arsene Wenger dalam meluap rasa kegembiraannya melihat anak-anak mudanya tampil impresif ketika bertarung melawan anak-anak Vilarreal. Robin Van Persie (69') Robin Van Persie akhirnya mendapat "ganjaran" yang setimpal atas penampilannya yang cukup gemilang pada laga tersebut dengan menciptakan gol ketiga melalui titik penalty setelah Walcott dijatuhkan Godin didalam kotak penalty Villarreal. Bagi saya selalu menarik setiap kali RVP mengeksekusi penalty di Arsenal maupun di Timnas Belanda. Tendangan kaki kirinya jika saya saksikan selalu susah diduga atau bisa jadi juga karena kebanyakan pemain bola berkelas rata-rata kekuatannya menendangnya pada kaki kanan maka ketika melihat pemain dengan kekuatan kaki kirinya selalu lebih "special" dalam menendang bola. Eksusi penalty RVP menciptakan kegairahan lain bagi saya yang menyaksikannya, tenang, kaki panjang berdiri kokoh, tendangan kaki kiri yang rata-rata sulit diduga penjaga gawang kemana arahnya. RVP boleh dikatakan selalu sukses mengeksekusi penalty ketika memainkan partai-partai regular di EPL membela Arsenal maupun partai lainnya di sepak bola Eropa yang harus diselesaikan melalui adu penalty, gaya RVP dan hasil tendangan penaltinya yang impresif dan berkarakter selalu menarik untuk ditonton. The Young Gun Arsenal pada 2nd Leg perempat final UCL malam itu dengan 3 gol yang bersarang di gawang Yellow submarine telah menampilkan aksi-aksi impresif dalam iven bola antar klub eropa yang paling bergengsi dan glamour di dunia ini. Umpan-umpan berkarakter, cerdik, mampu keluar dari tekanan dan penyelesaian akhir dengan sentuhan bola terarah sehingga menciptakan gol-gol yang indah. Ya gol yang memberikan kegairahan dan kegembiraan buat pelatih mereka Arsene Wenger untuk "Dancing on The Technical Area".Usai Adebayor dan Wenger melakukan tarian goyangan kaki tersebut sayapun mencoba gerakan mereka tersebut ketika selesai berita Sport Center ESPN..mmm..memang asyik dalam bola tersebut ada kegairahan, kegembiraan, keindahan dan seni. Jika anda bertanya mengapa saya sangat menikmati dan suka menyaksikan atau menonton olah raga ini di layar kaca maka tulisan diatas adalah jawabannya. Semua itu tentu saya dapatkan diajang bola kelas dunia yang berstandar tinggi dan itu salah satunya saya saksikan di ajang bola tahunan antar klub eropa yaitu UEFA Champion League atau disini dikenal dengan sebutan Liga Champion. Rasanya saya tidak sabar lagi menunggu penampilan impresif anak-anak muda Arsenal ini di babak semi final yang akan berlansung pada tanggal 28 April (1st Leg) dan tanggal 5 Mei (2nd Leg). Pekanbaru, 17 April 2009 *)Technical Area : Areal dipinggir lapangan yang dibatasi garis putih berbentuk persegi tempat para pelatih memberikan instruksi kepada pemainnya ketika pertandingan berlansung dan pelatih tidak boleh keluar garis yang dibatasi tersebut ketika sedang memberi arahan kepada pemain di lapangan --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
