Mudah2an yg pak Kemal dan kita semua takutkan ,seperti yg dikutip dari Harian 
Republika cepat disadari oleh pemimpin2 kita, karena mereka adalah pemimpin2 yg 
akan menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia. 
Anak kecil saja pada waktu mereka berantem sampai nangis ,belum 5 menit mereka 
sdh melupakan dan bermain kembali. Saya rasa pemimpin2 kita jauh lebih dewasa 
dan sangat profesional serta dpt bersikap sportif dlm menghadapi hidup 
bernegara.

Wassalam
Dewi Mutiara.
--- On Wed, 5/6/09, Kemal Anas <[email protected]> wrote:

From: Kemal Anas <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Natsir,Hamka, dan Etika Berpolitik
To: [email protected]
Date: Wednesday, May 6, 2009, 7:29 AM

Dikutip dari Harian Republika.


Rabu, 06 Mei 2009 pukul 23:14:00
                Natsir, Hamka, dan Etika Berpolitik                     
                 
                

                                        Seorang
teman dari Malaysia, yang baru saja bertugas di Jakarta, mengaku sulit
memahami karakter politik Indonesia. Tokoh yang dahulu bermusuhan,
tiba-tiba bersahabat. Dulu, bersahabat, tiba-tiba seperti bermusuhan.
Tidak itu saja. Ia mengamati sejumlah partai berkoalisi bukan karena
kesamaan platform, melainkan karena alasan sangat personal, sangat pribadi, dan 
bertemu lawan bersama. 

Kepada
teman Malaysia itu, saya mengatakan bahwa bangsa ini sesungguhnya
memiliki tradisi politik yang hebat. Warisan masa lalu, yang pantas
menjadi contoh bagi siapa pun: politik yang indah, beretika, dewasa,
dan tanpa dendam.  
Mohammad Natsir contoh dari keindahan etika
berpolitik itu. Sebagai pemimpin Masyumi, partai yang kemudian
dibubarkan Soekarno, Pak Natsir biasa berdebat sengit dengan DN Aidit,
ketua PKI. Ideologi keduanya  berlawanan. Setelah bersitegang
mempertahankan prinsip, keduanya minum teh bersama.. ''Sebagai tokoh
Masyumi, saya biasa minum teh bersama tokoh-tokoh PKI. Kami memusatkan
diri kepada masalah, bukan kepada person,'' kata Pak Natsir kepada Editor, 23 
Juli 1988.

Orde
Baru membebaskan Pak Natsir dari tahanan rezim Soekarno. Namun, Pak
Natsir tidak mendapatkan kebebasan politik. Masyumi tetap juga
dilarang. Bahkan, ulama dan cendekiawan santun itu dicekal Soeharto.
Meski begitu, Pak Natsir tetap membantu Soeharto memulihkan hubungan
dengan Malaysia, lewat suratnya kepada PM Malaysia, Tengku Abdurrahman.

Ketika
pemerintah Soeharto kesulitan mendapatkan modal dari Jepang, Pak Natsir
menulis surat kepada sahabatnya, Takeo Fukuda, perdana menteri Jepang
saat itu. Atas saran Pak Natsir, Fukuda bersedia membantu Indonesia.
"Beliau (Natsir) meyakinkan kami tentang masa depan Indonesia," tulis
Fukuda dalam surat belasungkawa atas wafatnya Pak Natsir, 1993. 

Keindahan
lain dapat diteladani dari Buya Hamka. Rezim Soekarno memenjarakan Buya
Hamka pada 1964-1966. Hamka difitnah, dituduh pro- Malaysia. Sastrawan
besar dan tokoh Masyumi ini tidak dendam pada Soekarno. Bahkan, Buya
mengambil hikmahnya. Selama di penjara, ulama besar bersuara lembut ini
justru berhasil menyelesaikan karya besar, Tafsir Al-Azhar. 

Ketika
Soekarno meninggal pada 21 Juni 1970, Buya Hamka berdiri di depan dan
menjadi imam shalat jenazah Soekarno. ''Saya telah memaafkannya.
Soekarno banyak jasanya,'' kata Buya ketika itu dengan suaranya yang
lembut.. Kedua tokoh besar itu telah mewariskan etika dan keindahan
berpolitik. Mereka berbeda pandangan dengan lawan politiknya, namun
tidak membawanya ke wilayah pribadi, tidak menyimpan dendam, bahkan
tetap membina silaturahim. Mereka merendahkan suara ketika berdebat
keras. Mereka tidak menghujat dan merendahkan lawan politiknya. 

Kedua
tokoh tersebut mewariskan keindahan kepada kita. Warisan itu ibarat
ribuan kuntum bunga di taman hati yang indah dan menyejukkan. Namun,
ribuan kuntum bunga itu kita biarkan kering dan mati karena hati kita
adalah tanah yang keras. Bahkan, sekuntum bunga sekalipun tidak dapat
tumbuh, kecuali perseteruan dan kebencian.















      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke