Hayooo... baa pandapek Pak Riri serta dusanak lainnyo ....Kok tajadi pulo di awak baa..???.
Uni garis bawahi kata " outsourcing ".... maksudnya untuk merendah padusi atau bagaimana ? atau sifatnya hipobola atau hyperbola...??? Outsourcing - bagian dari " waktu tertentu lho....dengan " pembayaran tertentu" ... dan juga menurut lokasi pula.... kota atau regional... Jadi ingat tuntutan para kaum tenaga kerja untuk menghapus penggunaan tenaga outsourcing..? Wassalam, Evy Nizhamul (Tangerang, suku Tanjung, asal : Kota Padang) http://hyvny.wordpress.com http://bundokanduang.wordpress.com --- On Mon, 5/11/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote: From: Riri Chaidir <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] OOT: Hakim Arab Saudi: Istri Pantas Ditampar Jika Suka Boros! To: [email protected] Date: Monday, May 11, 2009, 4:20 AM Dunsanak, DI Arab, katanya kalau seorang istri membeli abaya terlalu mahal untuk dirinya sendiri, boleh ditampar. Tapi tidak dijelaskan, bagaimana hukumnya kalau seorang suami membeli sekian abaya (untuk sekian istri plus penghuni harem lainnya, plus yang “outsourcing) … Just OOT Riri Hakim Arab Saudi: Istri Pantas Ditampar Jika Suka Boros! Rita Uli Hutapea – detikNews Jeddah - Seorang hakim di Arab Saudi menuai kecaman karena pernyataannya dalam sebuah seminar tentang kekerasan dalam rumah tangga. Menurut hakim tersebut, sah-sah saja bagi seorang pria menampar istrinya yang suka menghambur-hamburkan uang. Hal itu dicetuskan Hamad al-Razine, seorang hakim di Jeddah. Razine memberi contoh pemborosan untuk membeli abaya dari toko terkenal sebagai pembenaran untuk memukul seorang istri. Abaya merupakan jubah berwarna hitam yang menutupi bagian kepala hingga ujung kaki wanita Saudi, yang wajib dikenakan di depan publik. "Jika seseorang memberikan 1.200 riyal untuk istrinya dan dia menghabiskan 900 riyal untuk membeli satu abaya dari toko bermerk, dan jika suaminya menampar wajahnya sebagai reaksi atas tindakannya itu, dia pantas mendapatkan hukuman itu," kata Razine seperti dikutip koran Arab News dan dilansir News.com.au, Senin (11/5/2009). Kata-kata hakim tersebut sontak memicu protes dari para peserta seminar. Seminar tersebut diikuti oleh pejabat-pejabat Saudi juga aktivis kekerasan dalam rumah tangga. Secara khusus seminar tersebut membahas peran pejabat kehakiman dan keamanan dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga. Dalam seminar itu, Razine mengakui masalah kekerasan dalam rumah tangga telah berakar di Saudi. Dan isu itu baru menjadi isu serius belakangan ini saja. Namun dicetuskan Razine, sebagian kekerasan itu diakibatkan oleh perilaku para istri. (ita/nrl) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
