Assalamu'alaikum W W

Kanda Ricky dan Mamak Epybuchari nan terhormat.

Dalam bayangan ambo diskusi tentang QUO VADIS GENERASI BARU MINANG nan
berasal dari masalah TOUR 'D Singkarak pada beberapa postingan terdahulu
masih cukup relevan dengan ota-ota di PALANTA RantauNet ko.

Rasonyo sebagai bagian generasi baru Minang, Kanda Ricky ingin mengemukakan
ide secara terbuka dan lebih militan. Dan itu beliau lakukan karena
kecintaan nan luar biasa terhadap RANAH tercinta nangko.
Hanya kemudian, terasa agak menyentak karena tantangan Kanda Rikcy terhadap
BOIKOT TOUR 'D Singkarak membuat Mak Epy (atau para milister lain)
menganggap ini adalah hal yang sudah melampaui batas dan kurang introspeksi.

Banyak hal yang harus di runut ke belakang kalau kita mau mencari ada apa
sebenarnya.
Bulan Maret lalu, ambo bertemu kanda Ricky di Padang Panjang ketika ado
pembuatan film DOKUMENTER PARIWISATA dan DOKUMENTER MAK ITAM.
Walau tidak sempat maota banyak, karena beliau terlihat sangat sibuk, ambo
yakin kanda ricky adalah satu dari sedikit orang yang TOTALITAS dalam
berbicara dan berbuat. Bahwa kemudian beliau agak sedikit emosi dan kemudian
terlontar kata-kata BOIKOT TOUR 'D SINGKARAK, ambo raso karano saketek
banyak nyo baliau tahu tentang perencanaan acara tersebut.
Ado hal nan agak manyimpang dari rencana awal tentang TOUR 'D SINGKARAK nan
di lakukan
sang EO terhadap kegiatan T 'D Singkarak tersebut.

USUL SAKETEK.........

Permasalahan ko adalah bagian kecil dari permasalahan SUMBAR dan MINANG
secara UMUM.....
Dan rasonyo tidak bisa diperbiarkan begitu saja....
Secara garis besar dan rasanya sebagian kita juga sudah merasakan bahwa
sabana nyo SUMBAR dan MINANG butuh orang yang bisa me MANAGE potensi yang
sebenarnya sangat banyak tersebut.

Apakah paralu KUBANG SAHARJO sebagai tampek maota lamak kito ramikan
baliak??
Lah lamo pulo indak berkopi darat dan berkuampeh sambia mangupi ko eh...

Ba a gak ati kolah

Sakitu sajo lah sekadar usul palamak ota

Wassalam W W

Arief Rky Mulia
Sabanta lai tahun 2010....
Walau memang masih cukup lama, tapi 2010 adalah "SUKSESI" beberapa kepala
daerah di SUMBAR??


perdebatan dan

Pada 28 April 2009 17:55, <[email protected]> menulis:

> Dear Bpk Epy Yang Mulia,
>
> 1. Terima kasih atas reply Bpk. Skrg saya sdh lebih paham dan mengerti pola
> bahasa komunikasi Bpk. Sedangkan persoalan esensi pesan dlm tulisan Bpk
> adalah tidak masalah bagi saya.
>
> 2. Jika reaksi saya Bpk anggap "keras" maka dengan setulus hati SAYA MOHON
> MAAF.
>
> Dengan setulus hati saya minta  maaf adalah :
>
> a). Bukan karena saya menyatakan Bpk yg benar atau saya yg salah, tapi
>  karena saya memberlakukan filsafat minang  yg berbunyi "se salah salah yg
> kecil, maka yg salah adalah yg gadang, namun demikian yg meminta maaf adalah
> yg kecil kepada yg gadang.
>
> b). Karena sebagai manusia biasa saya tidak ingin Bpk berkecil hati, marah
> atupun bersedih atas reaksi saya yg Bpk anggap keras tsb.. Mudah2an suatu
> hari Bpk bisa mempunyai perspektif baru ttg itu, dan/atau menjadi mahfum
> kenapa itu harus terjadi pd Bpk.
>
> 3. Dengan dua butir di atas, maka saya fikir "polemik" antar kita berdua
> ini bisa kita TUTUP. Sama halnya dengan Bpk, maka email pribadi saya pun
> bisa Bpk akses jika Bpk masih menganggap ada hal yg masih perlu diteruskan.
>
> Salam,
> r.a.
> [email protected]
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: bandarost <[email protected]>
>
> Date: Tue, 28 Apr 2009 01:48:50
> To: RantauNet<[email protected]>
>  Subject: Re: QUO VADIS GENERASI BARU MINANG??? Re: Bls: [...@ntau-net] Re:
>  TOURDE SINGKARAK.Mari kita berpatisipasi dansusseskan.
>
>
>
> Assalamu'alaikum WrWb,
>
> Bung Ricky dan sanak sapalanta Yth,
>
> Sehubungan dengan posting saya tanggal 27 April 2009 jam 08:09 yang
> mendapat tanggapan keras dari bung Ricky, bersama ini saya jelaskan
> hal-hal sebagai berikut :
>
> AA.. Saya mohon maaf kepada sanak sapalanta karena pembahasan tentang
> Tour de Singkarak ini menjadi melenceng ke hal yang bersifat pribadi.
> Saya tadinya akan mengirim posting yang meminta agar hal ini
> dibicarakan saja melalui Japri. Ternyata bung Riri sudah memasukkan
> posting dengan isi yang sama, yang segera dijawab oleh bung Ricky
> bahwa saya punya "hak jawab" atas postingannya tersebut, dstnya,
> dstnya. Tapi untuk seterusnya kalau bung Ricky masih ingin meneruskan
> polemik ini, saya sarankan untuklebih baik  langsung saja ke email
> saya.
> BB. Di milis RantauNet ini saya sejauh mungkin menempatkan diri saya
> sebagai penikmat, dalam pengertian pertama, saya menikmati suatu
> "pojok Minang" yang bermanfaat di dunia cyber ini, dan kedua, saya
> bisa belajar banyak hal terkait ranah Minang dan budayanya. Saya asli
> Minang dari nenek-nenek buyut saya, tapi 60 tahun dari 66 tahun usia
> saya saya habiskan di luar Minang. Sejumlah diskusi dan informasi yang
> disuguhkan milis ini merupakan makanan bagi otak dan bathin saya.
> Karena keterbatasan ilmu tentang adat dll, saya selama ini membatasi
> diri mengirimkan posting hanya untuk hal2 yang saya anggap penting
> saja, antara lain kalau ada diskusi bermanfaat yang terganggu oleh
> sesuatu hal yang saya rasa kurang pantas.
> CC. Sebelum menulis posting yang dipermasalahkan oleh bung Ricky ini,
> saya telah membaca berkali kali posting awal dari bung Muzirman, dan 2
> posting tanggapan dari bung Ricky. Pertama, saya tidak melihat sesuatu
> ancaman dalam wawancara Singgalang tersebut. Yang ada adalah jawaban
> jelas dan fair dari seorang Menteri yang bertanggung jawab atas
> penggunaan dana dari departemennya, dan kesinambungan dari event balap
> sepeda yang dikaitkan dengan pariwisata Nasional. Sumbar diberi
> kesempatan emas untuk memulai dan mengembangkannya lebih lanjut (andai
> mampu). Bagaimana kalau event ini tidak berhasil dan siapa yang
> menilai berhasil atau tidaknya ini ? Secara gamblang dikatakan bahwa
> yang akan menilai adalah pembalap, officials, dan wisatawan yang
> menghadirinya. Menurut saya adalah sangat logis kalau salah satu
> konsekuensi dari kegagalan ini maka daerah lain yang juga punya
> potensi wisata diberi pula kesempatan yang sama. Kesimpulannya, saya
> tidak melihat suatu yang salah apalagi yang namanya ancaman dalam
> berita tersebut. Kata "ancaman" adanya adalah dalam postingan bung
> Muzirman yang mengirimkan berita dari Singgalang ini.
