MENAMPUNG AIR HUJAN BERSAMA
  
 
Entah mengapa 
Seminggu ini listrik di kota ku 
hidup enggan mati tak mau 
Entah m,engapa pula 
Sang ledeng bertingkah 
Dan berpolah pula seperti itu 
Jika mati, maka matilah 
Agar ku hidupkan kembali 
Strongkeng dari masa lalu 
Jika berhenti, maka teruslah berhenti 
Agar aku tahu kemana air harus kucari dan 
Tak perlu harus selalu menanti 
  
Tadi malam listrikpun kembali mati cukup lama 
Membuat persediaan air di bak serta kentongan 
menjadi menipis 
Jangankan untuk mandi 
Untuk pipispun sudah tidak bisa ditiris 
Kami gelisah 
Mengapa terang bulan di luar sana 
Tidak mau menuntun apa yang harus kami kerjakan 
  
Jelang tidur, listrik kembali menyala 
Namun ledeng tetap enggan mengalirkan air 
Kubiarkan kran air terbuka 
Berharap air akan mengalir 
Ketika kami tertidur nanti 
  
 
          Belum lama tertidur 
          Akupun tersentak 
          Rintik-rintik hujan di luar 
Membuatku berfikir 
Haruskah ku tunggu ledeng mengalir atau 
Ku bangun menampung air hujan 
Andaikan suamiku ada 
Pastilah ku pilih tidur nyenyak 
Tapi kuputuskan bangun sendirian 
  
          Aku ingin mempunyai persediaan air 
          Meskipun di luar sunyi dan sepi 
          Rasa takutku tlah hilang… 
  
Di bawah cucuran atap 
          Ku jejerkan ember, baskom dan periuk 
Biar banyak air yang tertampung 
Lalu aku kembali ke peraduan 
Aku senang hujan makin deras ku dengar 
  
          Kurebahkan kembali kepalaku di bantal 
Mataku menerawang dan ingatanku melayang 
          Terbayang tangki-tangki air di Bagan Si Api-Api 
          Tempat menampung air hujan 
          Hanya air hujan sumber air bersih disana 
          Sementara hujanpun tak selalu turun setiap hari           
       
            Terbayang kecipak-kecipak air di Tabek Gadang,     
          kampungku. 
Air mengalir dari gunung dan tak henti sepanjang waktu. 
Ketika berkecimpung bersama teman sebaya 
Kenangan yang menghantarkan aku tidur kembali   
  
Aku tersentak ketika subuh berkumandang dalam azan 
Ku tegak dan menatap semua wadah penampung air 
Alhamdulillah, semua penuh berisi air 
Allah telah lembali memberikan satu kemudahan   
  
            Ledeng yang ku tunggu mengalirkan air
            Tak kunjung berair walau hari telah kembali sore 
            Awan hitam yang berarak di langit
            Se akan memberikan harapan
            Hujan akan turun sebentar lagi           
              
Ya Allah yang Maha Penyayang 
KepadaMu kami memohon 
Izinkanlah hujan turun 
Biar kami tampung 
Untuk berbagai keperluan 
Kami juga memohon Ya Allah 
Jangan turunkan hujan berlebihan 
Yang akan menyebabkan kesengsaraan 
 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke