Saya sepakat dengan kedua-duanya, saya sepakat dengan Uda Muzirman bahwa rakyat berhak mendapatkan rekam jejak para kandidat, dan saya juga sepakat dengan JG bahwa untuk menampilkan rekam jejak kandidat itu bukanlah porsi pemerintah.
Porsi terbesar untuk menampilkan rekam jejak kandidat adalah peneliti, pengamat ataupun lembaga yang netral dari konflik kepentingan seperti kata JG contohnya The Indonesian Institute dan CSIS. Logikanya sederhana, para peneliti atau pengamat tersebut mempunyai akses, data dan fakta yang dilengkapi oleh kemampuan analisis yang ilmiah, terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Jadi bukan berdasarkan ota-ota lapau, selentingan kabar atau malah black campaign yang dibungkus dengan kata-kata santun sehingga seakan akan layak dipercaya. coba bayangkan bila pemerintah turut menyampaikan rekam jejak kandidat capres dan cawapres saat ini. Yang namanya rekam jejak tentu bukan yang baik-baik saja tapi ada juga yang negatif dan disanalah bisa dianggap pemerintah mencari keuntungan demi kepentingan individu atau kelompoknya seperti yang ditulis JG. salam Ben --- In [email protected], Muzirman -- <muzir...@...> wrote: > > "Dalam pasar politik, kondisinya berbeda. Lebih rumit dengan alasan > sederhana: Pemerintah tidak mungkin memberikan informasi tentang kondisi > sebenarnya dari para kandidat. Jika hal tersebut dilakukan, pemerintah > dianggap mencari keuntungan demi kepentingan individu atau kelompoknya > sendiri. ' '(Jeffrie Geovanie). > > Saya kutip sbgn tulisan JG dibawah :JG adalah anggota terpilih DPR 2009 dari > SUMBAR, dan calon Gub Sumbar yg belum mendapatkan kursi :,mempunyai pendapat > spt diatas, menurut saya ini adalah "misleading" salah arah, rakyat seharus > nya berhak mengetahui jejak rekam (track record) para candidate baik di > LEGEX(LEGISLATIV & EXECUTIVE).Krn kecilikan(=kelicikan) para anggota DPR > saja yg tidak mau menciptakn UU Keterbukaan Calon Jabatan Publik (Terbuka > jumlah kekayaan sudah ada). > > Jabatan publik, adalah merupakan mandat dari rakyat, rakyat berhak bertanya > kemana kebijakkan yg akan di ambil oleh > calon jabatan publik tsb disamping Rakyat bayar pajak. KALAU REKAM JEJAK NYA > MERAGUKAN, rakyat bisa bertanaya, sebelum dia memegang jabatan tsb. Sbg > contoh: brp biaya/energy terkuras ternyata Anggota DPR tsb berijazah palsu.? > > Belum lagi bertanya soal kompentensi nya atas jabatan tsb, dari partai mana > calon tsb, dan bgmn integritas. Bgmn pandangan2 nya, apakah Neoliberilsme > atau neocon. Bgmn komintment terhadap kepentingan rakyat, dan kesejahteraan > rakyat. > Apalagi setlh memegang jabatan, habis hak rakyta utk bertanya : Apakah > implikasi kebijakkan yg diambil nya? Bgmn untung rugi nya, siapa yg di > untung kan? Siapa mendapat apa.?Bisakah trakyat mendapatkannya? Antalah > sanak, aka no kan ciluih, > ano katokan demi rakyat Sumbar lah , demi Sumbar lah? "Came on man , do not > just try bullshiting us anymore.People is already fed up" You see more than > 45 million people are Golpu:.- > Jika perlu harus diadakan debat publik antara calon2 tsb dan rakyat secara > terbuka, baik utk Walikota, Gub dan tentunya Presiden. > Wass. Muzirman Tanjung. > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
