Semoga.... Siapopun nan manang dalan Pilpres Juli ko, Ado babarapo urang Minang nan jadi "Menteri Kabinet" Badoa awak basamo...
Yumetra --- Pada Sen, 1/6/09, Boediman Moeslim <[email protected]> menulis: > Dari: Boediman Moeslim <[email protected]> > Topik: [...@ntau-net] Re: Kolom: Etika dalam Dialektika Gamawan Fauzi > Kepada: [email protected] > Tanggal: Senin, 1 Juni, 2009, 10:10 AM > Memang seorang pejabat yang juga > menyandang "kemasan" politikus harus punya nyali. > Dia harus siap ditanya oleh publiknya karena dia mempunyai > publik. Begitu pula diapun siap ditanya oleh yang > menganugerahkan jabatan yang sekarang disandangnya. Namun > disamping itu, dia pun punya pemimpin yang menghendaki > keloyalannya. Inilah resiko yang dihadapi petinggi paling > atas Sumatera Barat kini. Apakah dia mampu melayani berbagai > pertanyaan tersebut? Jawaban tentu tidak akan sama, karena > jawaban individu belum tentu jawaban publik. Karena publik > bermulti kehendak, karena berasal dari rumpun yang bermacam > ragam. Bagaikan ayah yang mempunyai anak yang banyak. Tentu > tidak sama dalam menyikapinya, walau sperma dan ovum yang > berasal dari orang yang sama. Semoga karir GF tidak > tersandung ke depan, dan tetap menjadi > pemimpin yang bijaksana. > > Wassalam, > Tan Lembang (L,52+) > Lembang, Bandung > > From: > Nofiardi <[email protected]> > To: > [email protected] > Sent: Monday, > June 1, 2009 9:50:07 AM > Subject: > [...@ntau-net] Kolom: Etika dalam Dialektika Gamawan Fauzi > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Kolom: Etika > dalam > Dialektika Gamawan Fauzi > > PadangKini.com | Sabtu, > 30/05/2009, 7:29 WIB > > > Oleh: > empi Muslion Jb > > SEBUAH > etalase politik yang membatin dalam roh masyarakat > Indonesia saat > pendeklarasian SBY-Boediono di gedung Sabuga Bandung > beberapa hari yang lalu. > > > > Di Sumatera Barat dan komunitas urang awak (ras > Minangkabau) pada umumnya, > moment pendeklarasian SBY-Boediono ini meninggalkan > sejumput dialektika akan > keberadaan Gawaman Fauzi (terlepas dari kapasitasnya apakah > mewakili baju > pribadi atau atas nama pakaian Gubernur Sumatera Barat). > > > > Dari peristiwa Gamawan Fauzi (GF) sebagai deklarator > tersebut, secara garis > besar ada dua arus debat lapau yang muncul di warung-warung > kopi di Sumatera > Barat. > > > > Arus pertama, keberadaan GF di panggung deklarasi > SBY-Boediono dengan irama > suara yang tegas dan jelas membacakan kesepakatan koalisi > anak bangsa mendukung > SBY-Boediono, banyak komentar mendukung yang keluar, ada > komentar yang berbau > primodial, emosional, maupun rasional. > > > > Namun sebaliknya, arus kedua juga memunculkan perdebatan > yang mengalirkan > lontaran-lontaran pemikiran yang berbau sinisme terhadap > GF, tidak netral, > ambisius, dan inobjektifisme. > > > > Saya coba merangkai dua arus dari debat lapau yang muncul > atas GF yang menjadi > deklarator tersebut. GF mengatakan kehadirannya di panggung > deklarasi tersebut > adalah atas permintaan SBY dalam kapasitas pribadi. > Menurutnya ini adalah > apresiasi SBY atas kinerja GF yang selama ini telah > mendapat label sebagai > kepala daerah yang konsen memerangi korupsi dan reformasi > birokrasi. > > > > Jika dilihat alasan yang dikemukakan oleh GF ini dan > apresiasi SBY terhadapnya, > adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi GF khususnya > dan Sumatera Barat umumnya. > Tapi rupanya latar belakang ini juga memunculkan sisi-sisi > lain yang > memunculkan diskusi di mata dan kepala publik. > > > > Keberadaan deklataror GF, bagaimanapun terlepas sebagai > kapasitas pribadi, di > dalam diri GF tentunya juga sulit untuk melepaskannya dari > baju Gubernur > Sumatera Barat yang mengharuskannya atau mewajibkannya > untuk MEMPERLAKUKAN SAMA > semua masyarakat, profesi, golongan, partai, dsb. > > > > Maka di sinilah akar perdebatan tersebut yang memunculkan > kembali pertanyaan > yang selalu berulang ini, "bagaimana membedakan dalam > diri seorang pejabat > publik antara keberadaannya sebagai kapasitas pribadi, > dinas, dan keberadaannya > dalam kapasitas politik? > > > > Untuk masalah ini, kalau kita mau mendapatkan jawabannya > yang hitam di atas > putih tentu hanya hukum yang akan mengaturnya. Tetapi > sampai saat ini aturan > inipun masih belum ada mengaturnya secara tegas. Berarti > secara hukum kita bisa > membenarkan GF selaku pejabat publik hadir sebagai deklator > SBY-Boediono yang > merupakan aktifitas politik. > > > > Bagaimana dengan etika birokrasi, etika pemerintahan, dan > etika politik yang > juga ketiga etika tersebut harus melekat pada diri GF? > Dimana GF juga sebagai > pembina tertinggi birokrasi dan pemerintahan di Sumatera > Barat ? GF sebagai > gubernur yang keberadaannya untuk bisa menjadi gubernur > juga melalui proses > politik dimana GF diusung oleh partai politik yakni PDIP > dan PBB ? > > > > Mungkin di sinilah sebenarnya yang menjadikan peristiwa GF > menjadi deklarator > SBY-Berbudi tersebut menjadi panjang dan tak akan > berkesudahan karena memang belum > ada pisau pengadilnya. > > > > Karena ini masalah ETIKA, maka jawabannya > BISA SESUAI > ETIKA tetapi > juga TIDAK > BERETIKA.. > Etika adalah masalah BAIK-BURUK, etika sendiri tentu tidak > bisa > dikenai hukum formal, etika hanya bisa dihukum secara > normatif, sanksi sosial, > dan persepsi yang terdapat dalam kepala dan hati pendiskusi > masing masing.. > > > > Ujung dialektika yang akan menjadi sekelumit catatan > sejarah yang > dipertontonkan oleh GF dalam pendeklarasian SBY-Berbudi > (slogan yang diusulkan > GF) yang diusung oleh Partai Demokrat beserta koalisinya > ini, akhirnya hanya > berpulang kepada persepsi dan pandangan kita masing-masing > kepada Gamawan > Fauzi.. > > > > Apakah kita bisa menerima penampilan GF di panggung > deklarasi politik itu > sesuai Etika > Diatas atau > Tidak > Beretika, > tergantung kita sendiri untuk menilai Gamawan Fauzi. > > > > Dari tampilan GF yang menjadi deklarator SBY-Boediono yang > merupakan aktifitas > politik (bukan aktifitas kenegaraan dan pemerintahan), > sebenarnya sorotan ini > juga dapat dipertanyakan ke diri SBY selaku Capres ataupun > selaku Presiden RI > saat ini ; mengapa SBY meminta atau melibatkan GF yang saat > ini juga sedang > memangku jabatan publik (Gubernur yang harus menempatkannya > memberikan > perlakuan sama kepada semua golongan atau partai di > daerahnya) masuk kearena > kegiatan politik yang unsur politisnya sangat tinggi? > > > > Tentu juga tidak fair jika kehadiran GF sebagai deklarator > SBY-Boediono hanya > ditumpangkan ke GF semata. GF hadir tentu juga ada yang > meminta. Walau mungkin > hal ini akan memunculkan perdebatan yang panjang lagi, > seperti, "Mengapa > GF tak bisa menolak dengan memberikan argumen yang tidak > atau merusak apresiasi > yang diberikan SB?", "apakah tokoh Minang tidak > ada lagi yang > memiliki idealisme, integritas diri, dan komitmen semacam > Muhammad Hatta, Sutan > Syahrir, atau Ahmad Husein yang berani mengatakan TIDAK > jika itu akan menjadi > perdebatan masyarakat dan merusak integritas diri yang > sudah > dibangunnya?", dan berbagai persepsi lainnya. > > > > Akhirnya, semua itu, hanya bisa kita pulangkan kembali > kepada pandangan kita > terhadap kapasitas dan integritas seorang Gamawan Fauzi > atas dialektika yang > telah dipertontonkannya tersebut.... > > > > )* Empi Muslion, Master > Riset "Ville et Société" Université Lyon 2 et > ENTPE Lyon -France dan > kini pegawai Pemkab Tanahdatar, Sumatera > Barat. > > http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=5161 > > > > > > > > > > > The above message is for the intended recipient only and > may contain confidential information and/or may be subject > to legal privilege. If you are not the intended recipient, > you are hereby notified that any dissemination, > distribution, or copying of this message, or any attachment, > is strictly prohibited. If it has reached you in error > please inform us immediately by reply e-mail or telephone, > reversing the charge if necessary. Please delete the message > and the reply (if it contains the original message) > thereafter. Thank you. > > > > > > > > > > > > > > Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
