Wassalamualaikum w.w. Sanak Ramadhanil dan para sanak sa palanta, Tarimo kasih banyak ateh kiriman naskah Prof Purwanto nan Sanak peloki tu, nan sacaro indak langsuang takaik jo minat ambo kini, yaitu dalam pembelaan hak masyarakat hukum adat, malalui Sekretariat Nasional Masyarakat Hukum Adat (Setnas MHA). Naskah tu alah ambo download dan insya Allah akan ambo baco. Kalau buliah ambo usulkan, tolong Sanak Ramadhanil kirim taruih naskah-naskah nan sarupo tu ka Rantau Net, khusus bagi para sanak kito nan lain, nan baminat dalam hasil-hasil penelitian sajinih jo iko. Untuak mamudahkan para sanak kito dalam mangatahui ma postings Rantau Net nan akan baliau-baliau buka, izinkan ambo manyarankan kito buek heading baru, namokanlah samantaro SERI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. [Kiro-kiro mirip jo SERI NAN DI LUA TAMPURUANG nan ambo luncuakan di RN, nan sampai kini alah sampai ka nomor 74]. Usul ko ambo sampaikan, karano kudian ko ambo mandorong duo pakar antropologi urang awak, yaitu Prof Syafri Sairin dari UGM jo Dr Zulyani Hidayah dari BPPT untuak mahiduikkan baliak studi etnologi, nan sabana penting untuak bangso kito nan bamasyarakat majemuk ko. Tantu tamasuak juo untuak urang awak, nan nampak-nampaknyo juo sangat majemuk ["Adat salingka nagari"]. Alhamdulillah, kaduo baliau manyatujui usul ambo tu. Sabagai catatan, Dr Zulyani Hidayah adolah ahli dalam antropologi kuliner. Salain ka Rantau Net ko, tolong juo dibuek cc-nyo ka alamat-alamat email nan ado dalam kolom cc di ateh. Ambo yakin baliau-baliau -- sabagai pakar -- akan sangat baminat ka makalah-makalah nan akan diusuang. Posting ambo ko ambo cc-kan ka baliau-baliau. Walau basifat kaahlian, tantu sajo para sanak kito nan lain di palanta ko juo bisa sato sakaki, paliang indak manyumbangkan pangalaman ataupun manyumbangkan masalah, nan rasonyo indak kalah pentingnyo untuak diteliti labiah lanjuik. Jo caro itu ambo yakin, bahaso sambia kito 'baminang-minang' di Rantau Net ko kito mandorong munculnyo wacana khusus tantang babarapo tema nan baiyo bana, indak bagarah-garah, nan bana-bana baguno bagi pembangunan bangso kito basamo. Ringkasnyo para pakar urang awak -- dari sagalo macam kaahlian -- kito agiah palanta khusus di Rantau Net ko, samacam biliak ketek. Nan paralu kito paratikan hanyolah rambu-rambu Bung Miko, supayo gadang file-nyo indak buliah labiah dari 200 Kb. Kan iyo baitu, bung Miko? Ateh paratian dan sambutan Sanak, talabiah dahulu ambo ucapkan tarimo kasih banyak.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman; Bukik Surungan, Padang Panjang.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost, but when character is lost everything is lost. Ein Volk ohne Geschichte ist ein Volk ohne Kultur. Alternate e-mail addresses: [email protected]; [email protected] [email protected] --- On Wed, 5/6/09, Ramadhanil pitopang <[email protected]> wrote: From: Ramadhanil pitopang <[email protected]> Subject: Bls: [...@ntau-net] Character is Everything To: [email protected] Cc: [email protected] Date: Wednesday, May 6, 2009, 10:41 PM Ass.Wr.Wb serta Dunsanak-dunsanak di Palanta RN, Pak Saaf yang terhormat terima kasih atas kiriman artikelnya yang dikirimkan secara pribadi untuk saya, saya sudah download tapi belum sempat membaca semuanya. Disini terlampir pula sebuah makalah tentang" Keanekaragaman Budaya dan Keanekaragaman hayati Sebagai dasar Untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia". Sebetulnya ditulis oleh teman saya Prof. Y. Purwanto, peneliti Puslitbang Biologi LIPI, tapi saya tambahkan sedikit dengan beberapa hasil penelitian saya yang relevan. Mungkin ada dunsanak yang telah memiliki tapi mungkin bermanfaat pula bagi dunsanak nan lain sekedar panambah-panambah carito. Intinya..sebagai negara kepulauan terbesar ( lebih kurang 17.000 pulau) yang dihuni oleh lebih 400 ethnic dengan dialect lebih kurang 600 serta dengan ragam budaya, serta dikenal pula sebagai salah satu negara "Megabiodiversity Country" sesungguhnya Indonesia punya potensi asli yang dimiliki dan diwariskan oleh nenek moyang kita dalam pengelolaan Sumberdaya Alam dan lingkungan (termasuk Biodiversity), dari studi yang dilakukan banyak "INDIGENOUS KNOWLEDGE SYSTEM/ LOCAL WISDOM" pada masyarakat Indonesia ini yang compatible dengan pengelolaan sumberdaya alam, dari pada kita mengimpor "Western system" yang kadang kala tidak sesuai dengan kondisi alam, budaya dan hukum adat setempat..... selanjutnya silahkan dibaca di........... Wassalam, Ramadanil Pitopang L45 tahun. --- Pada Sel, 5/5/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis: Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Topik: [...@ntau-net] Character is Everything Kepada: [email protected] Cc: "FA Moeloek" <[email protected]> Tanggal: Selasa, 5 Mei, 2009, 9:41 AM Assalamualaikum w.w, para sanak sa palanta, Memang sudah saatnya kita orang Minangkabau -- yang bermukim di Ranah dan di Rantau -- memikirkan calon gubernur Sumatera Barat mendatang, yang akan menggantikan pak Gamawan, khususnya oleh karena beliau sudah menyatakan tak akan ikut lagi dalam pencalonan. Sebabnya, antara lain, adalah oleh karena walaupun secara yuridis kita yang di Rantau tidak punya hak memilih kepala daerah di Ranah, namun secara kultural kita merasa masih merasa bagian dari masyarakat Sumatera Barat, yang pemerintahannya dipimpin oleh gubernur Sumatera Barat, para bupati, dan para walikota. Adalah wajar, bahwa selain menyebut nama-nama calon gubernur Sumatera Barat mendatang, kita juga menyebut serangkaian kriteria. Dalam postings di RN akhir-akhir ini sudah cukup banyak kriteria yang disajikan. Sekedar untuk bahan pemikiran mengenai hal itu, di bawah ini adalah pendapat saya secara pribadi. 1) Tugas seorang pemimpin pada dasarnya ada empat: a) merumuskan visi masa depan untuk menunjukkan dengan jelas ke arah mana ia akan membawa mereka yang akan ia pimpin; b) memberi motivasi kepada mereka yang ia pimpin untuk mendukung visi masa depannya itu; c) mengambil keputusan besar kecil terhadap kompleksitas masalah yang timbul dalam proses mewujudkan visi masa depannya itu; dan akhirnya d) tak takut bertanggung jawab terhadap kegagalan yang mungkin terjadi dalam mewujudkan visi masa depannya itu. 2) Berhasil tidaknya pelaksanaan empat tugas tersebut bergantung pada karakter -- watak -- dari sang pemimpin, yaitu keseluruhan sifat-sifat pribadinya, baik aspek jasmani maupun aspek kejiwaan, yang tumbuh dan berkembang secara dinamis sejak kecil sampai dewasa. Oleh karena itu telaahan terhadap riwayat hidup atau profil pribadi seorang calon adalah merupakan suatu kemutlakan. [Adalah menarik, ilmu kedokteran sudah mempunyai seperangkat sarana untuk menguji karakter ini, yang disebut sebagai 'kesehatan jiwa', yang telah diterapkan oleh IDI dalam proses pilpres 2004 dahulu, dengan akibat gugurnya Gus Dur.] 3) Watak dasar seorang calon akan terlihat jelas dalam keputusan yang diambilnya pada saat krisis, oleh karena dalam saat-saat biasa ia dapat menampakkan 'wajah publik' yang bisa berlainan dari 'wajah pribadi' yang sesungguhnya. 4) Besar manfaatnya untuk menekuni rangkaian rekam jejak sang calon dalam berbagai keputusan yang diambilnya selama ia menjadi pemimpin. Sampai taraf tertentu, memilih pemimpin ada miripnya dengan memilih jodoh atau memilih menantu. Pada saat pacaran dan meminang, semua calon akan menampakkan sisinya yang terbaik. Namun watak yang sesungguhnya dari jodoh dan menantu itu baru ketahuan setelah kawin dan hidup berumah tangga. Bedanya dengan memilih jodoh dan menantu adalah dalam demokrasi, setelah lima tahun ada kesempatan untuk mencari 'jodoh' dan 'menantu' baru. Jika empat hal di atas disetujui, siapakah di antara seluruh calon yang sudah masuk dalam daftar nominasi calon gubernur, yang bisa kita percaya untuk memimpin Sumatera Barat untuk lima tahun mendatang, pada saat baik Sumatera Barat maupun Indonesia masih dirundung berbagai krisis? Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman; Bukik Surungan, Padang Panjang.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost, but when character is lost everything is lost. Ein Volk ohne Geschichte is Ein Volk ohne Kultur. Alternate e-mail addresses: [email protected]; [email protected] [email protected] Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
