Assalamu'alaikum WrWb,

Dunsanak sapalanta Yth,

Terkait dengan diskusi Tour De Singkarak yang menghangat antara saya
dengan bung Ricky, sebagaimana diketahui bersama baik saya maupun bung
Ricky telah sepakat untuk menyudahi/menutup polemik melalui RantauNet
tersebut. Silaturahim antara kami pun kemudian telah dilanjutkan
melalui japri.
Jadi terkait dengan topik diatas yang mengandung kata "penyelesaian"
mungkin sudah tidak lagi diperlukan. Kami berdua sudah mengisap "pipa
perdamaian" melalui silaturahim langsung.
Untuk saat ini yang penting marilah kita sama2 berdoa semoga Allah SWT
melindungi Tour de Singkarak ini untuk dapat berlangsung dengan baik,
lancar, aman, meriah, dan dengan hasil yang dapat memuaskan semua
pihak. Amiin.

Menyangkut kata "Quo Vadis" yang berupa kalimat tanya ( Mau Kemana ?),
dasarnya adalah suatu rasa kekhawatiran, kegalauan dan sejenisnya -
yang kalau menyangkut generasi Minang masa kini - mungkin berupa
pertanyaan yang menghinggapi sejumlah orang Minang, dengan tingkat dan
jenis kekhawatiran yang dapat saja berbeda antara yang satu dengan
lainnya. Dalam masalah berpendapat, jadinya kita juga dapat berbeda
pendapat satu dengan lainnya.
Yang jelas, pada hakekatnya kasus "Quo Vadis" ini tidak terkait dengan
pembahasan Tour de Singkarak, dan bisa atau layak saja dibahas dengan
topik yang berbeda (jika dirasa perlu).

Dari proses mengikuti RantauNet selama beberapa bulan ini, saya
melihat bahwa milis ini sangat bermanfaat untuk berbagi/ "sharing",
sebagai sumber informasi, dan untuk pencerahan. Bagi saya para peserta
diskusi sebagian besar adalah ibarat "pasien" atau orang awam yang
bercerita tentang sesuatu penyakit melalui gejalanya dan mencoba-coba
untuk mendiagnosanya sendiri atau bersama. Terkadang ada dokter yang
ikut nimbrung (bung Ricky, bung Suryadi, Buya, pak Saaf, dll mungkin
sudah terkategorikan sebagai "dokter" spesialis untuk penyakit
tertentu), dan terkadang sang pasien capek sendiri dan berhenti
mendiskusikan "penyakit" yang bersangkutan. RantauNet benar-benar
adalah sekadar palanta tempat para pasien berdiskusi.
Dengan sikon seperti ini, adalah mustahil jika kumpulan para "pasien"
atau "keluarga pasien" ini mampu untuk mengobati penyakit itu, karena
pada dasarnya tidak punya otorisasi untuk hal tersebut. Yang punya
otorisasi untuk "mengobati" sebagian penyakit tersebut adalah
pemerintah dan aparatnya. Ada pasien yang kenal dengan beberapa dokter
atau paramedis yang kemudian berupaya meneruskan informasi ini kepada
mereka yang dianggap punya otoritas tersebut. Hasilnya tentunya juga
sangat terbatas.

Dengan pokok pemikiran tersebut, kembali ke masalah "Quo Vadis" tadi,
yang dapat kita lakukan bersama adalah sekadar melakukan "diagnosa"
ala pasien, dengan hasil optimalnya adalah sebuah "identifikasi" atas
permasalahan tersebut. Dan jangan heran kalau "identifikasi" inipun
akan berbeda-beda.
Kepada siapa dan bagaimana prosedurnya hasil "diagnosa" dan
"identifikasi" ini seharusnya diserahkan ? Inilah pertanyaan lain yang
menurut saya perlu kita cari bersama jawabannya. Jawaban ini antara
lain mungkin terkait dengan peningkatan peranan RantauNet sebagaimana
yang pernah didiskusikan juga, atau karena sang dokter adalah pihak
Pemerintah, maka upaya efektif yang lain adalah kehati-hatian,
kecermatan, dan kecerdasan dalam menggunakan hak pilih dalam berbagai
level proses pemilihan pemimpin pada msa-masa mendatang.

Maaf dan Wassalam,

Epy Buchari (66-L0
Ciputat Timur






On 28 Apr, 23:43, [email protected] wrote:
> Dear Datuak Marobangso dan Bpk Arief Yang Mulia,
>
> 1. Terima kasih atas himbauan yg Datuak dan Pak Arief sampaikan. Insya Allah 
> dan alhamdulillah saya dan Bpk Epy dalam ikatan sama2 berputih hati dalam 
> kami berdiskusi.
>

> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _________
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke