Asslm.Wr.Wb. Kami mempunyai sepetak tanah dibelakang rumah, tanah ditanami sayuran, cabai, buah2an, tananman obat. Tanaman itu memenuhi kebutuhan harian, tetapi bila penghuni bertambah harus disuplai dari pasar terutama ayam dan ikan. Untuk sayur dan buah yang mudah rusak perlu air bersih untuk pembersih dan refrigertor energi listrik atau diesel untuk bertahan 1 bulan di pasar. Untuk komoditas bertahan 6 bln-1 tahun perlu penggilingan menjadi tepung dari tenaga air, listrik, dan diesel dalam kemasan kedap udara+UV pagi hari sehingga komoditas itu tahan saat transportasi dan penyimpanan. Transportasi udara lebih cepat menyampaikan informasi dan perpindahan barang. Wallahu Alam B. Semoga berguna. Wass.Wr.Wb. A U G I JD augispot.blogspot.com
On 4/17/09, hanifah daman <[email protected]> wrote: > MEMETIK SAYUR DI LeMerSing > > Tanah di LemerSing yang subur > Serta udara yang sejuk > Dengan curah hujan yang banyak > Walaupun lahan tidak luas > Menjadikan sebagian petani di daerah ini > Menanam berbagai jenis sayuran > > Petani yang menanam cabe > Biasanya selalu menanam daun seledri dan > Bawang daun di sela-sela anak cabe yang baru di tanam > Kadang kala di bahagian dekat pematang > Di tanam pula ketimun, jagung, dan terung ungu > > Daun bawang dan daun seledri > Berkembang lebih cepat dari cabe > Ketika batang cabe mulai besar > Daun bawang dan daun seledri sudah siap di panen > Dahulu di tahun 70 an > Para petani cabe ini > Hidupnya lumayan makmur > Bahkan ada yang pergi berhaji > Dari hasil parak cabe > > Selain menanam cabe > Banyak juga petani yang memilih menanam: > Buncis, arcis, kembang kol, sayur manis, dan wortel > Pernah popular di daerah ini > Kentang Cingkaring dan kacang rendah > Belakangan kentang Cingkaring tinggal nama > Kacang tanah menjadi pilihan > Bagi pemilik sawah yang tidak sempat bertani > > Aku sangat senang memetik sayuran > Sering aku ikut teman atau tetangga > Memetik sayur di sawah mereka > Yang paling ku senang adalah memetik ketimun > Petikan yang pertama > Kumakan saat itu juga > > Ketika memetik sayuran > Wajah-wajah petani > Kelihatan memancarkan kebahagiaan > Senyum tersungging di bibirnya > Dengan mata yang berbinar-binar > Dengan harapan > Semoga sayur mereka laku dipasar > > Papaku yang baru belajar bertani > Setelah usia di atas 50 an > Malah bercerita > Alangkah bahagianya perasaan > Ketika menyaksikan > Yang kita tanam > Tumbuh dan berkembang setiap hari > Kebahagiaan tambah terasa > Ketika panen tiba > > > Bengkulu, 17 April 2009 > > > Hanifah Damanhuri > > > > > > -- Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
