Uda Irsal, Ricky, dan dunsanak sadonyo.

 

Iyo Uda, itu nan ambo mukasuik.

 

Taruih tarang, sabananyo ambo agak sulik mananngkok arti ajaran nan 4 barih
tu. Ambo baru mangarati bana setelah mambaco respon dari Ricky (Thanks,
Rick).

 

Itu yang acok "jadi pertanyaan" dek ambo, apakah kalau di awak tu kalau
urang nan umua nyo labiah mudo indak buliah membantah nan labiah tuo?

"Keywords" sejenis: "berarti sanak ampek kali adiak dek ambo" ,  nan ambo
kutip tu, atau nan acok lo ambo danga "danga lah dek dinda dulu..." itu
adalah contoh2 nan kedengarannya "halus" gaya bahasanya, tapi tekanannya
kuat juga. Atau ado nan labiah lugas: "samo gadang se pagarahan ..."

 

Pertanyaan ko pernah lo ambo ajukan di palanta ko (waktu ambo mamintak
supayo ado pembahasan "adat minang dalam level practise". Satu2nyo tanggapan
nan ambo dapek waktu itu Cuma dari Pak Saaf. Waktu itu (dan kini pun begitu)
ambo bapikia, apakah itu artinya awak itu "feodal", (ambo latak an dalam
tanda kutip, karano feodal nan ambo mukasuik bukan berdasarkan tingkat
kebangsawanan, tetapi berdasarkan umua).

 

Ambo sangaik sesuai kalau yang lebih tua dihormati, dan itu diwujudkan dalam
bentuk cara bertutur, gaya bahasa, bahasa tubuh, dsb. Tapi apakah berarti
"content" yang disampaikan orang yang lebih tua tidak boleh dibantah?

 

Riri

Bekasi, l, 46

 

 

 

 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Saturday, May 23, 2009 1:42 AM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Tua VS Muda Re: Saya Siap dengan segala Risiko => Kok
manyipak kananlain??

 


Dear Pak Irsyal serta Majelis RN Yang Mulia,

 

1. Salam kenal dan salam hormat saya utk Bpk. Meskipun diskusi sdg Bpk
arahkan pada Pak Riri, saya mohon ijin utk ikut serta berdiskusi dengan
Bapak dan Majelis RN semua (yang tertarik dengan topik ini tentunya). 

 

2. Terlepas dari apakah empat baris kalimat yang Bpk tulis tersebut adalah
pepatah (seperti yg Bpk sampaikan) ataukah pantun (seperti yang ditanggapi
oleh  Pak Hendri di Melbourne), maka pada dasarnya saya SANGAT SETUJU dengan
esensi kalimat-kalimat tersebut. Namun demikian, berkaitan dengan dinamika
diskusi yang berkaitan dengan itu, maka barangkali kita perlu menemukan
LOKUS nya serta porsi nya yang sesuai. 

 

 

3.  Barakyat dahulu baru barajo dan jikok panghulu bakamanakan adalah BENAR.
Namun demikian saya fikir kita juga sama-sama tahu akan pepatah yang
mengatakan Raja Bijaksana Raja Disembah, Raja Tak Adil Raja Disanggah. 

 

Kalau duduak jo nan tuo pandai nan usah dipanggakan adalah BAIK. Namun
demikian, kalau kita keliru menempatkannya maka barangkali kita bersama
(baca: baik generasi yang lebih tua atau generasi yang lebih muda) bisa
KEHILANGAN BANYAK HAL untuk masa yang bisa sangat panjang. 

 

4. Saya yakin bahwa kita sama-sama setuju bahwa generasi muda (baca:
generasi yang lebih muda) adalah generasi penerus kita. Saya juga yakin
bahwa kita sama-sama setuju bahwa generasi penerus harus lebih baik dari
generasi yang lebih dahulu. Jika generasi penerus kita hanya sama dengan
kita, maka kehidupan ini (baca juga: bangsa ini) hanya akan stagnan. Agar
bangsa ini bisa lebih maju, maka generasi penerus kita HARUS lebih baik dari
kita yang lebih tua. 

