Bagi politisi tidak ada istilah budak, karena merekamenghalalkan segala cara. GF adalah politisi juga, jadi kalau sudah tidak jadi Gub lagi tentu harus cari lahan lain, jadi jngan disalahkan. Tidak ada ukuran moral disini, jangan pakai hati nurani.
________________________________ From: Dewi Mutiara <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, May 19, 2009 6:40:59 PM Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: PANAWA TAGULUIK MENJADI BIJAK ,itulah kata yang pas buat pak GF sekarang , bukan hal mudah ,dengan banyaknya yang pro dan kontra membuat pak GF bisa berfikir dengan positif bahwa masyarakat Minang perduli dengan apa yang diperbuat Gubernurnya , tentunya ini semua buat kebaikan dan kemajuan khususnya pak GF ,umumnya masyarakat Minang. Wassalam Dewi Mutiara --- On Tue, 5/19/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: PANAWA TAGULUIK To: [email protected] Date: Tuesday, May 19, 2009, 11:20 AM Dear Pak Suheimi Yang Mulia, 1. Mohon maaf Pak, kalau boleh saya ingin minta ijin utk ikut berpendapat. 2. Pada dasarnya saya sangat sepakat dengan esensi pesan Bpk ttg "mengumpat, ...."ngomel" dan "mencela". Namun demikian barangkali kita juga perlu mempertimbangkan situasi dan kondisi nya.....sehingga kita bisa membangun rentang toleransi yg sesuai. 3. Mohon maaf Pak, ...untuk frase Bpk yg berbunyi "Bukankan semua ini ketentuan Tuhan adanya",......rasa nya kurang cocok utk dijadikan sebagai kisi-kisi pada kasus ini. Bukankah Allah juga telah mengatakan bhw ALLAH tidak akan merubah nasib suatu bangsa jika bangsa tsb tidak mau merubahnya? Dlm konteks merubah nasib bangsa tsb,....maka saya fikir kita harus membuka fikiran dan melapangkan dada untuk melihat "cermin" yg ada. Terlepas dari berbagai keterbatasan yg dimiliki oleh setiap individu kita dalam membaca "cermin" tersebut,.....maka saya yakin bhw "keberanian" utk ikut serta membaca "cermin" adalah suatu sikap yg perlu kita bangun dan kita hargai.. 4. Jika kita "terlalu cepat" memberi label "mengumpat",....label "mencela",....dan label "mengomel".....maka saya khawatir kita mulai membangun budaya "MEMASUNG". Atau,......jika Bpk ijinkan saya utk lebih jujur,....maka dgn pola "terlalu cepat" tersebut saya khawatir jangan-jangan kita malah "jatuh" (alias TIDAK LULUS) dalam "ujian" untuk MENJADI BIJAK. Salam, r.a. Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: suheimi ksuheimi Date: Tue, 19 May 2009 18:40:17 +0800 (SGT) To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: PANAWA TAGULUIK Terima kasih Uda Rainal , sanak Syafruddin telah membaca tulisan yg saya kirim Memang apa yg kita cari dan apa yg kita perebutkan Disaat yg semestinya harus bersyukur masih saja mengumpat, mengomel dan mencela menyampaikan unek-unek ketidak puasannya Orang-orang yg ngomel, memaki, dan tidak pasrah Bukankah semua yg terjadi ini ketentuan Tuhan adanya. Pasrah itu penting kerna Islam itu artinya pasrah, dan memandang sesuatu dari segi baiknya Saya takut kalau kita mengomel dan mengumpat di kenakan sangsi neraka Weil seperti Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, (QS. 104:1) semoga kita di lindungi Allah dari sifat mengomel, mengumpat dan mencela salam teriring doa --- Pada Sen, 18/5/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Topik: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: PANAWA TAGULUIK Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 18 Mei, 2009, 4:36 AM Asww.Pak Dokter dan Pak Rainal Menumpang penilaian Pak Rainal, saya juga sangat bahagia dgn tulisan Pak Dokter kita ini. Mudah2an banyak bisa memahaminya. Sayangnya ran Minang kini lah banyak berubah. Membaca pro kontra soal PAk Gamawan, sepertinya kita bak mengejar layang2 putus. Meski sudah ada yang dapat, namun yang lain tetap ingin merebut. Sepertinya kita lebih bangga sama2 tidak mendapat. Tks. Wassalam Syafruddin AL 46 th tinggal di bogor Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: [email protected] Date: Mon, 18 May 2009 11:06:46 +0000 To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: PANAWA TAGULUIK Assww..Pak dokter Suheimi yg kami hormati...Alhamdulillah tulisan pak dokter sangat menyejukkan hati..tidak menjelekkan calon presiden kita...karena setiap orang pasti ada kelebihan dan kekurangan nya..marilah kita bersama mensukseskan pemilihan presiden...tanpa menjelekkan yang lain..bukankah kita sendiri juga banyak kekurangan...?kalau mau kampanye tunggu waktunya...terima kasih tulisan pak dokter Suheimi dapat menyejukkan kita semua...wass ..Rainal Rais.. Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: suheimi ksuheimi Date: Mon, 18 May 2009 16:37:53 +0800 (SGT) To: <[email protected]> Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Re: PANAWA TAGULUIK Alhamdulillah saya telah menemukan seorang murid yg gigih, pintar pantang menyerah, mencari apa yg belum didapatnya Bocoran yg Ifah dapat itulah kato nan sabananyo Maka dalam suasana seperti sekarang hujat menghujat, apalagi dalam pemilihan Capres, seharusnya kita bersyukur, bukan hujat menghujat. Bukankah kita di seru untuk bersyukur? nikmat Tuhan mana juga lagi yg kita dustakan Bukankah semua sekarang sedang berpihak pada orang Minang? Bukankah semua mata tertuju pada Minang < kerna ada sesuatu di Minang itu yg punya nilai lebih dan sangat di dambakan. Saksikanlak Yusuf Kalla Sumando urang minang , penggagas FSSM, hatinya terpaut ke Minang dan kiprahnyapun banyak ke Minang, sebelum melangkah dia basaro ka ninik mamak minang , mendatangi Harun Zein yg sedang sakit , berkumpul disana tokoh-tokoh Minang yg di segani. SBY berulang kali ke Minang dan menikmati Minang, bahkan ingin membuat Istana di Minang di atas ngarai tempat Museum. Beliau sangat terkesan, anugrah Doktor Hanauris Causa juga di perolehnya di UNAND Bukankah dia memegang Gelar Datuk, berarti SBY adalah mamak kita sekalian Bahkan dihadapan seluruh rakyat Indonesia di maklumatkannya dikibarkankannya bendera Minang melalui Gamawan. Megawati yg kita angkat menjadi Bundo kanduang dan Suaminya juga datuak, jadi beliau ini tak asing lagi untuk minang kabau Dia adalah Bundo kanduang kita, Suaminya adalah Datuk dan panghulu kita. ada kesulitan padanya kita mengadu. Artinya ke tiga tokoh utama ini terpaut hatinya di Minang Kabau Alhamdulillah terima kasih ya Allah 3 orang terbaik putra Indonesia ini ketiganya sangat erat terkait dg orang miang kabau, Sumando, ninik mamak dan Bundo kanduang Jika kita bersyukur pasti Allah akan tambah nikmatnya. Allah akan datang rezki dari kiri, dari kanan, dari atas, dari bawah dari tempat yg tak di duga-duga Ifah simaklah pantun ini indung-indung kelapa indung Hujan dimudik disini mendung Gadis mana pakai kerudung mata melirik hati tersandung Hanya di Minanglah gadis berbaju kurung dan pakai kerudung, sejak dulu kala sampai akhir zaman tak lapuk dek hujan tak lekang oleh panas. Bukankan semua mata melrik ke Minang, Tidakkah ini harus di syukuri? merapi jo singgalang batagak disapu awan bakompi kami pulang taragak jo guru dan kawan-kawan berkompi SBY pulang, Berkompi Yusuf kalla pulang, berkompi Magawati pulang. menyaksikan Merapi dan Singgalang, mencari guru dan teman-temannya Dia ke Minag ke kampungnya tempat dia jadi Sumando, mamak dan Bundo Kanduang Syukuri jugalah ini Ifah yg baik inilah yg di cari orang dan datang ke Minang, dan tak kita temukan di tempat lain. Date: Monday, May 18, 2009, 10:08 AM Pesan Rasul "tidaklah aku di utus, melainkan untuk memperbaiki akhlak" Akhlak tercermin dari tutur kata. Bahasa menunjukkan bangsa. Maka orang kita terdahulu di Minang meraut akhlaknya dg memperhalus dan me raut bahasa dg berpantun dan ber petatah Untuk menyampaikan hasrat dan ke inginan di ungkapkan dalam bentuk pantun Dalam pantun ada yg tersurat dan ada yg tersirat, Walaupun kail yg di bentuk, tapi ikan di laut nan dihadangnyo. Yg tersirat itu kadang-kadang porsinya lebih besar. Angin nan berhembus menyampaikan pesan. dan pitaruah < Siang di patungkek malam di pakalang> misalnya pantun itu berbunyi begini sapu tangan sagi ampek babungo jo bungo taratai luko ditangan dapek diubek luko hati mambao sansai badarai daun katapang ditimpo sidaun kaladi bialah sansai badan den surang asa basuo nandihati ada yg berbentuk nasehat yg disebut Gurindam insyaallah akan di lewakan di Palanta salam K Suheimi ________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
