IJP jadi Gubernur bukan jadi Bupati.... beliau akan menggantikan gamawan fauzi yang kurang populer lagi jika mencalonkan diri jadi gubernur.... gamawan.. pun lebih tertarik ke tingkat nasional daripada di sumbar... rata-rata hari kerja gamawan juga kadang-kadang lebih sering di jakarta daripada di padang GO IJP ! IJP for Governor !!!!!!!!!!!! Long LIfe IJP !!!!!!!
--- On Tue, 5/5/09, Romi Pernando <[email protected]> wrote: From: Romi Pernando <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Jawa pos : IJP For Bupati Padang Pariaman 2010-2015 To: [email protected] Cc: [email protected] Date: Tuesday, May 5, 2009, 12:53 AM Bunuh Diri Clas,, Jawa Pos [ Selasa, 05 Mei 2009 ] Indra Jaya Pilliang setelah Gagal ke Senayan Incar Jabatan Bupati, Emoh Balik Jadi Pengamat Tidak berhasil menjadi wakil rakyat di DPR tidak membuat Indra Jaya Pilliang berkecil hati dan menyesali pilihannya. Segudang rencana sudah disiapkan pasca pemilihan legislatif ini. Apa saja? PRIYO HANDOKO, Jakarta --- KESEHATAN jiwa sebagian caleg terganggu setelah gagal lolos ke DPR atau DPRD. Tapi, itu tak berlaku bagi Indra Jaya Pilliang, caleg dari Partai Golkar yang maju di dapil Sumatera Barat II. Tidak tampak sedikut pun ekspresi sedih di wajah mantan pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang namanya sering dikutip wartawan itu. ''Saya merasa senang bisa menjadi bagian dari proses pemilu yang paling hebat ini. Bayangkan saja, pemilu ini diwarnai lemahnya penyelenggara pemilu (KPU, Red), kompetisi ketat antarpartai dan caleg. Peristiwa seperti itu tidak akan terulang,'' candanya. Saat ditemui Jawa Pos kemarin di Wisma Kodel, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin (4/5), Indra tampak sedang asyik mengobrol dengan sejumlah kader muda dari Partai Hanura. Dia kini memang fokus menyukseskan duet Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) yang dideklarasikan Partai Golkar dan Partai Hanura pada Jumat 1 Mei lalu. ''Saya masuk tim Cenderawasih,'' ujarnya. Dalam pemilu legislatif 9 April lalu, Indra meraih 26.566 suara. Itu membuat dirinya berada di posisi kedua. Suaranya masih kalah sedikit dari teman separtai, Nudirman Munir, mantan pengacara Tommy Soeharto, yang memperoleh 31.418 suara. Saat Pemilu 2004, Golkar bisa memenangkan 2 kursi. Sayangnya, dalam Pemilu 2009 ini, partai beringin itu hanya bisa mempertahankan 1 kursinya. Akibatnya, Indra terpental. Meski gagal ke Senayan, Indra menegaskan dirinya tidak akan balik kucing ke dunia pengamat yang pernah digeluti. ''Banyak pengamat baru yang sudah lahir. Hanya, sayangnya, sebagian besar di antara mereka merangkap sebagai konsultan,'' ungkap pria kelahiran Pariaman, Sumatera Barat, 19 April 1972, tersebut. Lantas, apa target ke depan? ''Banyak yang bisa saya kerjakan. Saya bisa masuk struktur Golkar untuk membenahi partai. Hanya, belum jelas apakah di DPP atau DPD. Bisa menjadi ketua DPD II Padang Pariaman atau malah jadi bupati Padang Pariaman dalam pilkada Juni 2010,'' jawabnya lantas tertawa lepas. Menurut dia, pilihan untuk berkompetisi di pilkada sangat rasional. Sebab, perolehan suaranya di Padang Pariaman terbesar dibanding caleg lain, yakni 13 ribuan suara. ''Saya mempertimbangkan dengan serius kemungkinan itu (tampil sebagai calon bupati, Red),'' tegasnya. Bahkan, sebagai bukti keseriusan, Indra mengaku mulai berkomunikasi dengan barisan parpol yang mendapat kursi di DPRD Padang Pariaman. Dia mengungkapkan, koalisi Golkar-Hanura di level nasional sangat menguntungkan dirinya. Setidaknya, itu bisa menjadi modal awal kalau bisa diturunkan ke tingkat lokal. ''Dari 35 kursi di DPRD Padang Pariaman, Golkar dapat 5 kursi dan Hanura 4 kursi,'' katanya. Apalagi, ujar dia, kalau Koalisi Besar di tingkat nasional juga benar-benar terealisasi sampai ke tingkat lokal sebagai koalisi dalam pilkada. Meski begitu, ambisi Indra tak melulu struktural. Dia juga menyimpan cita-cita mendirikan lembaga think tank yang akan menjadi instrumen ideologisasi dan strategi partai. Salah satu perannya adalah memberi feed back kepada legislator Golkar yang terpilih duduk di Senayan. ''Intinya, politik itu fleksibel. Yang penting pengalaman tempur di lapangan. Saya sendiri merasa referensi jadi lebih lengkap. Awalnya analisis berbasis data dan wawancara, sekarang menjadi pelaku di lapangan,'' ungkapnya. (el) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
