Dear Pak Irsyal serta Majelis RN Yang Mulia, 1. Salam kenal dan salam hormat saya utk Bpk. Meskipun diskusi sdg Bpk arahkan pada Pak Riri, saya mohon ijin utk ikut serta berdiskusi dengan Bapak dan Majelis RN semua (yang tertarik dengan topik ini tentunya). 2. Terlepas dari apakah empat baris kalimat yang Bpk tulis tersebut adalah pepatah (seperti yg Bpk sampaikan) ataukah pantun (seperti yang ditanggapi oleh Pak Hendri di Melbourne), maka pada dasarnya saya SANGAT SETUJU dengan esensi kalimat-kalimat tersebut. Namun demikian, berkaitan dengan dinamika diskusi yang berkaitan dengan itu, maka barangkali kita perlu menemukan LOKUS nya serta porsi nya yang sesuai.
3. Barakyat dahulu baru barajo dan jikok panghulu bakamanakan adalah BENAR. Namun demikian saya fikir kita juga sama-sama tahu akan pepatah yang mengatakan Raja Bijaksana Raja Disembah, Raja Tak Adil Raja Disanggah. Kalau duduak jo nan tuo pandai nan usah dipanggakan adalah BAIK. Namun demikian, kalau kita keliru menempatkannya maka barangkali kita bersama (baca: baik generasi yang lebih tua atau generasi yang lebih muda) bisa KEHILANGAN BANYAK HAL untuk masa yang bisa sangat panjang. 4. Saya yakin bahwa kita sama-sama setuju bahwa generasi muda (baca: generasi yang lebih muda) adalah generasi penerus kita. Saya juga yakin bahwa kita sama-sama setuju bahwa generasi penerus harus lebih baik dari generasi yang lebih dahulu. Jika generasi penerus kita hanya sama dengan kita, maka kehidupan ini (baca juga: bangsa ini) hanya akan stagnan. Agar bangsa ini bisa lebih maju, maka generasi penerus kita HARUS lebih baik dari kita yang lebih tua. 5. Hingga di situ, persoalan yang kita hadapi adalah apa yang harus kita lakukan agar generasi penerus kita bisa lebih maju dari generasi yang lebih tua. Atas persoalan itu, maka saya yakin bahwa kita sama-sama setuju bahwa generasi penerus kita SETIDAKNYA HARUS : a. Mempunyai kemampuan berfikir & pemahaman yang lebih baik dari kita, b. Mempunyai kemampuan merasa yang lebih baik dari kita, c. Mempunyai kemampuan bergerak yang lebih baik dari kita, d. Mempunyai kemampuan emotional-quotion yang lebih baik dari kita, e. Mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik dari kita, f. Mempunyai kesadaran dan pengamalan beragama yang lebih baik dari kita. 6. Sampai di sini, persoalan kita berikutnya adalah bagaimana caranya kita tahu bahwa generasi penerus kita sudah mempunyai setidaknya 6 butir di atas LEBIH BAIK dari kita generasi yang lebih tua. Jika kita generasi yang lebih tua ternyata mendapat hidayah dari ALLAH untuk bisa duduk pada pepatah Minang yang berbunyi Alun Takilek Alah Takalam, maka Alhamdulillah. Jika tidak, bagaimana ? Dan, bukankah juga ada pepatah yang mengatakan "Dalamnya Laut Bisa Diukur, Dalam Hati Siapa Tahu" ? Atas dinamika itu, maka saya yakin kita sepakat bahwa salah satu cara terbaik adalah melatih generasi muda penerus kita untuk merdeka dan bisa serta pandai berbicara. Dalam bahasa pendidikan, saya yakin kita sama-sama tahu dan sepakat bahwa dari apa yang dibicarakan oleh generasi penerus kita maka kita bisa tahu dari mana dia dan akan kemana dia. Dari sinilah kita bisa secara lebih baik menilai apakah dia sudah lebih baik dari kita generasi yang lebih tua atau belum. 7. Saya sangat paham, dan saya juga yakin bahwa kerap kali kita yang lebih tua sering merasakan "kelucuan-kelucuan",......."kebingungan-kebingungan",......"keterkejutan-keterkejutan",...etc ...hingga bahkan "kedongkolan" ketika mendengar berbagai "celoteh" generasi yang lebih muda dari kita. Di satu sisi, barangkali kita merasakan adanya sesuatu yang tidak pas dengan "sejarah perjalanan" kita generasi yang lebih tua,....tapi di sisi lain dari situlah kita tahu "SUDAH DI TITIK MANA" mereka saat ini. Apapun titik yang sudah mereka capai, maka barangkali disitulah pengorbanan kita generasi yang lebih tua dibutuhkan,.....yaitu setidaknya berupa pengorbanan kesabaran, dan pengorbanan berupa keteguhan niat dan hati untuk terus MELATIH mereka agar mereka bisa lebih baik dari kita generasi yang lebih tua. Meskipun di satu sisi (ketika kedongkolan yang datang), ..."celoteh" generasi yang lebih muda tersebut bisa membuat "bathin ikuik takucak",.....namun saya yakin kita tetap sepakat bahwa memberikan kesempatan mereka untuk merdeka, bisa dan pandai berbicara adalah LEBIH BAIK bagi kita semua untuk masa yang sangat panjang. Ekstrimnya, ...mana yang lebih baik kita lakukan .......antara ikhlas berkorban untuk melatih mereka agar merdeka, bisa dan pandai bicara .......dari pada kita (baca: yang muda dan yang tua) hanya (maaf) "sok-sok-an berpatah-petitih ria"...hanya untuk mengelak atau saling menyindir belaka? Saya tidak mengatakan bahwa berpepatah-petitih adalah salah atau kurang bermakna, tapi yang ingin saya sampaikan bahwa dalam menghadapi dunia luar (baca : diluar minang dan semua lapisan masyarakat di mana saja) saya yakin kita sepakat bahwa kita perlu melatih generasi penerus kita untuk bisa mempunyai kemampuan BAHASA LISAN dan BAHASA TULISAN yang baik dan cerdas agar generasi penerus kita tersebut bisa berkomunikasi dengan semua lapisan nantinya. Mereka harus mampu menterjemahkan pesan dalam suatu pepatah ke dalam bahasa umum yang bisa lebih mudah dimngerti oleh lawan komunikasi mereka dari semua lapisan. 8. Sampai di situ, barangkali perspektif saya lebih banyak tertuju pada generasi yang lebih tua. Untuk menyeimbangkan nya maka ijinkan saya untuk berikutnya menyampaikan DUA saja perspektif khusus untuk generasi yang lebih muda, yaitu: a. Agar Bangsa ini bisa maju, maka generasi muda sebagai generasi penerus dari yang lebih tua adalah HARUS LEBIH dalam segala hal dari generasi penerus. Peluang untuk menjadi LEBIH dan LEBIH dari generasi yang lebih tua adalah sangat terbuka dan harus diperjuangkan agar terwujud. Namun demikian, saya sebagai generasi yang lebih muda dari Pak Irsyal adalah HARUS SADAR bahwa TIDAK MUNGKIN BESOK PAGI USIA SAYA MENJADI LEBIH TUA dari beliau. b. Bicaralah...bicaralah...bicaralah......harapan kami (generasi yang lebih tua) kami titipkan pada pundak mu. Tunjukan lah kepandaian mu, karena kami ingin mati dalam senyum, yaitu senyum karena kami yakin setidaknya kalian telah bisa berdiri di atas kaki kalian sendiri. Tantang lah kami (generasi yang lebih tua) sebagai batu pengasah pisau mu, itu lebih baik bagi kami daripada kalian mati ditikam pisau orang lain. Luruskan lah niatmu dan teguhkanlah hati serta akal mu, percayalah bahwa ALLAH akan selalu menepati janji NYA. 9. Mohon maaf atas kesalahan pilihan kata dan kalimat serta yang tidak berkenan bagi Bpk dan Mejelis semua. Salam, r.a L, 45, JKT. --- On Fri, 5/22/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Saya Siap dengan segala Risiko => Kok manyipak kananlain?? To: [email protected] Date: Friday, May 22, 2009, 8:59 PM Sanak Riri Chaidir. Ado pepatah nan mangatokan: BARAKYAT DULU MANGKO BARAJO JIKOK PENGHULU BAKAMANAKAN KALAU DUDUAK JO NAN TUO PANDAI NAN USAH DIPANGGAKKAN. Apo iko maknanyo sasuai nan dimaksudkan sanak Riri indak mangarati ambodoh. Irsyal Rusad, 54,L. Riau Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! From: "Riri Chaidir" Date: Fri, 22 May 2009 20:49:13 +0700 To: <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: Saya Siap dengan segala Risiko => Kok manyipak kanan lain?? From: [email protected] [mailto: [email protected] ] On Behalf Of [email protected] Sent: Friday, May 22, 2009 7:51 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: Saya Siap dengan segala Risiko => Kok manyipak kanan lain?? ….. Eh, sanak, kalau penjelasan Bung Rudi Antono pada postingan tadi bahwa kawan samo sikolanya Z Chaniago tu adolah sanak, berarti sanak ampek kali adiak dek ambo. Ateh bawah ambo lah ubanan. Just cutious kato urang londo. Ambo pernah mandanga, kalau di kalangan awak ado diskusi/ perdebatan, maka umur menjadi “senjata pamungkan”. Apo batua itu, atau Cuma gosip? Wass Riri --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