 

5. Hingga di situ, persoalan yang kita hadapi adalah apa yang harus kita
lakukan agar generasi penerus kita bisa lebih maju dari generasi yang lebih
tua. Atas persoalan itu, maka saya yakin bahwa kita sama-sama setuju bahwa
generasi penerus kita  SETIDAKNYA HARUS :

 

a. Mempunyai kemampuan berfikir & pemahaman yang lebih baik dari kita,

b. Mempunyai kemampuan merasa yang lebih baik dari kita,

c. Mempunyai kemampuan bergerak yang lebih baik dari kita,

d. Mempunyai kemampuan emotional-quotion yang lebih baik dari kita,

e. Mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik dari kita,

f.  Mempunyai kesadaran dan pengamalan beragama yang lebih baik dari 
    kita.

 

6. Sampai di sini, persoalan kita berikutnya adalah bagaimana caranya kita
tahu bahwa generasi penerus kita sudah mempunyai setidaknya 6 butir di atas
LEBIH BAIK dari kita generasi yang lebih tua. Jika kita generasi yang lebih
tua ternyata mendapat hidayah dari ALLAH untuk bisa duduk pada pepatah
Minang yang berbunyi Alun Takilek Alah Takalam, maka Alhamdulillah. Jika
tidak, bagaimana ? Dan, bukankah juga ada pepatah yang mengatakan "Dalamnya
Laut Bisa Diukur, Dalam Hati Siapa Tahu" ?

 

Atas dinamika itu, maka saya yakin kita sepakat bahwa salah satu cara
terbaik adalah melatih generasi muda penerus kita untuk merdeka dan bisa
serta pandai berbicara.  Dalam bahasa pendidikan, saya yakin kita sama-sama
tahu dan sepakat bahwa dari apa yang dibicarakan oleh generasi penerus kita
maka kita bisa tahu dari mana dia dan akan kemana dia. Dari sinilah kita
bisa secara lebih baik menilai apakah dia sudah lebih baik dari kita
generasi yang lebih tua atau belum. 

 

7. Saya sangat paham, dan saya juga yakin bahwa kerap kali kita yang lebih
tua sering merasakan
"kelucuan-kelucuan",......."kebingungan-kebingungan",......"keterkejutan-ket
erkejutan",...etc ...hingga bahkan "kedongkolan" ketika mendengar berbagai
"celoteh" generasi yang lebih muda dari kita. Di satu sisi, barangkali kita
merasakan adanya sesuatu yang tidak pas dengan "sejarah perjalanan" kita
generasi yang lebih tua,....tapi di sisi lain dari situlah kita tahu "SUDAH
DI TITIK MANA" mereka saat ini. 

 

Apapun titik yang sudah mereka capai, maka barangkali disitulah pengorbanan
kita generasi yang lebih tua dibutuhkan,.....yaitu setidaknya berupa
pengorbanan kesabaran, dan pengorbanan berupa keteguhan niat dan hati untuk
terus MELATIH mereka agar mereka bisa lebih baik dari kita generasi yang
lebih tua. 

 

Meskipun di satu sisi (ketika kedongkolan yang datang), ..."celoteh"
generasi yang lebih muda tersebut bisa membuat "bathin ikuik
takucak",.....namun saya yakin  kita tetap sepakat bahwa memberikan
kesempatan mereka untuk merdeka, bisa dan pandai berbicara adalah LEBIH BAIK
bagi kita semua untuk masa yang sangat panjang. 

 

Ekstrimnya, ...mana yang lebih baik kita lakukan .......antara ikhlas
berkorban  untuk melatih mereka agar merdeka, bisa dan pandai bicara
.......dari pada kita (baca: yang muda dan yang tua) hanya  (maaf)
"sok-sok-an berpatah-petitih ria"...hanya untuk mengelak atau saling
menyindir belaka? 

 

Saya tidak mengatakan bahwa berpepatah-petitih adalah salah atau kurang
bermakna, tapi yang ingin saya sampaikan bahwa dalam menghadapi dunia luar
(baca : diluar minang dan semua lapisan masyarakat di mana saja) saya yakin
kita sepakat bahwa kita perlu melatih generasi penerus kita untuk bisa
mempunyai kemampuan BAHASA LISAN dan BAHASA TULISAN yang baik dan cerdas
agar generasi penerus kita tersebut bisa berkomunikasi dengan semua lapisan
nantinya. Mereka harus mampu menterjemahkan pesan dalam suatu pepatah ke
dalam bahasa umum yang bisa lebih mudah dimngerti oleh lawan komunikasi
mereka dari semua lapisan. 

 

8. Sampai di situ, barangkali perspektif saya lebih banyak  tertuju pada
generasi yang lebih tua. Untuk menyeimbangkan nya maka ijinkan saya untuk
berikutnya menyampaikan DUA saja perspektif khusus untuk generasi yang lebih
muda, yaitu:

 

a. Agar Bangsa ini bisa maju, maka generasi muda sebagai generasi penerus
dari yang lebih tua adalah HARUS LEBIH dalam segala hal dari generasi
penerus. Peluang untuk menjadi LEBIH dan LEBIH dari generasi yang lebih tua
adalah sangat terbuka dan harus diperjuangkan agar terwujud. Namun demikian,
saya sebagai generasi yang lebih muda dari Pak Irsyal adalah HARUS SADAR
bahwa TIDAK MUNGKIN BESOK PAGI USIA SAYA MENJADI LEBIH TUA dari beliau. 

 

b. Bicaralah...bicaralah...bicaralah......harapan kami (generasi yang lebih
tua) kami titipkan pada pundak mu. Tunjukan lah kepandaian mu, karena kami
ingin mati dalam senyum, yaitu senyum karena kami yakin setidaknya kalian
telah bisa berdiri di atas kaki kalian sendiri. Tantang lah kami (generasi
yang lebih tua) sebagai batu pengasah pisau mu, itu lebih baik bagi kami
daripada kalian mati ditikam pisau orang lain. Luruskan lah niatmu dan
teguhkanlah hati serta akal mu, percayalah bahwa ALLAH akan selalu menepati
janji NYA. 

 

9. Mohon maaf atas kesalahan pilihan kata dan kalimat serta yang tidak
berkenan bagi Bpk dan Mejelis semua.

 

Salam,

r.a

L, 45, JKT. 

 

 

 

 

 

 



--- On Fri, 5/22/09, [email protected] <[email protected]>
wrote:


From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Saya Siap dengan segala Risiko => Kok manyipak
kananlain??
To: [email protected]
Date: Friday, May 22, 2009, 8:59 PM

Sanak Riri Chaidir. Ado pepatah nan mangatokan:

BARAKYAT DULU MANGKO BARAJO
JIKOK PENGHULU BAKAMANAKAN
KALAU DUDUAK JO NAN TUO
PANDAI NAN USAH DIPANGGAKKAN.

Apo iko maknanyo sasuai nan dimaksudkan sanak Riri indak mangarati ambodoh.

Irsyal Rusad, 54,L. Riau



Sent from my BlackBerryR smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
Teruuusss...!


  _____  


From: "Riri Chaidir" 
Date: Fri, 22 May 2009 20:49:13 +0700
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Saya Siap dengan segala Risiko => Kok manyipak
kanan lain??


  _____  


From: [email protected] [mailto: [email protected] ] On
Behalf Of [email protected]
Sent: Friday, May 22, 2009 7:51 PM
To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Re: Saya Siap dengan segala Risiko => Kok manyipak
kanan lain??

 

...

Eh, sanak, kalau penjelasan Bung Rudi Antono pada postingan tadi bahwa kawan
samo sikolanya Z Chaniago tu adolah sanak, berarti sanak ampek kali adiak
dek ambo. Ateh bawah ambo lah ubanan.

Just cutious kato urang londo. Ambo pernah mandanga, kalau di kalangan awak
ado diskusi/ perdebatan, maka umur menjadi "senjata pamungkan".

Apo batua itu, atau Cuma gosip? 

  

Wass 

  

Riri





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke