Bagus sekali tulisan Jepe
Menulis dg hati
Segenap perasaan di tumpahkan lewat layang-layang
Dan Jepe yg masih muda ternyata kaya dalam pengalaman
Dia telah menukik menyelami tempat-tempat yg belum pernah terjangkau oleh kita

Memang hidup ini tak obah layiknya sebuah layang-layang

Salam 
K Suheimi
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Jupardi" <[email protected]>

Date: Mon, 1 Jun 2009 11:50:52 
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] LAYANG-LAYANG MARAK SINABANG .. By : Jepe


LAYANG-LAYANG MARAK SINABANG

By : Jepe

 

 

Masih seputar layang-layang, kali ini saya bercerita sebuah pengalaman
bermain layang-layang di Sinabang ibu kota Kabupaten Simeulue-NAD ketika
saya bekerja disebuah NGO Jerman dalam tugas kemanusiaan membantu para
masyarakat yang terkena korban tsunami dan gempa yang dahsyat pada
tanggal 26 Mei 2004 dalam proyek rehabilitasi dan rekoveri perumahan
masyarakat yang luluh lantak dengan bahan kontruksi perumahan sederhana
layak huni memakai kayu kelapa. Sebelum cerita layang-layang,  memang
tidak aneh lagi sebuah joke yang berkata, "Jika ada kehidupan di Bulan
tak pelak lagi orang Minang akan mengambil kapling disana" begitulah
jiwa merantau orang Minang kemanapun didelapan penjuru mata angin ini
akan dijelajahi oleh suku kita ini baik untuk mencari ilmu, berdagang
dan bekerja diberbagai sektor .

 

Sangat mudah kita temui dan mungkin cukup banyak orang Minang yang
berada di Sinabang bahkan telah berakar beurat dengan anak cucu mereka
berada di Ibu Kota Kabupaten Simeulue ini, rata-rata mereka berasal dari
Pariaman.Perantau Minang lazimnya berusaha dan mencari hidup
disanarata-rata sebagai pedagang  apakah rumah makan atau kedai
kebutuhan sehari-hari, ada juga yang menjadi nelayan dan bekerja di
kantor-kantor pemerintah (PNS). Bahkan bahasa sehari-hari atau bahasa
pergaulan di Sinabang rada-rada bahasa Minang pasaran yang mudah kita
pahami bercampur dengan bahasa daerah Simeulue, khusus di Sinabang jika
kita berbahasa Minang maka rata-rata penduduk Sinabang paham apa yang
kita maksud. Karena keterikatan secara emosional dalam agama mayoritas
(99 % Islam kecuali pendatang semisal dari Pulau Nias atau Batak
Kristen) dianut penduduk Simeulue adalah Islam (99 %  kecuali pendatang
semisal dari Pulau Nias atau Batak Kristen).  Perantau Minang sangat
mudah beradaptasi dan berasimilasi dengan penduduk tempatan. Bukan hal
yang aneh lagi jika para perantau Minang mendapatkan jodoh dengan
penduduk Simeulue dan diacara pesta pernikahan disamping adat penduduk
setempat yang hampir mirip dengan adat-adat pesta kebanyakan daerah
pesisir di ranah kita seperti Pariaman, pakaian kedua pengantinnya juga
sangat kental dengan pakaian adat Minang pesisir begitu juga tata acara
secara adat mulai saat berunding, uang jemputan dan lain
sebagainya.Itulah sekilas tentang orang awak di Sinabang.

 

Nah diakhir pekan saya disamping memancing di laut dangkal berkarang,
tidak lupa juga saya larut dengan penduduk tempatan bermain
layang-layang, apalagi ketika peringatan 17 Agustusan sudah dipastikan
ada lomba layang-layang puncaknya menyediakan hadiah kerbau, oh ya di
Simeulue ini sangat banyak ternak Kerbau masyarakat dan ini menjadi
status social di masayarakt Simeulue, jika satu kaum mempunyai banyak
kerbau maka naik jugalah status sosialnya dimata masyarakat. Setiap ada
perhelatan baik pesta perkawinan atau acara-acara adat lainnya tidak
lengkap rasanya jika tidak membantai kerbau. Setiap hari raya I'dul
Korban maka rata-rata yang disembelih adalah kerbau.

 

Layang-layang Marak, begitu masyarakat menyebut jenis layang-layang yang
sering dimainkan setiap sore atau dalam acara lomba 17 Agustusan
dilapangan terbuka. Tidak jauh berbeda atau  malah persis bentuknya
dengan layang-layang Darek di ranah minang,  perbedaan layang-layang
marak ini tidak dikasih ekor, pantat (Minang: Tandan) layang-layang ini
yang berbentuk segi tiga sama kaki dibiarkan begitu saja tanpa diberi
ekor baik yang pendek maupun yang panjang lazimnya layang-layang darek
diranah minang. Pada ujungnya (kepala) layang ini dikasih rambu-rambu
warna warni menarik dan bunyio dengungan dari karet dan bilah yang
dibuat sedemikian rupa ketika ditiup angin diudara maka dia akan
bergetar dan mengeluarkan bunyi dengungan.Lombanya hampir sama
kriterianya dengan lomba layang-layang darek di ranah minang intinya
siapa paling tinggi saat juri berkata TAHAN.  Layang-layang akan "tagak
Tali" sampai ketinggian maksimal sesuai dengan "kehebatan"
layang-layang marak yang dibuat oleh tangan yang ah;I dengan  penuh
perhitungan keseimbangan dan prinsip-prinsip aerodinamika yang hanya
berdasarkan kehalusan jiwa serta pengalaman yang panjang saja bagaimana
membuat layang marak yang siap menjadi juara. 

 

Layang Marak ini memang tidak seindah layang-layang darek kita yang
berlenggang lenggok diudara dengan ekor pendek dan panjangnya berjuntai,
tapi lenggang lengkok tanpa ekor dan bunyinya sangat menarik juga
disaksikan diudara. Saya dulu mempunyai dua buah layang marak yang saya
pesan khusus pada penduduk lokal yang pintar membuat layang-layang marak
ini. Jika ada kesempatan setiap sore ketika angin cukup saya ikut
bergabung dengan penduduk lainnya bermain layang-layang marak apakah
dipinggir pantai atau dilapangan terbuka disekitar Sinabang, boleh
dikatakan jika musim layang-layang marak maka langit Sinabang begitu
marak berwana warni dengan lenggang-lenggok serta dengungan layang
marak.

 

Ketika layang-layang marak saya membubung keangkasa, saya lalu larut
dalam suasana dan suka membayangkan dan kadang-kadang membuat hati saya
begitu sedih dan rindu pada anak-anak dan istri saya yang berada di
Pekanbaru yang begitu sangat jauh dari Sinabang. Dalam hati saya hanya
bisa berteriak, 

 

"wahai layang-layang Marak ku yang sedang terbang tinggi sampaikanlah
salam rindu, sayang dan cinta buat anak-anak dan istri saya nun jauh
disana, apakah diketinggian itu kau bisa menatap jauh ke Pekanbaru..kau
lihatkah anak-anakku sedang sekolah atau bermain dihalaman rumahku, kau
lihatkah istri ku lagi memasak atau sekedar menangangkat jemuran
dihalaman rumah dan apakah kau bisa menatap istriku lagi hamil berat
anak keempat kami yang kami dambakan seorang laki-laki..bisakah kau
menjawab layang-layang marak ku yang terbang tinggi yang kau sampaikan
melalui getaran benang yang aku pegang..ini, 

 

Ahhh..terlalu susah memang menyembunyikan perasaan rindu jika jauh
bekerja sama keluarga, tapi rinduku paling tidak sedikit bisa ditekan
dengan memainkan layang-layang Marak Sinabang.

 

Pekanbaru, 1 Juni 2009

 

 

 





--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke