Assalamu’alaikum W W


Karek an Z Chaniago dan Kanda Ricky sarato mak Bandarost nan ambo hormati,
sarato dunsanak di Palanta RN nan sadang maunjua.



Tertarik ambo mambaco judul dan isi postingan karek an Z nan ditingkahi
kanda Rizky dan Mak Bandarost.

Namun, kito kubak ciek-ciek lah dulu iah.

Bukan mengenyampingkan usulan kanda Ricky tentang siapa ”URANG AWAK” nan
pantas di usung untuak duduak di KABINET nanti.

Raso no terlalu jauah bagi awak untuak usuang ma usuang, karano iko adalah
hak prerogatif PRESIDEN terpilih. Kemudian sia nan ka jadi presiden pun alun
jaleh juo sampai Juli nanti.



Jadiiiiiiii............!!!!

Kok masalah BA 1 ko awak tingkahi labiah dulu ba a nyo eh?

Me lah kito kubak masalah nantun agak serius.



*Gubernur seperti apa nan dibutuhkan SUMBAR ke depan?? *

Minimal tantu untuak maso 5 tahun kamuko, dari tahun 2010 – 2015...

Karek an Z Chaniago lah memunculkan namo-namo, bahkan juo memunculkan 5
kriteria untuak para calon tersebut.



Setelah ambo caliak bana, ado 28 urang nan dikamukokan oleh Z dari harian
Singgalang dan bbrp media lain terbitan sumbar. Kalau hanya sekadar
mamanculkan namo, sabana no tidak hanya 28 urang, bisa mencapai 50 urang
labiah kalau sado namo akan kito masuak kan.

Bagi ambo secara pribadi mungkin tidak hanya sekadar namo-namo dan kriteria
itu nan harus kito kubak.



Walau secara politis dan administratif, kito2 nan ado di palanta ko tidak
punyo kuaso untuak manantukan sia nan ka duduak di kurisi BA – 1, tapi dek
kecintaan terhadap RANAH, tantu awak juo berhak mengkritisi sia nan kaduduak
di kurisi ampuak jalan SUDIRMAN padang itu kan?



Dunsanak nan di palanta RN

Minimal, dalam 4 tahun terakhir sejak kepemimpinan Gamawan Fauzi
(selanjutnya GF) sangat banyak sakali event bertaraf nasional dan
internasional nan di adakan di SUMBAR.

Mulai dari event pariwisata (ini kegiatan tahunan sesuai kalender WISATA
NASIONAL) sampai event pemerintahan bahkan event2 kepulangan para perantau
dengan berbagai aktifitasnya.



Apa didapat SUMBAR dengan event-event tersebut dalam kurun waktu 4 tahun
terakhir.

Mohon maaf, ambo secara pribadi hanya mancaliak bahwa yang didapat sumbar
adalah *DIMINTA UNTUK JADI TUAN RUMAH YANG BAIK,
*

*tak lebih dari itu!!!!!.*


Secara seremonial mungkin event-event tersebut boleh dikatakan berhasil.
Tapi apakah multyplier effect dari event itu RANAH MINANG nan RANCAK
(SUMBAR) terpromosikan secara keseluruhan?? Sangat minim kalau ”tidak boleh”
mengatakan TIDAK SAMA SEKALI??



Apa buktinya??

Dari beberapa hal nan terjadi di SUMBAR akhir-akhir ko, (nan paliang dakek
adalah event Tour D SINGKARAK, dan kembalinya Mak ITAM Feb 09). Secara kasat
mata awak caliak bahwa kepedulian urang di SUMBAR terhadap event tersebut
sangat minim. Publikasi dan promosi menyeluruh terhadap event-event tersebut
keluar, tidak terlalu menggema.

Walhasil keindahan dan ke elok an RANAH MINANG baru sebatas dilihat oleh
sebagian orang yang terlibat didalamnya.



*Apa hubungannya dengan SUMBAR 1 kedepan.*



Sebelum jauh membahas 5 KRITERIA normatif nan dikemukakan kerek an Z, ambo
berpikir bahwa *calon SUMBAR 1 ke depan* minimal

   1. Mampu memanage potensi nan ado (BERJIWA MANAGERIAL)
   2. Tidak gagap teknologi (IPTEK), dan mau memanfaatkan Teknologi
   3. Peduli terhadap peningkatan kemakmuran dan kesejahteteraan masyarakat.



Mungkin dunsanak nan lain punyo banyak masukan....

Raso no untuak tahap awal bukan SIAPA nan pantas,

tapi APA dan ORANG yang BAGAIMANA yang pantas duduk di singgasana SUMBAR 1
tersebut.
*Masih ada waktu panjang untuak mengkritisi SIAPA itu nantinya...*


Untuak samantaro iko dari ambo.

Talabiah takurang, mohon maaf


Wassalam W W



Arief Rangkayo Mulia

39 taun (L)


Pada 4 Mei 2009 14:09, bandarost <[email protected]> menulis:

>
>
> Assalamu'alaikum WrWb,
>
> Dunsanak sapalanta Yth,
>
> Saya sangat sepakat bahwa topik BA-1 ini mulai dibahas dari sekarang
> mengingat waktu yang sudah hanya tinggal 1 tahun untuk  mencari calon
> yang tepat untuk pemimpin pemerintahan Sumbar No 1 ini.
> Secara pribadi, melihat hingar bingarnya para politisi berebut
> kekuasaan hari-hari ini dengan kelakuan yang  mengherankan dan
> menyebalkan sebagian besar rakyat, saya berpendapat bahwa jalur partai
> saja tidak dapat digunakan dalam memilih pemimpin, sebelum partai-
> partai itu dapat membuktikan kinerjanya sebagai partai yang memang
> memperjuangkan kepentingan rakyat dan bukan mengejar kekuasaan semata.
> Posting terakhir di milis ini tentang absennya 10 orang anggota DPRD
> Sumbar dalam rapat  untuk memutuskan sesuatu yang penting bagi
> kehidupan masyarakat, menunjukkan bahwa memang sebagian mereka ini
> memang sudah melalaikan amanah yang dipikulnya.
> Jalur "kepamongan" tampaknya juga bukan jaminan. Mereka yang sukses
> dalam suatu jabatan ternyata tidak menunjukkan kinerja yang baik
> sewaktu memikul amanah pada jabatan yang lebih tinggi.
> Saya sangat setuju jika salah satu kriteria pemimpin itu adalah
> memahami permasalahan Sumbar atau ranah Minang. Sejumlah solusi atas
> permasalahan ranah Minang terkait erat dengan ilmu pengetahuan, ilmu,
> dan teknologi.
> Simpelnya, mayoritas rakyat di Sumbar hidup di sektor pertanian. Apa
> yang sudah kita capai di bidang sesudah penjajah hengkang dari negeri
> ini ? Sangat terbatas jaringan irigasi teknis yang sangat dibutuhkan
> masyarakat yang dibangun sejak kita merdeka. Di kampung saya, "kapalo
> banda" masih menggunakan teknologi nenek moyang kita dulu juga. Apa
> ilmu dan teknologi yang telah digunakan petani ini untuk meningkatkan
> kehidupannya ? Berapa persen petani yang telah memahami fungsi dari
> berjenis pupuk dan pestisida secara benar ? Berapa persen petani yang
> memahami pengolahan pasca panen ? Kenapa  petani kulit manis Sumbar
> tidak pernah menikmati hasil komoditi yang ditanamnya yang sejak zaman
> VOC sampai sekarang dibutuhkan di seluruh dunia ? Berapa persen
> Sarjana Pertanian yang terjun dalam kehidupan pertanian di lapangan
> sebagai praktisi ? Kenapa semuanya ini dapat terjadi ?
> Kalau kita ingin perubahan di Sumbar, saya mendambakan pemimpin yang
> mampu berupaya secara sungguh-sungguh membangun sektor yang menyangkut
> harkat hidup sebagian besar masyarakat Sumbar ini.
> Saya berdomisili di rantau, dan tidak faham dengan rekam jejak
> sederetan nama yang ditulis di koran tersebut, yang terkait dengan
> problematika pertanian ini.
> Menyangkut kriteria pemimpin ini saya menuliskan pemikiran saya dalam
> blog saya pada  suatu artikel khusus yang cukup panjang untuk di copy-
> paste di milis ini. Bagi yang ingin sharing silahkan mampir dan
> mencermatinya di http://kadaikopi.carpediem123.com/?p=1643
>
> Maaf dan wassalam,
>
> Epy Buchari (66-L)
> Ciputat Timur
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke