Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Prof Dr K Suheimi nan bijak bestari,

Alhamdulillah artikel demi arrtikel Pak Emi sangat menyentuh, dan tak
habis-habisnya

Mungkin rancak juo ditulih  tantangan sifat sombong, malecehkan urang,
bahkan barek lidahnyo mambaleh salam urang
Atau cenderung tak mau kenal karano ndak klas nou.   Banyak urang/ pamimpin
cenderung baitu..... antah lah
Samua sifat nantun jauh dari Nabi SAW.......
Tarimokasih

 Wassalam,
Masrur Siddik
L/67 mBandung

2009/5/15 suheimi ksuheimi <[email protected]>

>
>
> KENAPA NABI MUHAMMAD SEHAT ? (8)
> Oleh : K. Suheimi
>
> Kuliah subuh saya hari ini Jum’at 15 mai tentang Kenapa Nabi Muhammad
> Sehat.
> Salah satu sifat nabi yang menyebabkan beliau teramat sehat adalah, beliau
> tidak pendendam. Dendam merusak dan mengoyak luka dihati. Dendam membuat
> mata sulit dipejamkan. Dendam menguncang dada dan menggoyang jantung. Dendam
> menyebabkan gangguan metabolisme. Lalu kenapa harus dendam dan untuk apa
> dendam itu ?.
> Dendam adalah bibit dan bermulanya bermacam-macam penyakit. Pada penderrita
> jantung biasanya di hatinya terselip dendam. Begitupun pada penderita
> tekanan darah tinggi dan penderita stroke biasanya dihatinya ada dendam yang
> tak kesampaian ada dendam yang membara. Walaupun sudah sering bersalaman dan
> bermaafan , namun dia tak bisa melupakan.
>
> Padahal dendam itu harus dihapus dan dihilangkan. Kita di seru oleh rasul
> untuk melenyapkan dendam dengan menghapusnya. Ialah dengan memberi maaf.
> Kerna maaf itu artinya menghapus. Disaat kau memmaafkan orang lain
> sesungguhnya kamu sedang memaafkan dirimu sendiri, menghapus dendam,
> menghapus dan melenyapkan penyakit.
> Seperti yang sering terbaca dalam Al Qur’an “Hendaklah kamu saling memberi
> maaf, tidakkah kau harap akan ampunan Tuhanmu”. Keampunan Allah dikaitkan
> dengan kemampuan memaafkan sesama”
> Tentu Allah sulit memberikan keampunan disaat manusia tak mampu mengampuni
> dan memaafkan saaudaranya..
>
> Ketika Nabi Muhammad membawa 10 000 tentaranya untuk menaklukkan kota
> Makkah, semua penduduk Makah ketakutan, lebih-lebih mereka yang pernah
> mengejek, menghina, melukai, melecehkan dan mengusir Nabi Muhammad s.a.w
> ketakutan sekali akan balas dendamnya Nabi Muhammad..
> Perkiraan di hari itu Makah akan berkuah darah, korban akan berjatuhan.
> Namun dari mulut yang mulia itu keluar perintah. Siapa yang ingin selamat
> berlindunglah ke ka’bah dan pergilah ke rumah Abi Syofyan musuh besarnya..
> Tak setetespun darah tertumpah di hari penaklukkan kota Makkah
>
> Yang menonjol dari kepemimpinan Muhammad adalah kesungguhan, kesabaran,
> kesahajaan, kredibilitas, dan kenegarawanannya dalam membimbing umat.
> Kesungguhannya dalam memimpin ditandai dengan upaya-upaya sistematisnya
> untuk meyakinkan masyarakat di sekitarnya tentang ketauhidan nilai-nilai
> kebenaran. Kesabarannya sangat jelas. Hinaan, nistaan, sampai derita fisik
> diterima Nabi dengan penuh ketabahan. Kesahajaan ditunjukkan dengan tidak
> adanya nafsu untuk menumpuk harta, memperkaya diri. Tidak ada harta yang
> diwariskan kepada anak cucu. Kredibilitas Nabi melekat pada julukan Al-Amin.
> Kenegarawanan Muhammad tidak dapat disangsikan, bagaimana ketika di Madinah
> pascahijrah sanga Nabi dapat mengakomodasi semua kelompok, untuk hidup
> berdampingan secara damai dan saling mendukung. Termasuk di dalamnya
> kelompok-kelompok non Muslim.
> Teladan Nabi sang pemimpin sejati memang terlalu ideal. Tetapi apa salahnya
> di saat memperingati kelahiran tokoh besar itu nilai-nilai yang dimiliki
> kita refleksikan pada kondisi riil yang dihadapi bangsa ini. Ini juga
> penting buat mereka yang berambisi menjadi pemimpin untuk berkaca dan
> mematut diri, apakah masing-masing laik untuk tampil. Hasrat menggebu saja
> tidak cukup. Diperlukan kualitas kepemimpinan yang proporsional untuk
> merespon rumitnya problematika bangsa
> Bangsa ini adalah bangsa yang kekurangan pemimpin. Semakin parah jika para
> pemimpinnya tetap senang menyandang berbagai jabatan sekalipun tidak
> efektif.
> Dan tak sedikit untuk mencapai bias jadi pemimpin itu mereka melakukan
> kekerasan dan kekerasan. Sayangnya kekerasan akan menghasilkan kekerasan
> baru. Ia menciptakan dendam kesumat yang berkepanjangan. Yang diwariskan
> turun-temurun.
> Sepertinya kita adalah si penyimpan dendam kesumat yang akan menghalalkan
> segala cara. Benar, sebagian kita memang masih gampang meletup emosi
>
> Untuk itu kenapa kita harus dendam, danuntuk apa dendam itu. Kalaulah itu
> menimbulkan penyakit.
>
> Dendam merusak diri sendiri (Fahsya”) Dendam merusask lingkungan (munkar)
> jadi orang yang dendam sebetulnya sedang melakukan perbuatan yang Fahsya”
> dan munkar dan itu adalah dosa besar. DSosa besar yang juga mendatangkan
> penyakit.
>
> Untuk itu saya teringat akan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an
>
> Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka;
> mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata:"Segala puji bagi
> Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali
> tidak tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.
> Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Rabb kami, membawa kebenaran". Dan
> diserukan kepada mereka:"Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu,
> disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan". (QS. 7:43)
>
> Masid Annur Jum’at 15 Mai 2009
>
>
>
> ------------------------------
>  Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
> <http://sg.rd.yahoo.com/sg/messenger/maxwell/*http://id.messenger.yahoo.com/>Akhirnya
>  datang juga
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke