PENGANJUNG LAYANG-LAYANG

 

Assalamualikum Wr Wb

 

Dunsanak Palanta RN

 

Terima kasih buat semuanya, sangat dinamis, responsif dan komunikatif
kita berdiskusi hanya dengan sebuah judul saja LAYANG-LAYANG..kita bisa
mengambil mutiara hikmah dan falsafah dibalik itu semua..luar biasa,
tentunya disamping saya bercerita bagaimana layang-layang itu sendiri
baik bentuk, jenis, ukuran dan cara memainkannya.

 

Terima kasih khususnya saya sampaikan pada Ibu Evy, tulisan-tulisan atau
pendapatnya banyak yang bernas disampaikan dengan bahasa yang halus,
runtun dan tertata rapi berbeda dengan saya yang selalu suka saja
sedikit dalam serius tapi ada saja "nyeleneh" nya atau bergurau apaboleh
buat itu adalah diri saya, urat humor atau becanda saya entah kenapa
belum putus-putus juga dari kecil sampai sekarang, semoga maklum saja
ya..dan mohon maaf jika ada dunsanak yang kurang berkenan,  hanya itu
yang saya dapat sampaikan.

 

Rangkuman seputar falsafah Layang-layang oleh Bu Evy ini sangat bagus
sekali untuk kita simpan. Saya coba berkomentar sedikit lagi terutama
falsafah PENGANJUNG, apaboleh buat jaman yang serba bergerak cepat,
instan, individualistis dan pengaruh hidup global (baca : Barat) yang
hedonis memang telah mengaburkan bukan saja batas teritorial sebuah
negara tapi sedikit banyak bisa juga mempengaruhi  peradaban yang agung
dari anak manusia seperti adat budaya kita yang luhur dengan ABS SBK nya

 

.Jaman sekarang  ketika layang-layang itu telah tinggi diudara
melengganglengkok penganjung lupa sudah..Penganjung itu hanya bisa
menatap didarat dengan mendongakan kepala kepada layang-layang yang
terbang gagah.Tatapan hatinya  bisa saja sedih dan pilu ketika sang
layang-layang tidak sedikitpun memberi tatapan kepada penganjung yang
mendongakan kepalanya yang kadang nanar akibat terik dan silau matahari
yang menerpa mukanya, 

 

Penganjung juga bisa gembira dan bahagia ketika yang dia anjungkan itu
telah terbang tinggi kelangit dengan gagah lalu dia menatap suka cita
penganjung yang mendongak ini, dia sadar saya bisa diatas dengan gagah
adalah jasa penganjung, ketika angin tidak bertiup lagi atau katakanlah
ketika dia menikmati angin yang begitu membuai akhirnya dia dengan penuh
kesadaran dari hati dan jiwa yang tulus akan kembali ditarik ke bumi
untuk  merasakan dekapan hangat penganjungnya dan  akan selalu berkata
"wahai penganjungku..jangan lelah untuk tetap menganjungkan diriku agar
bisa terbang dengan gagah dan perjayalah aku akan kembali lagi ke
dekapanmu setinggi apapun saya terbang, kaki saya boleh menginjak
angkasa setingginya tapi perjayalah segenap hati dan jiwa ku akan selalu
menginjak bumi menemuimu penganjungku, biarkan aku tatap kehidupan ini
lebih tinggi dan tinggi lagi agar sayap ku semakin kuat"

 

.Cerita ditas saya   ibaratkan orang tua, babak dan ibu-ibu di rantau
net ini, yang telah melepas anaknya untuk menuju sukses dan telah
dianjungkannya mulai dari dia lahir bahkan ketika didalam rahim ibunya
dan saya perjaya dia akan selalu merindukan penganjungnya setiap
saat..walau sedang terbang tinggi Insya Allah.Sementara saya belum
menikmati seperti itu, masih dalam posisi penganjung, .entah sukses saya
menganjungkan anak saya..entah tidak..perjalanan waktu akan menentukan,
paling tidak saya harus banyak belajar dari orang-orang tua di Rantau
Net ini yang begitu sukses menganjungkan anak-anaknya .

 

 

Tapi layang-layang itu bisa naik juga tanpa penganjung selagi dia punya
Teraju, Jika kembali pada cerita bermain layang-layang yang saya alami
itu inilah cara menaikan layang-layang tanpa penganjung.

 

Ketika angin cukup maka digoyang-goyangkan tali dan terajunya sambil
terus diulur dan akhirnya naik membubung ke angkasa, seandainya angin
kurang telungkupkan ketanah layang tersebut pada bagian terajunya lalu
ulur benang bawa lari maka layang-layang itu  akan meangkasa

 

Ini saya ibaratkan mungkin bagi anak yatim atau miskin papa dalam
realita hidup "tanpa penganjung" banyak juga yang sukses terbang tinggi
membumbung angkasa.Begitu banyak kisah-kisah bahagia yang mengharu
birukan.tentang orang-orang yang sukses terbang tinggi diangkasa tanpa
penganjung

 

Ada lagi tambahan ..silahkan..

 

Sekali lagi terima kasih telah berbagi hanya dengan 2 kata kunci begitu
banyak makna yang terkandung, kata tersebut  adalah LAYANG-LAYANG

 

Salam hormat buat semua dunsanak

 

Wass-Jepe (44, Pku)

 

 

 

SEPUTAR LAYANG-LAYANG DAREK

 

Uni Dewi yang baik dan dunsanak palanta RN yang budiman

 

Saya coba ceritakan sedikit apa dan bagaimana layang-layang darek sesuai
dengan pengetahuan, pengamatan dilapangan dan pengalaman saya. 

 

Karena saya sudah kembali ke "Home Base" kota Pekanbaru, boleh dikatakan
sangat jarang saya bermain layang-layang lagi, kalaupun ada iseng saja
waktu sore di depan rumah dengan layang-layang maco yang dibeli
dipinggir jalan (layang aduan) buat nyenangin hati anak laki-laki saya
yang berumur 3 tahun . Paling asyik bermain layang-layang tersebut
memang di Ranah Minang, Kota Padang. Jika musim bermain layang-layang
(terutama layang-layang darek yang berekor panjang itu) maka dipastikan
langit kota Padang semarak dimana-mana dengan lenggang lenggok layang
darek yang membubung tinggi di angkasa. Nah tempat favorit saya diakhir
pekan bermain layang-layang darek sambil membawa istri dan anak santai
adalah di lapangan terbuka Imam Bonjol dan dibibir pantai Muara Padang
ini juga tempat komunitas yang hobi bermain layang-layang bukan saja
anak-anak remaja tapi juga orang tua. Hampir setiap sore jika cuaca
cerah dipastikan banyak yang datang bermain layang-layang ditempat ini
baik hanya sekedar hiburan seperti saya maupun yang sedang berlomba.

 

Jika yang ikut lomba memang layang-layang dareknya mumpuni, bagus-bagus,
besar dan dibuat dengan keseimbangan yang sempurna dengan tali teraju
dari benang berkualitas serta sangat terukur keseimbangannya.Lalu benang
untuk menaikannya juga spesial mengimbangi besar kecilnya layang darek
yang digulung dengan katrol dari kayu. Tujuannya akan mendapatkan "Tagak
Tali" yang sempurna ketika di "Tahan" kalau orang Padang bilang "jaan
sampai manganduang banang atau malauh"..bisa Uni Dewi membayangkan apa
yang saya maksud) Biasanya diantara mereka yang berlomba terjadi "adu
gengsi" dan sudah tahu dari bisik ke bisik kalau layangan si A, Si B
adalah lawan yang tangguh dan sering juara. 

 

Bermain layang-layang darek untuk lomba bukan perkara mudah harus ahli
si pemainnya mengendalikan layang-layang dari bawah dan harus mempunyai
tenaga ekstra untuk menahannya karena tarikan layang-layang darek ini
jika dapat angin dan mau "tagak tali" sangat berat sekali serasa kita
ditariknya. Biasanya "Pilot" layang darek yang ikut berlomba ini punya
asisten yang bertugas sebagai penganjung dan merapikan benang baik
ketika ditarik maupun dilkur agar tidak kusut.  jadi Pilot lebih fokus
dan kosentrasi mengendalikan layang-layang. Jika layangan putus dengan
sigap asisten ini menggulung benang dengan segera.

 

 Layang-layang yang juara itu sangat terkenal dan punya gengsi dimata
para pecandu lomba layang-layang, mereka berkumpul ditunjuk juri untuk
menentukan siapa yang juara layang-layangnya dengan berbagai aturan dan
kriteria. Setiap yang lomba menyerahkan sejumlah uang (istilahnya
:Mambali omset) lalu dikumpulkan, inilah hadiah dalam lomba  secara
reguler setiap sore .Tapi yang paling meriah tentunya ketika lomba
layang darek peringatan 17 Agustusan di Kota Padang, bisanya menyediakan
hadiah yang cukup wahhh..kalau jaman saya kecil remaja dulu hadiahnya
bisa kambing atau sapi tapi sekarang bisa sepeda motor, televisi dan
peralatan elektronik rumah tangga lainnya.

 

Layang-layang darek yang juara ini khusus dimainkan ketika  lomba saja,
setelah tidak ada lagi musim lomba layang-layang (biasanya saat musim
hujan tiba) maka kertas minyak di robek, lalu bingkainya disimpan
(istilahnya : Bingkai Tuo). Bingkai layang-layang darek yang juara ini
bisa berumur tahunan dan dirawat khusus oleh pemiliknya agar tetap bagus
dan ketika musim lomba datang kembali dibentuk dan direkat menjadi
layang-layang darek yang siap berlomba. Semua serba diperhitungkan bukan
asal merekatkan kertas minyak saja pada bingkainya ada teknik khusus,
tentunya dari tangan yang ahli akan didapat layang-layang dengan tingkat
kesempurnaan yang mumpuni baik keseimbangan rangkanya, cara merekat
kertas minyak, memasang teraju dan memerekatkan ekor pendek dan ekor
panjangnya pada tandan (bagian bawah) layang-layang darek.

 

Jika dalam lomba layang-layang darek yang sering juara ini putus, maka
apapun caranya pemilik layangan ini akan mengejar bersama anak buahnya
untuk mendapatkan kembali bingkainya. Biasanya jadi rebutan bagi orang
mengejar "bingkai tuo" ini. Tapi pada intinya jarang didapat oleh orang
lain karena pemilik layangan ini dengan segala upaya  "bingkai tuo"
harus mereka dapatkan kembali bahkan dengan cara kekerasan sekalipun dan
orang yang ingin merebutnya sudah maklum saja. Kecuali jika layangan ini
hilang tidak tentu arah ketika putus lalu melambung-lambung jauh sebelum
jatuh kebumi susah dideteksi kemana  jatuhnya dan sangat jauh
sekali,kalau ini terjadi ya berejekilah orang yang mendapatkannya,
sayang "bingkai tuo" rejeki nomplok layang darek yang putus ini tidak
jatuh dihalaman rumah saya he..he..he.

 

Begitulah Uni Dewi sedikit atau panjang ya cerita tentang layang-layang
darek di ranah minang kita yang memang banyak pecandunya baik muda
maupun tua, saya  tahu persis lika liku permainan ini mulai dari cara
membuatnya sampai masalah-masalah atau aspek-aspek humanish dalam
permainan ini. Apa perlu saya kirimkan buat Uni sebuah layang darek
untuk Putra atau suaminya tercinta di Jakarta sana ha.,..ha (just
kidding Ni). Opss tapi tunggu dulu banyak lho orang minang yang merantau
jika pulang kampung ke ranah membeli layang darek sebagai koleksi di
rumahnya bukan untuk dimainkan. Jika layang darek dimainkan seperti kota
Jakarta waduh ribetnya, dimana-mana gedung beton, tiang listrik dan
telpon belum lagi aneka kabel malang melintang di udara dan tidak ada
lagi rasanya lapangan terbuka yang cukup mumpuni untuk bermain
layang-layang darek di kota besar seperti Jakarta, semua seperti rimba
beton yang menjulang keangkasa.

 

Itulah seputar apa dan bagaimana kisah saya tentang layang darek semoga
sedikit banyak menambah wawasan Uni yang besar di rantau, jika ada
dunsanak lain yang ingin menambahkan tentang layang darek ini silahkan.

 

Jepe/02/06/08

 

 


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke