Dunsanak di Palanta Rantaunet nan ambo hormati. Bukan mukasuik ambo nak meneba tuah atau kampanye diri, namun rasonyo ado nan paralu ambo sampaikan di palanta kito iko dan mungkin pulo paralu dipaiyo-dipatidokan lebih lanjut khususnyo jo generasi mudo Minang Kabau.
Hari Rabu, tanggal 20 Mei 2009 ambo basarato induak bareh diundang oleh Panitia Pusat Peringatan ke 101 Hari Kebangkinan Nasional untuk menjadi peserta dialog antara Kepala Negara dengan kelompok masyarakat di daerah terdepan Nusantara serta masyarakat Indonesia yang berada di Luar negeri (Belanda dan Jepang). Acara ini dihadiri oleh para menteri, ketua MPR, para Dubes dan dilaksanakan di gedung menara SCTV Senayan City. Secara kebetulan nan ditunjuak menjadi jurubicara masyarakat Indonesia yang berada di Jepang adalah anak ambo (ybst. saat ini sedang melanjutkan pendidikan di salah satu Universitas di Tokyo). Selesai anak ambo berdialog jo Kepala Negara, ambo sebagai orang tua dari anak, diminta oleh pembawa acara untuak menyampaikan pesan seorang Bapak ka anaknyo yang sedang menuntut ilmu. Tiga takdir di luar kemampuan manusia merencanakannya, (*tidak berpintu nafas berlalu, tidak berjangka malang tiba, tidak berjanji dengan rejeki*) mako berbicara di depan Kepala Negara pada Forum Kenegaraan resmi tidak pernah ada dalam angan-angan ambo. Barbicara dalam forum sarupo iko ambo anggap sebagai satu rejeki nan paralu disyukuri, dan indak buliah disio-siokan. Karano acara iko sifatnyo nasional, tentunya pesan utama nan paralu ambo sampaikan normatif pulo sifatnyo, sarupo "supayo batarimo kasih kapado pahlawan bangsa, rajin-rajinlah belajar, lalu kembali ke tanah air untuk membangun bangsa dst. bla, bla. Siaran ulang acara tsb. ditayangkan kembali pukul 22.30 sd. 24.30 WIB malam itu juga. Namun sayang pesan khusus nan ambo sampaikan ka anak di depan forum resmi tersebut di cut oleh panitia. Sungguahpun lahirnyo pesan tersebut ambo sampaikan ka anak, namun hakekatnya ambo malewakan ka masyarakat di dalam *acara resmi negara/dihadapan Kepala Negara arti/makna kata "minang" jo "kabau".* Kalimatnya bunyinyo kiro-kiro sbb: Saya minta ijin kepada Bapak Presiden, SBY yang bergelar Maharajo Dirajo PamuncaK Sari Alam untuk menyampaikan pesan kepada kemenakan Bapak dalam bentuk metafora. Pesan ini berasal, dari datuk dari Datuknya (nama anak): supaya dalam hidup di dunia kita selalu berusaha menjaga "*minang" atau sumber air yang jernih*dan mencari/memelihara " *kerbau" sebanyak-banyaknya guna membajak "sawah liat di di bumi*". Tampak presiden ketika mendengar kalimat tersebut tersenyum dan mengangguk-angguk, dan memberi komentar sesudahnya dengan ucapan "pesan itu bagus sekali". Kesimpulan: Saat isu pemanasan global serta masalah kekurangan sumber air bersih di bumi, maka arti kata "minang" perlu kita paiyo patidokan lebih lanjut sesuai dengan mamangan adat nan mangatokan: Kato sorang dibulek i, kato basamo di paiyokan. *Tuhan menitipkan nyawa untuk makhluknya pada "minang" atau air*, agar manusia, flora, fauna tetap eksis di muka bumi Untuk referensi: silakan klik di: http://www.nagari.or.id/?moda=minangkabaudan Telah dibaca oleh 11440 orang. Wallahu aklamu bish showab Abraham Ilyas, 64 th webmaster/admin nagari.org --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
