KENAPA NABI MUHAMMAD SEHAT ? (8)
Oleh : K. Suheimi
Kuliah subuh saya hari ini Jum’at 15 mai tentang Kenapa Nabi Muhammad Sehat.
Salah satu sifat nabi yang menyebabkan beliau teramat sehat adalah, beliau
tidak pendendam. Dendam merusak dan mengoyak luka dihati. Dendam membuat mata
sulit dipejamkan. Dendam menguncang dada dan menggoyang jantung. Dendam
menyebabkan gangguan metabolisme. Lalu kenapa harus dendam dan untuk apa
dendam itu ?.
Dendam adalah bibit dan bermulanya bermacam-macam penyakit. Pada penderrita
jantung biasanya di hatinya terselip dendam. Begitupun pada penderita tekanan
darah tinggi dan penderita stroke biasanya dihatinya ada dendam yang tak
kesampaian ada dendam yang membara. Walaupun sudah sering bersalaman dan
bermaafan , namun dia tak bisa melupakan.
Padahal dendam itu harus dihapus dan dihilangkan. Kita di seru oleh rasul
untuk melenyapkan dendam dengan menghapusnya. Ialah dengan memberi maaf. Kerna
maaf itu artinya menghapus. Disaat kau memmaafkan orang lain sesungguhnya kamu
sedang memaafkan dirimu sendiri, menghapus dendam, menghapus dan melenyapkan
penyakit.
Seperti yang sering terbaca dalam Al Qur’an “Hendaklah kamu saling memberi
maaf, tidakkah kau harap akan ampunan Tuhanmu”. Keampunan Allah dikaitkan
dengan kemampuan memaafkan sesama”
Tentu Allah sulit memberikan keampunan disaat manusia tak mampu mengampuni dan
memaafkan saaudaranya..
Ketika Nabi Muhammad membawa 10 000 tentaranya untuk menaklukkan kota Makkah,
semua penduduk Makah ketakutan, lebih-lebih mereka yang pernah mengejek,
menghina, melukai, melecehkan dan mengusir Nabi Muhammad s.a.w ketakutan sekali
akan balas dendamnya Nabi Muhammad..
Perkiraan di hari itu Makah akan berkuah darah, korban akan berjatuhan.
Namun dari mulut yang mulia itu keluar perintah. Siapa yang ingin selamat
berlindunglah ke ka’bah dan pergilah ke rumah Abi Syofyan musuh besarnya.. Tak
setetespun darah tertumpah di hari penaklukkan kota Makkah
Yang menonjol dari kepemimpinan Muhammad adalah kesungguhan, kesabaran,
kesahajaan, kredibilitas, dan kenegarawanannya dalam membimbing umat.
Kesungguhannya dalam memimpin ditandai dengan upaya-upaya sistematisnya untuk
meyakinkan masyarakat di sekitarnya tentang ketauhidan nilai-nilai kebenaran.
Kesabarannya sangat jelas. Hinaan, nistaan, sampai derita fisik diterima Nabi
dengan penuh ketabahan. Kesahajaan ditunjukkan dengan tidak adanya nafsu untuk
menumpuk harta, memperkaya diri. Tidak ada harta yang diwariskan kepada anak
cucu. Kredibilitas Nabi melekat pada julukan Al-Amin. Kenegarawanan Muhammad
tidak dapat disangsikan, bagaimana ketika di Madinah pascahijrah sanga Nabi
dapat mengakomodasi semua kelompok, untuk hidup berdampingan secara damai dan
saling mendukung. Termasuk di dalamnya kelompok-kelompok non Muslim.
Teladan Nabi sang pemimpin sejati memang terlalu ideal. Tetapi apa salahnya di
saat memperingati kelahiran tokoh besar itu nilai-nilai yang dimiliki kita
refleksikan pada kondisi riil yang dihadapi bangsa ini. Ini juga penting buat
mereka yang berambisi menjadi pemimpin untuk berkaca dan mematut diri, apakah
masing-masing laik untuk tampil. Hasrat menggebu saja tidak cukup. Diperlukan
kualitas kepemimpinan yang proporsional untuk merespon rumitnya problematika
bangsa
Bangsa ini adalah bangsa yang kekurangan pemimpin. Semakin parah jika para
pemimpinnya tetap senang menyandang berbagai jabatan sekalipun tidak efektif.
Dan tak sedikit untuk mencapai bias jadi pemimpin itu mereka melakukan
kekerasan dan kekerasan. Sayangnya kekerasan akan menghasilkan kekerasan baru.
Ia menciptakan dendam kesumat yang berkepanjangan. Yang diwariskan
turun-temurun.
Sepertinya kita adalah si penyimpan dendam kesumat yang akan menghalalkan
segala cara. Benar, sebagian kita memang masih gampang meletup emosi
Untuk itu kenapa kita harus dendam, danuntuk apa dendam itu. Kalaulah itu
menimbulkan penyakit.
Dendam merusak diri sendiri (Fahsya”) Dendam merusask lingkungan (munkar) jadi
orang yang dendam sebetulnya sedang melakukan perbuatan yang Fahsya” dan
munkar dan itu adalah dosa besar. DSosa besar yang juga mendatangkan penyakit.
Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an
Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir
di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata:"Segala puji bagi Allah yang
telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak tidak akan
mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah
datang rasul-rasul Rabb kami, membawa kebenaran". Dan diserukan kepada
mereka:"Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu
kamu kerjakan". (QS. 7:43)
Masid Annur Jum’at 15 Mai 2009
Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman
ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---