Kalo boleh ikut menjawab (sepengetahuan ambo):
*
" Dalam kaidah ekonomi Neo Liberalisme menginginkan berkurang nya atau tidak
ada lagi intervensi pemerintah dalam ekonomi suatu negara. Neo Liberalisme
menyerahkan mekanisme ekonomi kepada Mekanisme pasar dan pasar bebas adalah
tujuannya."*

Sebagaimana aliran utilitarian yang lain, tujuan akhir dari semua aliran
termasuk neoklasik (ambo lebih suka pake istilah iko daripada
neolibneralisme) adalah maksimisasi kemakmuran masyarakat. Yang berbeda
antara aliran neoklasik dan aliran lainnya adalah bagaimana untuk mencapai
tujuan tersebut. Aliran neoklasik percaya bahwa semua individu adalah
rasional, mereka berusaha untuk memaksimisasi utilitasnya dia masing masing.
Kalo semua individu berprilaku seperti ini, maka hasil yang di peroleh dari
mekanisme pasar adalah hasil yang paling optimum dan efisien.

*Jadi market itu cuma tujuan tengah kok :-)*

Intervensi pemeintah masih dibutuhkan untuk menjamin bahwa mekanisme pasar
ini dapat berjalan dengan benar dan melalukan intervensi langsung di hal hal
yang pasar tidak bisa bekerja dengan baik (masalah distribusi, lalu masalah
polusi, etc). Salah satu intervensi dari pemerintah adalah kepastian hukum
dan kelembagaan lainnya.

*Jadi intervensi pemerintah masih perlu kok *
*
"Privatisasi dan menyerahkan kebijakan ekonomi pada pasar dalah ciri khas
dari paham ini. Paham Neo Liberalisme yang sekarang sedang sakit dan hampir
mencapai kehancurannya dianut oleh negara negara pasar bebas dunia."  *

Banyak BUMN (bekas BUMN) yang tidak efisien. Alih-alih dapat dijadikan
sumber pemasukan negara, negara harus terus melakukan subsidi agar
perusahaan ini masih tetap ada (tidak merugi). Pada saat yang bersamaan,
karena mereka tidak efisien dan produktif, banyak project pemerintah yang di
lakukan oleh BUMN (bekas BUMN) dengan nilai proyek yang terlalu tinggi (kalo
diabndingkan dengan proyek yang dikasih ke swasta. Put corrupsion and bribe
aside). Yang terjadi adalah kita, masyarakat indonesia, yang pada akhrinya
harus "mengsubsidi" BUMN yang tidak efisien ini (salah satu sumber uang
pemerintah adalah pajak kan? )

Sedangkan BUMN yang produktif (baca pertamina) malah selalu jadi sapi
perahan pemerintah. Akhirnya mereka malah menjadi makin tidak efisien.
(masih ingat kan hutang yang di lakukan oleh Ibu Sutowo ketika menjadi dirut
pertamina tahun 70-an). Pemerintah akhirnya bayarin hutang itu beserta
bunganya  (kalo ndak salah,utangnya pertaminan ini baru lunas sekitar tahun
1999 atau 200 awal. Butuh literatur lainnya)

Didalam dunia akademis. beberapa riset empiris membuktikan bahwa setelah
privatisasi, perusahaan tersebut menjadi lebih efisien dan produktif. Profit
dari perusahaan itu menjadi lebih besar. (contoh : *Konings, Joseph. ; Van
Cayseele, Patrick. and Warzynski**,** Frederic* "The Effects of
Privatization and Competitive Pressure on A firm' Price-Cost Margins: Micro
Evidence from Emerging Economies.” *Review of Economics and Statistics*, 87
(2005), 124-134 " )

Pertanyaannya adalah :  Buat apa pemerintah mengsubsidi/menalangi BUMN BUMN
yang tidak sehat ini? Selama perusahaan itu bukan perusahaan strategis,
kenapa tidak di privatisasi? .Kenapa pemerintah tidak fokus di
penanggulangan kemiskinan, subdisi buat orang miskin?

Biarkan itu dimiliki oleh swasta, biarkan mereka menjadi lebih efisien dan
produktif. Ketika mereka menjadi lebih efisien atau produktif, negara juga
akan mendapatkan untung dari pajak atau dari dividen dari kepemilikan saham
negara yang masih tersisa (kalo ada).

*"Boediono mungkin berhasil membayar seluruh hutang indonesia pada IMF
dengan membuat hutang baru di dalam negri dan luar negri sehingga rasio
hutang dalam negri indonesia trus bertambah secara tidak rasional.

*Kalo penerimaan negara melebihi semua pengeluaran negara sih, utang ndak
bakal ada. Utang itu adalah implikasi logis dari defisit negara ini.
Sebenarnya ada alternatif lain untuk membiayai defisit ini : SUN (surat
utang negara) atau cetak uang.

SUN itu adalah Surat Utang negara yang di jual ke pasar obligasi. Suka
bunganya harus kompetitif di pasar. Kalo suku bunganya kecil, tidak ada yang
mau untuk beli SUN. Sedangkan alternatif cetak uang sudah tidak mungkin
karena dua alasan. Yang pertama karena  Bi sudah independent dan yang kedua
efek inflasi dari cetak uang.

Akhirnya alternatif pembiayaan defisit cuma : SUN atau utang ke WB atau
lembaga internasional lainnya. Dua duanya utang. Yang berbeda adalah besar
bunganya dan siapa krediturnya.  Utang ke WB biasanya bunganya lebih kecil
dan temponya kebih panjang (soft loan) dibandingkan dnegan utang ke swasta.
Jadinya pilihan utang ke WB atau lembaga internasional itu adalah pilihan
yang paling rasional.

*"Bagi Paham Neo Liberalisme Hutang parameter sebuah negara akuntable dan
bankable."*

Ambo ndak tau, iko sumbernya darimana> :-). Bisa kasih referensi, kayak buku
atau apa lah?
*
"Saat harga BBM melambung tinggi, maka mekanisme pasarnya adalah "Menghapus
subsidi dan membiarkan harga BBM mengikuti harga spot international"
Sehingga daya beli masyarakat yang yang rendah ini dipaksa kan untuk
membeli."*

Hmm. Kalo soal kenaikan harga BBM, udah banyak yang ngasih penjelasan kan
yah. Subsidi itu sebaiknya cuma buat orang miskin. Bukan buat orang kaya
yang punya 2 atau3 mobil. Nah pengguna BBM itu kebanyakan sapa sih? Apa
orang yang memiliki motor yang bensinnya 1 : 20 atau mobil yang bensinnya 1:
10 atau 1 :5?  Ndak mungkin jumlah subsidi yang diterima oleh orang yang
punya mobil (yang boros), 1 : 10 atau 1:5 lebih besar daripada orang yang
punya motor buntut 1 : 20. Kalo pake logika ini, yang banyak nerima subsidi
adalah orang kaya yang punya banyak mobil boros.  Jadi adalah masalah target
yang salah dalam subsidi BBM ini.

Makanya, ketika BBM subsidinya dikurangi, pemerintah punya dana yang lebih
buat dialokasikan ke subsidi yang langsung dinikmati oleh orang orang yang
memang berhak untuk menerimanya.

Kalo ada permasalahan dalam pemberian subsidi baik langsung ke individu atau
melalui program lainnya, yang disalahkan bukan subsidinya dunk. tapi
administrasi pelaksanaannya.
*
" Saat hasil bumi indonesia yang kaya ini perlu di olah dengan baik, maka
mekanisme pasarnya adalah "Undang asing yang lebih mampu untuk mengelola
dengan baik dan biarkan lokal trus menjadi pembantu di negri sendiri"
Sehingga tidak aneh dari hampir 900rb barel produksi minyak kita per hari
yang mampu diproduksi oleh pertamina tidak sampai 200rb barel perhari.
Bagaimana kemandirian bangsa ini bisa terjadi ?"*

Kalo soal Freeport emang ada masalah. Kalo masalah KK emang ada masalah. Itu
harus dirundingkan lagi. Kalo masalah kenapa ndak diserahkan ke Pertamina.
Hmm. Pertaminannya efisien dan produktif ndak? Jangan sampai jumlah
pendapatan pemerintah berkurang dari potensinya cuma karena proyek diberikan
ke pertamina yang tidak efisien.

Kalo pertaminan efisien, kan pertaminan bisa bidding ketika ada lelang
sumber minyak. Kalo yang menang adalah shell atau petronas, selama ini
lelangnya jujur, berarti ada yang salah di pertamina. :-).

Kembali, subsidi lah yang orang yang tepat. Bukan perusahaan besar kayak
pertamina :-)

*"Karena Nationalisme dan Kemandirian suatu bangsa adalah harga mati demi
terciptanya masyarakat indonesia yang mandiri."*

kalo masalah mandiri sepakat. Ambo sepakat bahwa kita harus mandiri dan bisa
bersaing dengan duani internasional. Bukan mandiri dan cuma bisa menang di
rumah sendiri (itu pun karena dibantu ama wasit) :-).

Bagi ambo nasionalisme bukan masalah tolak asing, atau tolak pasar. Itu
(nasionalisme) adalah implikasi logis dari keberhasilan negara menjamin
kesejahteraan semua orang. :-). Menjamin kebebasan bagi siapapun utnuk
berusaha dan menjamin adanya jaminan sosial bagi orang yang tidak mampu
berusaha atau kalah dalam persaingan itu (orang miskin).

Mohon di koreksi kalo ada salah

Wassalam


Aufa

NB : Ambo bukan tim sukses SBY-Boediono atau Kalla-Wiranto ataupun
Mega-Prabowo

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke