Penataran ABS-SBK ini hendaknya juga dilaksanakan di rantau. Pesertanya dari utusan/perwakilan dari organasasi2 masyarakat perantau Minang, terutama generasi mudanya.
Salam Nofiardi RM ```````````````````````````````````````````````````````````````````````` ```````````````````````````````````` 300 Pemuda Ditatar Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah PadangKini.com | Selasa, 02/06/2009, 8:13 WIB PADANG--Sebanyak 300 pemuda dari berbagai organisasi akan mendapat penataran soal Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Penataran yang dibagi tiga angkatan ini untuk menyosialisasikan kembali konsep ABS SBK kepada masyarakat yang saat ini dinilai sudah memudar. "Saat ini kondisi budaya dan falsafah adat Minang dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah hanya menjadi bahan ucapan semata, sementara dalam praktek kehidupan sehari-hari kita tidak pernah berpikir untuk berbuat secara utuh. Kondisi ini sangatlah mengkhawatirkan pemerintah provinsi dan tokoh-tokoh masyarakat Sumbar, terutama untuk generasi muda Minang," kata Asisten Ekonomi dan Kesra Setda[rov Sumbar Sinang Subekti saat membuka penataran Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah ( ABS-SBK ) untuk organisasi Kepemudaan se-Sumatera Barat di Padang, Senin )1/06/2009) sore. Menurut Sinang, sosialisasi konsep ABS SBK ini merupakan kepedulian dan pengembangan kepribadian masyarakat Minang dalam menata kehidupan yang lebih baik lagi dimasa- masa mendatang serta kemampuan untuk menyaring budaya asing yang tidak cocok bahkan dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat Minang yang dikenal memiliki budi dan adat yang tinggi. "Betapa hari ini kita melihat telah terjadi degradasi moral etika budaya masyarakat yang seakan telah terbiasa melakukan yang tidak pantas, seperti anak menghardik orang yang lebih tua darinya, atau perasaan dengan luapan emosi yang melupakan sikap sopan santun masyarakat kita, yang dulu dikenal berbudi dan tahu diri dalam menjalani hidup," kata Sinang. Menurutnya, untuk menciptakan kondisi yang lebih baik dan mewujudkan Sumatera Barat yang maju dan dinamis, masyarakat perlu bersama-sama kembali ke budaya, adat dan filosofi hidup Minangkabau. "Kita sepatutnya bangga dan senang dengan budaya kita sendiri, karena sistem budaya kita telah menjadi referensi yang kuat bagi orang lain, baik dalam kehidupan sehari-hari, beragama maupun cara berpemerintahan yang demokrasi," katanya. (*/o) http://www.padangkini.com/berita/single.php?id=5180 The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
