LAYANG-LAYANG MARAK SINABANG By : Jepe
Masih seputar layang-layang, kali ini saya bercerita sebuah pengalaman bermain layang-layang di Sinabang ibu kota Kabupaten Simeulue-NAD ketika saya bekerja disebuah NGO Jerman dalam tugas kemanusiaan membantu para masyarakat yang terkena korban tsunami dan gempa yang dahsyat pada tanggal 26 Mei 2004 dalam proyek rehabilitasi dan rekoveri perumahan masyarakat yang luluh lantak dengan bahan kontruksi perumahan sederhana layak huni memakai kayu kelapa. Sebelum cerita layang-layang, memang tidak aneh lagi sebuah joke yang berkata, "Jika ada kehidupan di Bulan tak pelak lagi orang Minang akan mengambil kapling disana" begitulah jiwa merantau orang Minang kemanapun didelapan penjuru mata angin ini akan dijelajahi oleh suku kita ini baik untuk mencari ilmu, berdagang dan bekerja diberbagai sektor . Sangat mudah kita temui dan mungkin cukup banyak orang Minang yang berada di Sinabang bahkan telah berakar beurat dengan anak cucu mereka berada di Ibu Kota Kabupaten Simeulue ini, rata-rata mereka berasal dari Pariaman.Perantau Minang lazimnya berusaha dan mencari hidup disanarata-rata sebagai pedagang apakah rumah makan atau kedai kebutuhan sehari-hari, ada juga yang menjadi nelayan dan bekerja di kantor-kantor pemerintah (PNS). Bahkan bahasa sehari-hari atau bahasa pergaulan di Sinabang rada-rada bahasa Minang pasaran yang mudah kita pahami bercampur dengan bahasa daerah Simeulue, khusus di Sinabang jika kita berbahasa Minang maka rata-rata penduduk Sinabang paham apa yang kita maksud. Karena keterikatan secara emosional dalam agama mayoritas (99 % Islam kecuali pendatang semisal dari Pulau Nias atau Batak Kristen) dianut penduduk Simeulue adalah Islam (99 % kecuali pendatang semisal dari Pulau Nias atau Batak Kristen). Perantau Minang sangat mudah beradaptasi dan berasimilasi dengan penduduk tempatan. Bukan hal yang aneh lagi jika para perantau Minang mendapatkan jodoh dengan penduduk Simeulue dan diacara pesta pernikahan disamping adat penduduk setempat yang hampir mirip dengan adat-adat pesta kebanyakan daerah pesisir di ranah kita seperti Pariaman, pakaian kedua pengantinnya juga sangat kental dengan pakaian adat Minang pesisir begitu juga tata acara secara adat mulai saat berunding, uang jemputan dan lain sebagainya.Itulah sekilas tentang orang awak di Sinabang. Nah diakhir pekan saya disamping memancing di laut dangkal berkarang, tidak lupa juga saya larut dengan penduduk tempatan bermain layang-layang, apalagi ketika peringatan 17 Agustusan sudah dipastikan ada lomba layang-layang puncaknya menyediakan hadiah kerbau, oh ya di Simeulue ini sangat banyak ternak Kerbau masyarakat dan ini menjadi status social di masayarakt Simeulue, jika satu kaum mempunyai banyak kerbau maka naik jugalah status sosialnya dimata masyarakat. Setiap ada perhelatan baik pesta perkawinan atau acara-acara adat lainnya tidak lengkap rasanya jika tidak membantai kerbau. Setiap hari raya I'dul Korban maka rata-rata yang disembelih adalah kerbau. Layang-layang Marak, begitu masyarakat menyebut jenis layang-layang yang sering dimainkan setiap sore atau dalam acara lomba 17 Agustusan dilapangan terbuka. Tidak jauh berbeda atau malah persis bentuknya dengan layang-layang Darek di ranah minang, perbedaan layang-layang marak ini tidak dikasih ekor, pantat (Minang: Tandan) layang-layang ini yang berbentuk segi tiga sama kaki dibiarkan begitu saja tanpa diberi ekor baik yang pendek maupun yang panjang lazimnya layang-layang darek diranah minang. Pada ujungnya (kepala) layang ini dikasih rambu-rambu warna warni menarik dan bunyio dengungan dari karet dan bilah yang dibuat sedemikian rupa ketika ditiup angin diudara maka dia akan bergetar dan mengeluarkan bunyi dengungan.Lombanya hampir sama kriterianya dengan lomba layang-layang darek di ranah minang intinya siapa paling tinggi saat juri berkata TAHAN. Layang-layang akan "tagak Tali" sampai ketinggian maksimal sesuai dengan "kehebatan" layang-layang marak yang dibuat oleh tangan yang ah;I dengan penuh perhitungan keseimbangan dan prinsip-prinsip aerodinamika yang hanya berdasarkan kehalusan jiwa serta pengalaman yang panjang saja bagaimana membuat layang marak yang siap menjadi juara. Layang Marak ini memang tidak seindah layang-layang darek kita yang berlenggang lenggok diudara dengan ekor pendek dan panjangnya berjuntai, tapi lenggang lengkok tanpa ekor dan bunyinya sangat menarik juga disaksikan diudara. Saya dulu mempunyai dua buah layang marak yang saya pesan khusus pada penduduk lokal yang pintar membuat layang-layang marak ini. Jika ada kesempatan setiap sore ketika angin cukup saya ikut bergabung dengan penduduk lainnya bermain layang-layang marak apakah dipinggir pantai atau dilapangan terbuka disekitar Sinabang, boleh dikatakan jika musim layang-layang marak maka langit Sinabang begitu marak berwana warni dengan lenggang-lenggok serta dengungan layang marak. Ketika layang-layang marak saya membubung keangkasa, saya lalu larut dalam suasana dan suka membayangkan dan kadang-kadang membuat hati saya begitu sedih dan rindu pada anak-anak dan istri saya yang berada di Pekanbaru yang begitu sangat jauh dari Sinabang. Dalam hati saya hanya bisa berteriak, "wahai layang-layang Marak ku yang sedang terbang tinggi sampaikanlah salam rindu, sayang dan cinta buat anak-anak dan istri saya nun jauh disana, apakah diketinggian itu kau bisa menatap jauh ke Pekanbaru..kau lihatkah anak-anakku sedang sekolah atau bermain dihalaman rumahku, kau lihatkah istri ku lagi memasak atau sekedar menangangkat jemuran dihalaman rumah dan apakah kau bisa menatap istriku lagi hamil berat anak keempat kami yang kami dambakan seorang laki-laki..bisakah kau menjawab layang-layang marak ku yang terbang tinggi yang kau sampaikan melalui getaran benang yang aku pegang..ini, Ahhh..terlalu susah memang menyembunyikan perasaan rindu jika jauh bekerja sama keluarga, tapi rinduku paling tidak sedikit bisa ditekan dengan memainkan layang-layang Marak Sinabang. Pekanbaru, 1 Juni 2009 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