> DD. Setelah mencermati hal pada point 3 diatas, barulah saya
> mencermati posting dari bung Ricky. Isinya antara lain adalah sebagai
> berikut : 1) "sebelum MenBudPar mempermalukan masyarakat Minangkabau
> dgn aksi ancamannya...", 2) permintaan klarifikasi atas 4 hal, 3)
> pengakuan bung Ricky bahwa dia memiliki info yang terbatas : "dengan
> segala keterbatasan info yg saya dptkan "  4) kepercayaan dan
> keyakinan pribadi atas kesiapan Pemda dan masyarakat : "dan percaya
> atas info ttg kesiapan kawan2 Pemda dan masyarakat kita " 5)
> kepercayaan dan keyakinan bahwa Pemda dan masyarakat telah all out :
> "maka saya PERCAYA bhw PEMDA dan MASYARAKAT MINANG telah bekerja all-
> out melebihi kemampuan mereka",    6) staement yang dapat digolongkan
> sebagai ultimatum atau provokasi : "Jika memang Menteri BudPar
> mengancam, maka MARI KITA BOIKOT acara tour tsb", 7) "rumusan"
> bahwa :  "Sa salah, salah yg ketek, yang SALAH adalah yang
> GADANG,....dlm hal ini tentu MENBUDPAR itu sendiri", 8) "percaya diri"
> dan "anggap enteng" penyelesaian permasalahan dalam kalimat pada
> posting berikutnya : "Hahaha....sapakat ambo jo Bpk, .....sekalian aja
> kita ganti Mentri kali ya......hahaha..."
> EE.  posting saya berisi : 1) sikap ketidak setujuan saya dengan cara2
> yang sepintas seperti militan ini, 2) menyarankan sabar, 3) saran utk
> mencerna terlebih dahulu isi berita Singgalang tersebut secara cermat,
> 4) saran introspeksi, mungkin memang ada/banyak kekurangan kita dalam
> persiapan, 5) penginformasian bahwa sekitar minggu2 lalu sdh ada
> pembahasan tentang ketidak siapan ini ( bertolak dari kekhawatiran pak
> Saaf atas langkah persiapan ini, informasi tentang tanggung jawab
> pendanaan yang ternyata tidak bisa kita penuhi, informasi dari bung
> Nofrins tentang websites Tour de Singkarak dll, dll) 6) pendapat saya
> bahwa "semangat"dan "harga diri" berlebihan dapat menenggelamkan
> Minang kembali, 7) fakta sejarah bahwa kelebihan orang Minang bukan
> pada sikap gagah-gagahan/kekerasan dalam menyelesaikan suatu
> permasalahan, tapi pada kemampuan diplomasinya, 8) pertanyaan Quo
> Vadis pada  generasi baru Minang. Kalau menurut anda generasi baru
> Minang sudah Oke2 saja, no problem. Anda bebas berpendapat, sayapun
> demikian.
>
> Saya harapkan dengan pikiran jernih tanpa suatu prasangka negatif (suu
> zhan), khronologis yang saya uraikan diatas rasanya telah cukup jelas.
> Bung Ricky, pengetahuan saya tentang ilmu bahasa, filosofi, adat, dan
> juga agama mungkin agak terbatas. Saya tidak berminat dengan debat-
> debat sejenis ini, dan dalam forum seperti ini. Jadi kalau ditanyakan
> "kaji", kayaknya memang "kaji" kita tidak sama, dalam pengertian
> mungkin kaji anda memang lebih tinggi.
> Juga tentang keberanian berkurban, berjuang, keteguhan hati, dll. Saya
> tidak punya sesuatu comment atas hal itu.
>
> Kalau jawaban ini terasa belum memuaskan, silahkan kemukakan dalam
> email langsung kepada saya. Saya belum pernah lari dan menghindar dari
> tanggung jawab atas apa yang saya perbuat dan ucapkan.
>
> Mohon maaf kepada dunsanak sapalanta, polemik ini mungkin terasa
> menganggu, karena sudah jauh lari dari topik asalnya.
>
> Wassalam,
>
> Epy Buchari
> (66-L)
> Ciputat Timur
> [email protected]
>
>
>  [email protected] wrote:
> > Dear Pak Riri Yang Mulia,
> >
> > 1. Mohon maaf, saya tidak melihat adanya hal yg perlu disembunyikan atau
> ditakutkan dlm komunikasi saya dgn Bpk Epy, shg harus dilanjutkan via Japri.
> >
> > 2. Spt yg saya tulis, bhw komunikasi panjang yg saya buka dgn beliau
> adalah dlm rangka kami bisa saling mengenal lebih baik, sehingga bisa dengan
> TULUS saling menyayangi ibarat spt "bapak dan anak" atau "mamak dan
> kemanakan".
> >
> > Hal ini saya fikir perlu sebagai contoh utk menarik pelajaran bagi
> generasi muda (terserah contoh baik kah atau contoh buruk kah) dlm
> berkomunikasi antar generasi.
> >
> > 3. Saya yakin bhw Bpk Epy adalah berjiwa sangat besar untuk ikut menuntun
> generasi muda dgn cara beliau sendiri, dan saya sangat menghargai (dan akan
> tetap menghargai) apapun cara yang akan beliau pakai.
> >
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke