Asslm.Wr.Wb.
"Allah ... yang arasy-Nya diatas air "
Mesjid Cordoba memiliki penampung air diatas bukit dan sungai besar
sisi kota sumber air sepanjang tahun sekaligus air gelontor.
Istana Al Hambra, Istana Permata Andalusia memiliki sumber air dibukit
dan sungai sepanjang tahun.

Nah manusia yang memperebutkan kekuasaan dan kerajaan selayaknya
memperhatikan dan menghikmati air sebagai sumber kehidupan dan air
bersih melanggengkan kekuasaan, publik terjamin mendapatkan pelayanan
air bersih.

Ketika benih-benih ditanam di tanah dan diberi air rutin. Allah
berfirman "Siapakah yang menghidupkan dan menumbuhkan benih itu
menjadi sebuah pohon ?"
Allah Yang Rahman dan Rahim memberikan rahmat dan rezekinya pada makhluknya.

Wallahu Alam B. Semoga berguna.
Wass.Wr.Wb.
A U G I JD
augispot.blogspot.com

On 5/15/09, ricky avenzora <[email protected]> wrote:
> MENAMPUNG AIR HUJAN (BERSAMA)
>
> Seminggu ini di kotaku
> Listrik hidup mati, hidup matiiii
> Air ledeng juga enggan mengalir
> Entah apa yang jadi penyebabnya
>
> Entah mengapa
> Seminggu ini listrik di kota ku
> hidup enggan mati tak mau
> Entah m,engapa pula
> Sang ledeng bertingkah
> Dan berpolah pula seperti itu
> Jika mati, maka matilah
> Agar ku hidupkan kembali
> Strongkeng dari masa lalu
> Jika berhenti, maka teruslah berhenti
> Agar aku tahu kemana air harus kucari dan
> Tak perlu harus selalu menanti
>
> Kami sudah mulai gelisah
> Apa yang akan dikerjakan ?
> Tadi malam listrik mati cukup lama
> Untung di luar terang bulan
> Persediaan air di bak dan di kentongan
> Sudah mulai menipis
> Nggak cukup untuk mandi
> Bagaimana kalau ada yang kebelet ?
>
> Tadi malam listrikpun kembali mati cukup lama
> Membuat persediaan air di bak serta kentongan
> menjadi menipis
> Jangankan untuk mandi
> Untuk pipispun sudah tidak bisa ditiris
> Kami gelisah
> Mengapa terang bulan di luar sana
> Tidak mau menuntun apa yang harus kami kerjakan
>
> Menjelang jam sepuluh malam
> Listrik menyala lagi
> Sebelum tidur
> Ku periksa lagi kran ledeng
> Memastikan apa sudah dalam keadaan terbuka
> Biar air bisa mengalir ke bak
> Walau kami sedang tidur
> Kebetulan hanya ada aku dan gadisku di rumah
>
> Jelang tidur, listrik kembali menyala
> Namun ledeng tetap enggan mengalirkan air
> Kubiarkan kran air terbuka
> Berharap air akan mengalir
> Ketika kami tertidur nanti
>
> Tak lama kemudian akupun tertidur
> Satu jam kemudian aku tersentak
> Di luar ku dengar rintik-rintik hujan
> Aku sempat berfikir
> Menunggu Ledeng mengalir ? atau
> Bangun dan menanmpung air hujan ?
> Andaikan ada suamiku
> Aku pasti memilih tidur nyenyak
> Akhirnya kuputuskan bangun sendirian
>
>           Belum lama tertidur
>           Akupun tersentak
>           Rintik-rintik hujan di luar
> Membuatku berfikir
> Haruskah ku tunggu ledeng mengalir atau
> Ku bangun menampung air hujan
> Andaikan suamiku ada
> Pastilah ku pilih tidur nyenyak
> Tapi kuputuskan bangun sendirian
>
> Suasana di luar yang sunyi dan sepi
> Serta keinginan punya persediaan air
> Membuat rasa takutku hilang
>           Aku ingin mempunyai persediaan air
>           Meskipun di luar sunyi dan sepi
>           Rasa takutku tlah hilang…
>
> Ku ambil semua wadah
> Yang bisa untuk menampung air
> Ku jejer di halaman
> Di bawah cucuran atap
> Setelah itu aku kembali tidur
> Ku dengar hujan semakin lebat
>
> Di bawah cucuran atap
>           Ku jejerkan ember, baskom dan periuk
> Biar banyak air yang tertampung
> Lalu aku kembali ke peraduan
> Aku senang hujan makin deras ku dengar
>
> Jelang tidur
> Aku teringat ketika di Bagan Si Api-Api
> Hujan yang tak selalu hadir
> Sementara tak ada sumber air lain
> Ketika hujan datang
> Air hujan tak dibiarkan kembali ke tanah
> Mereka membuat tangki-tangki
> Seperti tangkinya perusahaan minyak
> Air hujan tersebut di alirkan masuk ke tangki
> Pemakaian airpun di buat
> Sehemat mungkin
>
>           Kurebahkan kembali kepalaku di bantal
> Mataku menerawang dan ingatanku melayang
>           Terbayang tangki-tangki air di Bagan Si Api-Api
>           Tempat menampung air hujan
>           Hanya air hujan sumber air bersih disana
>           Sementara hujanpun tak selalu turun setiap hari
>
>
>
> Beda sekali dengan di kampungku
> Air mengalir dari gunung
> Tak berhenti sepanjang waktu
> Terbayang kecipak-kecipak air di Tabek Gadang
> Ketika berkecimpung bersama teman sebaya
> Lalu akupun kembali tertidur
>
> Terbayang kecipak-kecipak air di Tabek Gadang, kampungku.
> Air mengalir dari gunung dan tak henti sepanjang waktu.
> Ketika berkecimpung bersama teman sebaya
> Kenangan yang menghantarkan aku tidur kembali
>
>
>
> Aku terbangun ketika azan subuh berkumandang
> Kulihat wadah-wadah penampung air
> Penuh berisi air
> Alhamdulillah kataku
> Ada saja kemudahan yang diberikan Allah
>
> Aku tersentak ketika subuh berkumandang dalam azan
> Ku tegak dan menatap semua wadah penampung air
> Alhamdulillah, semua penuh berisi air
> Allah telah lembali memberikan satu kemudahan
>
>
> Sesore ini
> Air ledeng masih tidak mengalir
> Namun kulihat langit yang berawan
> Memberikan harapan
> Sebentar lagi akan turun hujan
>
> Ya Allah yang Maha Penyayang
> KepadaMu kami memohon
> Izinkanlah hujan turun
> Biar kami tampung
> Untuk berbagai keperluan
> Kami juga memohon Ya Allah
> Jangan turunkan hujan berlebihan
> Yang akan menyebabkan kesengsaraan
>
>
>
> >
>

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke