Uni Evy,

 

Kalau yang ambo baco2, dan mandanga carito dari bbrp orang yang pernah
tingga di sinan, memang ada perbedaan "hak". Kalau ambo indak setuju yang
bantuak itu do.

 

Tentang kata "outsourcing", memang yang ambo mukasuik itu, Ni, dengan waktu
dan pembayran tertentu.

 

Dan maaf, ambo bukan merendahkan padusi, tetapi merendahkan semua pihak yang
terlibat, baik "suami-istri", "wali", "penghulu", maupun mereka yang
mendapat keuntungan dari kawin kontrak itu.

 

Salah satu tampek yang "paling populer" itu di Gadog. Kalau Uni arah ka
Puncak, mulai dari lewat saketek lampu merah ciawi, sampai ka mega mendung,
banyak urang pakai gamis dan padusinyo pakai cadar, saraso di arab lo awak
rasonyo. Dulu ambo heran, tapi pacayo atau indak, nan jaleh kalau Uni tanyo
ka mak Google, pakai kata kunci "Arab-Kawin-Kontrak", nah banyak basuo
tulisan tentang itu. Kebetulan, kini ko lah mulai "musim kawin kontrak" tu.
Yang agak "haluih" Uni baco di
<http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/05/02/16410578/turis.arab.serbu
.puncak.musim.kawin.kontrak.dimulai>
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/05/02/16410578/turis.arab.serbu.
puncak.musim.kawin.kontrak.dimulai Yang lebih vulgar, banyak beritanyo di
google ...

 

Dan namo Gadog ko kini lah mulai "dakek" jo "outsourcing", sehingga, kawan2
ambo nan di Pusdiklatwas BPKP di daerah situ kalau ditanyo dima kantuanyo,
selalu menjawab "di Ciawi". Padahal kalau ditanyo ka kapalo desa, namo
kampuang tu Gadog.

 

Gadog itu - kabarnya - Cuma salah satu tempat.

 

Riri

Bekasi, L, 46

 

 

 

 

 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Evy Nizhamul
Sent: Monday, May 11, 2009 3:59 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re:OOT: Hakim Arab Saudi: Istri Pantas Ditampar Jika
Suka Boros!

 


Hayooo... baa pandapek Pak Riri serta dusanak lainnyo  ....Kok tajadi pulo
di awak baa..???.

Uni garis bawahi kata " outsourcing ".... maksudnya untuk merendah padusi
atau bagaimana ? atau sifatnya hipobola atau hyperbola...???

Outsourcing - bagian dari " waktu tertentu lho....dengan " pembayaran
tertentu"  ... dan juga menurut lokasi pula.... kota atau regional...

Jadi ingat tuntutan para kaum tenaga kerja untuk menghapus penggunaan tenaga
outsourcing..?

Wassalam,





  <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/40.gif>   Evy Nizhamul

(Tangerang, suku Tanjung, asal : Kota Padang)

http://hyvny.wordpress.com
http://bundokanduang.wordpress.com



 

 <http://www.ranahati-hyvny.blogspot.com/> 


 <http://www.tambo-hyvny.blogspot.com/> 




--- On Mon, 5/11/09, Riri Chaidir <[email protected]> wrote:


From: Riri Chaidir <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] OOT: Hakim Arab Saudi: Istri Pantas Ditampar Jika Suka
Boros!
To: [email protected]
Date: Monday, May 11, 2009, 4:20 AM

Dunsanak, 

 

DI Arab, katanya kalau seorang istri membeli abaya terlalu mahal untuk
dirinya sendiri, boleh ditampar.

 

Tapi tidak dijelaskan, bagaimana hukumnya kalau seorang suami membeli sekian
abaya (untuk sekian istri plus penghuni harem lainnya, plus yang
"outsourcing) .

 

Just OOT

 

Riri

 

 

 

 

 

Hakim Arab Saudi: Istri Pantas Ditampar Jika Suka Boros!
Rita Uli Hutapea - detikNews

 

Jeddah - Seorang hakim di Arab Saudi menuai kecaman karena pernyataannya
dalam sebuah seminar tentang kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut hakim tersebut, sah-sah saja bagi seorang pria menampar istrinya
yang suka menghambur-hamburkan uang. Hal itu dicetuskan Hamad al-Razine,
seorang hakim di Jeddah.

Razine memberi contoh pemborosan untuk membeli abaya dari toko terkenal
sebagai pembenaran untuk memukul seorang istri. Abaya merupakan jubah
berwarna hitam yang menutupi bagian kepala hingga ujung kaki wanita Saudi,
yang wajib dikenakan di depan publik.

"Jika seseorang memberikan 1.200 riyal untuk istrinya dan dia menghabiskan
900 riyal untuk membeli satu abaya dari toko bermerk, dan jika suaminya
menampar wajahnya sebagai reaksi atas tindakannya itu, dia pantas
mendapatkan hukuman itu," kata Razine seperti dikutip koran Arab News dan
dilansir News.com.au, Senin (11/5/2009).

Kata-kata hakim tersebut sontak memicu protes dari para peserta seminar.
Seminar tersebut diikuti oleh pejabat-pejabat Saudi juga aktivis kekerasan
dalam rumah tangga. Secara khusus seminar tersebut membahas peran pejabat
kehakiman dan keamanan dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam seminar itu, Razine mengakui masalah kekerasan dalam rumah tangga
telah berakar di Saudi. Dan isu itu baru menjadi isu serius belakangan ini
saja. Namun dicetuskan Razine, sebagian kekerasan itu diakibatkan oleh
perilaku para istri.
(ita/nrl)

 





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke