Selamat untuk Pak Fasli Jalal yang berasal dari sebuah jorong kecil di Tanjung 
Bonai Lintau

 

Tk

Nafris

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of suheimi ksuheimi
Sent: 27 April 2009 18:49
Subject: [...@ntau-net] PROF FASLI JALAL

 


PROF FASLI JALAL
Oleh K Suheimi

Hari ini Dia dikukuhkan sebagai Guru Besar. Baru kali inilah pengukuhan GURU 
BESAR di Aula unand yang besar dan luas . kerna tamunya sangat banyak dan 
karangan bunganya melimpah.. Tampak hadir pada pngukuhan ini mentri Diknas dan 
GURU BESAR se Indonesia, Juga tampak Rektor se Indonesia, dan orang-orang 
penting lainnya seperti ibu-ibu beberapa mentri .

……………
Terbersit keinginan dalam hati saya agar bangsa ini tersenyum. Kuncinya, pesan 
Guru saya; adalah “guru”. Guru yang tersenyum akan menjadi guru yang kreatif 
dalam mengajar. Guru yang kreatif mengajar adalah guru yang mampu membuat 
siswanya antusias belajar. Maka, bila guru mampu tersenyum di kelas, ia akan 
mampu membuat seluruh kelas tersenyum. Bila siswa tersenyum, maka kita pun 
tersenyum.
Di lingkungan kita, sudah agak lama para guru sulit tersenyum. Tak banyak 
stimulan yang dapat membuat guru tersenyum. Guru terhimpit oleh berbagai hal. 
Oleh iklim materialistik masyarakat, oleh sistem mekanistis birokrasi 
pendidikan, juga oleh rendahnya penghargaan kita pada profesi pendidik. Namun, 
syukurlah, belakangan iklim yang melingkupi guru membaik. Apresiasi terhadap 
profesi guru semakin terlihat. Akreditasi guru beserta sistem imbalannya adalah 
salah satu langkah apresiasi itu. Langkah demikian tentu mempermudah guru 
tersenyum.
Masa depan bangsa kita ditentukan oleh banyaknya senyum siswa. Senyum siswa 70 
persen ditentukan oleh senyum guru. Yakni, guru yang tersenyum lantaran mampu 
beraktualisasi optimal buat menggali dan menumbuhkan potensi anak-anak 
didiknya. Senyum-senyum itulah yang menentukan seberapa tinggi kemanusiaan atau 
seberapa beradab bangsa kita mendatang. Dan kita pasti tidak ingin menjadi 
bangsa perkasa yang hanya bisa menyeringai, namun tak bisa tersenyum
Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an 
 Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberi kabar 
gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan 
perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka 
bersedih hati. (QS. 6:48)

Kampus Unand limau Manis 25 April 2009



 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke