Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Iko ambo forward kan Email nan isi dan tulisan no baliak balakang jo apo nan 
di karajokan BK3AM kini.

Wassalam
Tan Ameh (50+6bln)

--- In [email protected], "Milis Solsel" <milis.sol...@...> 
wrote:


Jumat, 27 Juni 2008

Jakarta, Padek-- Sekretaris Jenderal Himpunan Alumni SLTA Sumatera Barat
(HASS) di Jakarta, DR Zulfahmi Burhan meminta agar semua partai politik yang
ikut dalam pemilu legislatif mendatang lebih mempertimbangkan aspek
keterwakilan masyarakat lokal secara riil.

"Berbagai cara dan alasan yang selama ini digunakan DPP Parpol untuk
meloloskan orang-orang yang hanya punya loyalitas kepada DPP Parpol harus
dikurangi dengan cara memberi ruang dan gerak yang sama bagi tokoh
masyarakat lokal," kata DR Zulfahmi Burhan, di Jakarta, Kamis (26/6).

Menurut Zulfahmi, kencendrungan kinerja anggota DPR yang dinilai masyarakat
tidak optimal disebabkan karena banyaknya di antara anggota DPR yang tidak
memiliki pengetahuan memadai tentang aspek sosial, ekonomi dan budaya,
potensi daerah serta kearifan lokal daerah pilihannya. "Yang terjadi apa?
Ketika orang-orang yang diusung oleh kehendak DPP Parpol itu benar-benar
jadi anggota DPR, mereka tidak punya kemampuan untuk menyuarakan kepentingan
daerah pilihannya," tegas Zulfahmi Burhan.

Fakta ini, lanjut dia, mestinya jadi perhatian khusus dan bahan evaluasi
bagi semua DPP Parpol yang ikut Pemilu 2009 guna memperbaiki kinerja
legislatif dimasa mendatang.

Dia juga menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke beberapa daerah di
Indonesia baru-baru ini, terutama di Sumatera Barat. "Saya menyaksikan
langsung aksi gelar spanduk sudah marak dilakukan beberapa calon anggota
legislatif yang secara kultur sama sekali tidak dikenal masyarakat setempat.
Bahkan yang lebih memiriskan hati, semua spanduk yang dipertontonkan ke
masyarakat itu sangat kental aroma kolusi dan nepotismenya."

Artinya, lanjut Zulfahmi, saat ini bapaknya jadi anggota DPR atau mertuanya
jadi menteri bahkan mantan menteri. Lalu memaksakan anak atau menantunya itu
untuk jadi anggota DPR. "Sebagai sebuah proses, hal tersebut tidak salah.
Tapi yang saya sesalkan proses itu berakibat tertutupnya aspirasi riil
parpol di daerah," tandasnya. Perilaku ini sangat tidak terpuji karena
memperlambat proses demokrasi secara substansif," tegasnya.

Objektif Memilih

Selain berharap agar DPP Parpol punya keinginan yang tulus dalam melakukan
reformasi internalnya, Zulfahmi Burhan juga merasa terpanggil untuk
mengedukasi para pemilih secara objektif sesuai dengan kemerdekaan politik
yang dimiliki rakyat. "Saat ini, secara moral teman-teman yang tergabung
dalam Himpunan Alumni SLTA Sumbar sedang merumuskan beberapa metode untuk
mendidik masyarakat agar sadar akan hak dan kewajiban politiknya," kata
Zulfahmi Burhan, yang lahir di Solok selatan itu.

Gagasan ini, lanjutnya, juga direspons positif teman mereka di Badan
Koordinasi Kemasyarakatan dan Kebudayaan Alam Minangkabau (BK3AM) Jaya.
"Bahkan dua institusi besar perantau Minang ini secara lisan juga tengah
menjajaki kemungkinan difungsikannya HASS dan BK3AM sebagai ormas yang akan
melakukan fungsi-fungsi supervisi terhadap masyarakat pemilih di Sumatera
Barat."

Menjawab pertanyaan apakah tindakan ini tidak akan menyerat BK3AM dan HASS
ke kancah politik praktis? Zulfahmi Burhan memastikan bahwa kecemasan itu
tidak akan terjadi. "BK3AM dan HASS sama sekali tidak punya hubungan dengan
aksi dukung-mendukung parpol manapun. Yang akan kita edukasi itu adalah
rakyat pemilih." (fas)

--- End forwarded message ---



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke