Eh iyo, yo bung Suryadi ? Kini ko sagalonyo bebas, tamasuak bupati dan walikota nan indak mau tahu jo gubernurnyo. Antah bilo koh nagari ko ka segehnyo.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman; Bukik Surungan, Padang Panjang.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost, but when character is lost everything is lost. Ein Volk ohne Geschichte ist ein Volk ohne Kultur. Alternate e-mail addresses: [email protected]; [email protected] [email protected] --- On Thu, 5/7/09, Lies Suryadi <[email protected]> wrote: From: Lies Suryadi <[email protected]> Subject: Bls: [...@ntau-net] Re: Gubernur Marah Bupati Tidak Menghadiri Rapat To: [email protected] Date: Thursday, May 7, 2009, 1:57 PM He he..kalau begitu jauh lebih buruk dibanding zaman VOC. Di zaman itu seorang Fetor (pejabat Belanda di tingkat paling bawah) selalu harus melaporkan perkembangan daerah yang berada di bawah pengawasannya kepada Gubernur. Oleh karena itulah banyak kejadian di daerah yang terpencil sekalipun seperti di Pulau Sumba atau sawu bisa diperoleh catatannya sampai sekarang. Suryadi --- Pada Kam, 7/5/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis: Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> Topik: [...@ntau-net] Re: Gubernur Marah Bupati Tidak Menghadiri Rapat Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 7 Mei, 2009, 8:45 AM Waalaikumsalam w.w. Riri dan para sanak sa palanta, Segala keanehan ini rasanya berakar pada konsep yang diperkenalkan oleh Prof Dr Ryaas Rasyid -- dan disetujui DPR RI -- dalam UU Nomor 22 tahun 1999 dahulu, bahwa daerah tingkat II tidak berada di bawah tingkat I. Walau banyak sedikitnya konsep ini telah diralat dalam UU Nomor 32 Tahun 2004, namun para bupati dan walikota sudah terlanjur menikmati tatanan ganjil berdasar UU sebelumnya itu.Hebatnya lagi, bersamaan dengan bungkemnya para gubernur juga karena kelihatannya tak adanya pengarahan lanjut dari Departemen Dalam Negeri untuk mengoreksi keanehan itu. Secara pribadi saya mendukung sikap keras Gubernur Jambi itu, bukan saja agar hirarki pemerintahan dalam suatu negara kesatuan dapat ditegakkan, tetapi juga agar kebijakan nasional dapat dilaksanakan di seluruh daerah, khususnya dalam hal yang penting-penting. Namun, agar adil kita juga harus mendengarkan alasan dari para bupati atau wali kota yang tak hadir atau tak bisa hadir dalam acara di kantor gubernur ini. Sudah barang tentu kita masih harus tetap bertanya terhadap mereka yang berkata no comment, karena beliau tersebut adalah pejabat publik yang juga harus akuntabel terhadap publik.. Masih terasa aneh jika mereka tidak hadir tanpa alasan sama sekali. Penjelasan yang masuk akal dan bisa diterima adalah adanya beberapa acara yang bersamaan atau hampir bersamaan waktunya, yang disusun oleh beberapa tataran organisasi yang lebih tinggi, yang menyulitkan -- atau bahkan mustahil -- untuk dihadiri. Jika ini masalahnya, maka kesalahan terletak pada kurangnya koordinasi dari staf yang mempersiapkan acara-acara itu. Solusinya --antara lain -- adalah perlunya koordinasi yang lebih erat, antara lain melalui faks, sms, email, dan lebih baik lagi tiwat tilpon. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo; Lagan, Kampuang Dalam, Pariaman; Bukik Surungan, Padang Panjang.) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak" When wealth is lost nothing is lost, when health is lost something is lost, but when character is lost everything is lost. Ein Volk ohne Geschichte ist ein Volk ohne Kultur. Alternate e-mail addresses: [email protected]; [email protected] [email protected] --- On Thu, 5/7/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote: From: Riri Chaidir <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Gubernur Marah Buoati Tidak Menghadiri Rapat To: [email protected] Date: Thursday, May 7, 2009, 7:08 AM Assalamualaikum wr.wb. Karena ada Bupati yang tidak hadir dalam rapat. Gubernur Jambi marah dan didepan peserta rapat, Gubernur langsung menelpon sang Bupati dengan nada keras. Iko link berita di TV kapatang: http://www.tvone.co.id/arsip/view/13314/2009/05/06/gubernur_jambi_marahi_bupati Kalau manuruik ambo, memang caro Gubernur Jambi ko terlalu kareh, tapi mungkin ado juo batuonyo, untuak mengingatkan Bupati yang muungkin “agak slip” dalam membaca paket perundangan UU – disangkonyo dengan era otda awak, Gubernur tu indak ado lai ... Untuak dunsanak nan ndak sempat manonton di TV kapatang, atau koneksi internet sadang agak lambek untuak mengakses link ka tvone, di bawah ko ambo copy kan berita dari Jambi Ekspress (walaupun sayangnya penuturannya “kurang seru” dibanding yang tampak langsung di televisi. BTW, mungkin iko paralu juo dipertimbangkan sebagai kriteria Calon Gubernur yang sadang awak diskusikan di palanta. Jangan dilihat cara beliau marah, tapi lihatlha bagaimana dia bisa mempertahankan posisinya agar tidak hanya dianggap sebagai “abu diateh tungku” seperti nan diungkapkan salah satu dunsanak di palanta Riri Bekasi, L 46 http://jambiekspres.co.id/new/index.php/utama/2231-bupati-tak-hadir-gubernur-ngamuk Selasa, 05 Mei 2009 09:59 Bupati Tak Hadir, Gubernur Ngamuk ZN : Kalau Tak Hadir Lagi, Saya Jemput ke Rumahnya JAMBI - Ketidakhadiran dua bupati di Provinsi Jambi, yakni Bupati Kerinci, Murasman dan Bupati Tanjabar, Dr Safrial MS dalam rapat penyerahan aset, memancing kemarahan Gubernur H Zulkifli Nurdin. Kemarin, dihadapan pejabat yang hadir, baik dari pihak kabupaten maupun provinsi, Gubernur memarahi Bupati Kerinci Murasman lewat ponsel Asisten I Setda Kerinci, Damhar yang mewakili bupati saat itu. “Kenapa tidak pernah hadir dalam acara penting? Apa alasannya?,” tanya Gubernur via ponsel kepada Bupati Kerinci itu. Mendengar jawabannya kurang berkenan, Bang Zul langsung memotong pembicaraannya. “Saya tidak mau lagi, kalau sekali lagi tidak hadir. Atau perlu saya jemput langsung ke rumah pak Bupati,” ujar Gubernur kepada Murasman dengan nada marah. “Sekali lagi kalau saya undang harus hadir. Paham itu, saya paling geram seperti ini tidak pernah hadir,” pekik Gubernur kepada Murasman dan langsung mematikan handphone itu dengan sangat kesal kepada sang Bupati. Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
