Memilih salah satu dari 3 itu logis, tapi memilih yang nomor 3 mungkin lebih 
logis. Maangek-angek lamang pisang iyo paralu juo





________________________________
From: Jupardi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, May 28, 2009 2:05:42 PM
Subject: [...@ntau-net] JK atau SBY

 
Assalamualaikum Wr Wb
 
Dunsanak Palanta RN  yang saya
hormati
 
Jika saya simak pembicaraan di Palanta
sehubungan Capres kita yang berlansung bulan Juli memang cukup hangat
diperbincangan, malah ada yang terang-terangan telah menentukan pilihannya
dengan berbagai pertimbangan, bagi saya syah2 saja menilai Capres dan
menentukan secara terbuka memilih siapa. Apalagi dengan ikutnya urang sumando
kita JK sebagai ketua umum Golkar menjadi  Capres, sedit banyak (atau
malah banyak) secara emosional tentu akan berpengaruh terhadap suara pemilih 
yang
berdarah Minang (baik di ranah maupun di Rantau). Saya tidak akan mengaji
terutama “buruk” atau dari segi moral, etika atau track record
Capres kita ini yang bisa jadi kecenderungannya sangat subjective atau bisa
jadi juga semacam “Black Campaign”.
 
Bagi saya berbicara moral, etika
atau apa sajalah yang baik-baik (100 %) sepertinya lebih asyik saya mengulang
lagi baca serial Komik Ko Ping Ho dengan ratusan buku ukuran kantongnya., saya
berani menjamin yang baik-baik dan benar itu yang menang dalam setiap kisah
cerita silat Kho Ping Ho. Pendekar yang baik dan benar serta bermoral lah yang
menyelamat dunia gonjang ganjing persilatan yang penuh kekacauan, intrik,
asmara, perebutan kekuasaan dan berdarah-darah yang akan dikuasai oleh penjahat.
Dan tidak salah sangat pas sekali dalam sebuah lagu Iwan Fals yang liriknya
berkata seperti ini kira2 “YANG BAIK ITU HANYA TINGGAL DI KOMIK”
 
Ini semata-mata saya saya melihat
fakta dan realita kondisi negara kita, begitu banyak para Elite dan Penguasa
terlibat seperti KKN dan perbuatan amoral lainnya, sangat tipis sekali jika
berbicara apakah dia Pejabat itu Korupsi, banyak hal-hal tertentu menurut
pandangan umum “hal yang biasa saja” semisal pengusaha karena
mendapatkan ijin atau lancar usaha bisnisnya dengan mengurus segala perijinan,
maka setiap yang punya paraf diperijinan tersebut dipastikan dapat “hadiah”..apa
ini korupsi..atau kolusi..sekali lagi ini realita yang terjad dan itu
biasa-biasa saja (sekali lagi biasanya karena fakta yang terjadi atau kondisi
Rill dilapangan ya begitu). Kalau dikaji-kaji lagi ada pejabat daerah bisa 
mengadakan
pesta perkawinan anaknya dengan biaya sampai ratusan juta rupiah bahkan sampai
Milyar, lalu jika bicara Gaji yang didapat sebagai abdi negara saya rasa tidak
mungkin melakukan pesta yang serba wah tersebut. Lalu disekitar kita coba lihat
pejabat esolan 3 pasti ada saja rumahnya diatas 1 M  ditambah mobil
terkini 4 buah parkir dihalaman rumahnya itu yang nampak secara mata telanjang,
tentu yang tidak nampak luar biasa juga tabungan uangnya.
 
Lalu negara ini harus tetap
berdirikan,,,hidup harus tetap berjalankan …maksud saya jika dikaji
masalah etika moral dan semua baik-baik (100%) pastinya di negara ini tidak ada
pemimpin terutama ditingkat Penguasa. SBY dibilang begini, JK begini, Mega
begini dan itu pasti ada lebih kurangnya, bagi saya yang paling pas tentunya
melihat kurang melihat lebihnya..dimana nilai berlebihnya itu yang saya pilih,
kalau mau jadi seorang radikal atau idealis tulen sepertinya setelah saya
pikir-pikir hidup di Indonesia 
bukan tempat yang cocok.
 
Semua kita sama saja dalam menentukan
Hak Politik kita ditingkat manapun atau dilevel manapun kita sebagai
masyarakat..hanya SATU SUARA, kecuali jika memang ada pembedaaan semisal si A
mempunyai Hak Suara (Vote) boleh menyontreng Capres 100 kali, si B karena
pangkatnya tinggi 1000 Kali, si C Penguasa kaya orang berpengaruh 5000 kali. 
Bagi
saya orang yang Golput karena hanya melihat Capres ini tidak berkenan karena
tidak “ada benar” nya satupun Capres ini tanpa melihat kelebihannya
adalah orang yang merugi ya itu tadi mengingat toh Negara ini tetap berjalan,
hidup Di negara ini harus tetap jalan bahkan “Setan , Kuntilanak”
sekalipun jadi Presiden….betul nggak, tapi kalau Golput..bukan Golput
sih..tidak ikut memilih mungkin karena sakit, lagi bertugas jauh, tidak
mendapat atau terdaftar yang sebenarnya ingin ikut memilihb dan lain sebaginya
itu tidak masalah..apaboleh buat.
 
Nah Satu Suara ini bagi saya sulit
menentukan pilihan antara SBY atau JK, jika saya punya dua suara tentu tidak
masalah saya akan contreng dua-duanya nanti he..he , tapi saya akan tetap 
memilih
salah satu dari yang dua itu setelah saya persempit  Megawati tidak masuk
hitungan saya. Jika hasilnya nanti pilihan satu suara saya ini tidak menang ,
bagi saya tidak masalah  silahkan SBY atau JK  jadi presiden negara
tercinta kita ini, sekali lagi mengingat “NEGARA INI TETAP JALAN..HIDUP
TETAP JALAN”..siapapun yang jadi Presiden kan …
 
Bagi saya yang penting lagi setelah
mendengar aspirasi atau pendapat-pendapat rakyat banyak (Badarai) dilapangan
yang memang saya suka bertugas sampai ke akar rumput bersentuhan lansung dari
mereka saya mungkin sependapat dengan mereka yang banyak ini, kira-kira bahasa
mereka jika saya perhalus
 
“Terserah
saja siapa yang jadi Presiden, siapa jadi pejabat baik di Elite Pemerintahan
maupun Legislatif yang penting hal yang paling utama adalah berdenyutnya sector
riil ditingkat masayarakat banyak ini (Nelayan dan Petani), terbuka lapangan
kerja dan jika pendidikan  dan kesehatan tidak gratis paling tidak murah
dalam arti terjangkau dengan pendapatan mereka.itulah impian mereka yang paling
sederhana dan mendasar.
 
Semoga pemimpin yang terpilih
nantinya memperjuangan keluhan masyarakat banyak ini, sekali lagi jika
berbicara Moral, Etika yang baik2 (100% tulen) memang hanya tinggal di Komik
Kho Ping Ho saja, begitulah ibaratnya. Tapi mari kita berbicara nilai lebih
dari Capres kita ini yang punya kekurangan. Ibarat sebuah vector KURANG dan
LEBIH ini, maka kita bisa tarik Resultannya apakah LEBIH  Resultannya  atau
KURANG Resultannya, silahkan Dunsanak bikin tabel bobot, bibit dan bebet ketiga
Capres ini tentunya bagi orang-orang yang seperti saya yang masih belum
menentukan pihan walAU saya sudah persempit menjadi dua pilhan.
 
Demikianlah sekedar cerita atau
diskusi dari saya, semoga berkenan lebih dan kurangnya mohon maaf
 
Wass-Jepe (44, Chaniago, Pku)
 
Catatan
 
Sekarang saya tidak diatas Helicopter lagi (Helicopter View)
tapi seperti kata Bapak Epy Buchari “Satellite View”


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke