Assalamu'alaikum WrWb,

Dunsanak sapalanta Yth,

Saya sangat sepakat bahwa topik BA-1 ini mulai dibahas dari sekarang
mengingat waktu yang sudah hanya tinggal 1 tahun untuk  mencari calon
yang tepat untuk pemimpin pemerintahan Sumbar No 1 ini.
Secara pribadi, melihat hingar bingarnya para politisi berebut
kekuasaan hari-hari ini dengan kelakuan yang  mengherankan dan
menyebalkan sebagian besar rakyat, saya berpendapat bahwa jalur partai
saja tidak dapat digunakan dalam memilih pemimpin, sebelum partai-
partai itu dapat membuktikan kinerjanya sebagai partai yang memang
memperjuangkan kepentingan rakyat dan bukan mengejar kekuasaan semata.
Posting terakhir di milis ini tentang absennya 10 orang anggota DPRD
Sumbar dalam rapat  untuk memutuskan sesuatu yang penting bagi
kehidupan masyarakat, menunjukkan bahwa memang sebagian mereka ini
memang sudah melalaikan amanah yang dipikulnya.
Jalur "kepamongan" tampaknya juga bukan jaminan. Mereka yang sukses
dalam suatu jabatan ternyata tidak menunjukkan kinerja yang baik
sewaktu memikul amanah pada jabatan yang lebih tinggi.
Saya sangat setuju jika salah satu kriteria pemimpin itu adalah
memahami permasalahan Sumbar atau ranah Minang. Sejumlah solusi atas
permasalahan ranah Minang terkait erat dengan ilmu pengetahuan, ilmu,
dan teknologi.
Simpelnya, mayoritas rakyat di Sumbar hidup di sektor pertanian. Apa
yang sudah kita capai di bidang sesudah penjajah hengkang dari negeri
ini ? Sangat terbatas jaringan irigasi teknis yang sangat dibutuhkan
masyarakat yang dibangun sejak kita merdeka. Di kampung saya, "kapalo
banda" masih menggunakan teknologi nenek moyang kita dulu juga. Apa
ilmu dan teknologi yang telah digunakan petani ini untuk meningkatkan
kehidupannya ? Berapa persen petani yang telah memahami fungsi dari
berjenis pupuk dan pestisida secara benar ? Berapa persen petani yang
memahami pengolahan pasca panen ? Kenapa  petani kulit manis Sumbar
tidak pernah menikmati hasil komoditi yang ditanamnya yang sejak zaman
VOC sampai sekarang dibutuhkan di seluruh dunia ? Berapa persen
Sarjana Pertanian yang terjun dalam kehidupan pertanian di lapangan
sebagai praktisi ? Kenapa semuanya ini dapat terjadi ?
Kalau kita ingin perubahan di Sumbar, saya mendambakan pemimpin yang
mampu berupaya secara sungguh-sungguh membangun sektor yang menyangkut
harkat hidup sebagian besar masyarakat Sumbar ini.
Saya berdomisili di rantau, dan tidak faham dengan rekam jejak
sederetan nama yang ditulis di koran tersebut, yang terkait dengan
problematika pertanian ini.
Menyangkut kriteria pemimpin ini saya menuliskan pemikiran saya dalam
blog saya pada  suatu artikel khusus yang cukup panjang untuk di copy-
paste di milis ini. Bagi yang ingin sharing silahkan mampir dan
mencermatinya di http://kadaikopi.carpediem123.com/?p=1643

Maaf dan wassalam,

Epy Buchari (66-L)
Ciputat Timur

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke