Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh
Sanak Jepe nan tangguh, sarato Dunsanak sapalanta RN nan mulie,

Terrima kasik sanak Jepe atas Kisah Orisinil tentang 'SMONG' dari Pulau
Simeulue
Jadi kita di palanta dapat mengetahui "Kearifan Lokal' Pulau Simeuleu yang
budaya ' Bakaba'  penduduk pulau ini  secara turun temurun yang mengisahkan
adanya Smong / air bah/ Tsunami ikutan Gempa Bumi yang terjadi di daerah
pesisir/ pulau.

Bukan main juga 'rekaman' sanak Jepe, sehingga kami memperoleh 'cerita
pandangan mata' nan otentik.
Sekaligus memperlihatkan bakat menulis dari pengalaman yang lain dari yang
lain/ unik/ khas serta tak kan terulang /dialami lagi.
Kiranya bakat nan baik ini semakin terasah dan terasuh di Palanta tercinta
ini.

Bagi saya pribadi, suatu keberuntungan sendiri dapat ikut milis ini.  Selain
banyak nambah ilmu, pengalaman dari menyimak tulisan dari para anggota RN.
Tak akan dapat disebutkan semuanya disini, al Jepe sendiri, Pak Emi, Pak
Sjaff, MakNgah, Rky-Rky Ifah, Evy, Rina, termasuk Sanak2 Boediman Moeslim,
Ricky ra...........
Bahkan saya dapat kiriman Kodak Perpisahan Guru SR Larak-Panampung th
1946.......terlihat Ayah bersama sejawatnya
,,,,,, bukan main.....

Kembali masalah "Kearifan Lokal' sangat positif bila digali dan dimanfaatkan
secara bersama dengan kecanggihan teknologi saat ini. Terutama dalam
mitigasi bencana alam yang dari sononya Indonesia tercinta ini di berkahi
berbagai bencana geologi
( gempabumi, letusan gunung berapi, tanah longsor, banjir) yang harus di
waspadai

Kearifan lokal seperti ini sangat membantu dalam PBBL-- Pembangunan
Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan--  perlu di gali dan
dikembang-terapkan lebih intensif lagi..Pada hakikatnya masyarakat Indonesia
sadar lingkungan, hemat cermat, mengetahui sebab-akibat, sehingga muncul
berbagai 'kearifan lokal' di banyak daerah.

Barangkali Sanak Jepe selaku pakar  kehutanan  --rekaan saya dari menyimak
di palanta ko---,  pernah mendengar  atau melihat bahwa pencari hasil hutan,
seperti perotan, pendamar atau pekayumanis memantangi merotan rotan yang
belum tua, atau menguliti kayu manis dari batang yang lingkaran masih kecil
dan sebagainya.

Pernah kita dengan suatu kampung punya 'Lubuk Larangan' atau 'Padang
Larangan', yang diartikan Terlarang Memancing/ Menangguk di Kolam Larangan,
atau Dilarang berburu pada Padang Larangan....   Tetapi pada suatu waktu
tertentu yang disepakati bersama ( demokrasi)....... secara bersama-sama
menuras Lubuk Larangan oleh orang sekampung.

Bagi yang melanggar, tentunya tanpa setahu 'Wali Nagari/ Kepala Suku',
ada=ada saja musibah terhadap dirinya

Konon 'Lubuk Larangan, atau Padang 'Perburuan' Larangan ada yang menjaga.
Bila dilanggar, sering kita dengar bahwa si pelanggar sakit perut, atau
tidak tahu jalan pulang dpl berputar-putar di sekitar itu saja

Oya, kodak Simeuleu jempretan Jepe .........sayang sekali tidak/ belum dapat
saya nikmati


Sementara demikian dulu Sanak Jepe, dan saya ingin menikmati tulisan Anda
lainnya seperti Layang-Layang Marak dll

Tarimokasih,
Wassalam,


MasrurS
L/.67, asa Sasak-Talu, Gadang di KikTinggi,
Rantau Medan/Sumut,Aceh, Palembang /Lampung
kini di Bandiung



2009/6/3 Jupardi <[email protected]>

>  *“SMONG” KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PULAU SIMEULUE*
> Kira-kira begini mereka berkomunikasi dari mulut ke mulut jika terjadi
> gempa besar yang berpotensi tsunami (secara ilmiah lebih dari 8 Skala
> Richter) penduduk akan berteriak SMONG..SMONG…SMONG…!!!!! artinya tentu akan
> datang gelombang pasang yang besar , maka para penduduk punya waktu sebelum
> tsunamy datang menyapu kampung mereka, katakanlah 30 menit setelah gempa,
>  tentunya mereka menyelamatkan jiwa mereka dengan berlari keatas bukit atau
> tempat yang tinggi dari kampung mereka. Jika saya kelilingi kampung-kampung
> mereka rata-rata daratan yang datar dari garis pantai lalu dibelakang
> perkampungan mereka ladang-ladang cengkeh di atas lereng-lereng bukit atau
> ketinggian  tempat tujuan mereka berlari dan menyelamatkan diri.
>
>
>
> Berpijak kepada pengalaman dan kearifan local mereka berkaba ini dari
> generasi ke generasi sampai saatnya terjadi gempa dan tsunami yang dahsyat
> tersebut pada
>
> Mungkin itu sepotong mozaik kearifan local yang saya dapat di Pulau
> Simeulue semoga apa yang Bapak Masrur Siddik tanyakan pada saya ,
>
Banyak kiranya mozaik-mozaik kehidupan lainnya serta kearifan local di Pulau
> Simeulue yang saya dapatkan dan menjadi sebuah kisah hidup saya. Sesuatu
> yang tidak pernah saya pikirkan atau malah saya bayangkan suatu saat saya
> akan ke sana, tapi begitulah kadang-kadang jalan hidup ini terlalu sulit
> kita prediksi mau kemana kaki kita melangkah kedepan walau kita sudah
> mempunyai rencana matang. Seperti kata pepatah “Man Purposes, God Disposes”
> artinya kita boleh saja punya rencana dalam hidup ini tapi tetap juga
> keputusan akhir hanya Allah Swt yang menentukan setiap langkah kita kedepan.
>
>
>
> Wass-Jepe/Pku, 2/06/09
>
>
>
> Foto 1. Perkampungan yang hancur ditela
>
>  Gelombangpasang/Tsunami/Smong. Sehabis
>
> Gempa dengan kekuatan lebih8 SR di salah satu
>
> Desa Pulau SimeulueSekarang telah ditinggalkan
>
> Penduduk dan mereka membuat perkampungan
>
> Baru ditempat yang lebih tinggi rata-rata sekitar
>
> 100-200 Meter dari bibir pantai
>
>
>
>
>
> Foto 3. Pantai Simeulue yang sangat inda
>
>  Berpasir putih dan landai di PulauTeupah yang
>
> terpisah dari Pulau Simeulue Menghadap lautan
>
> bebas Samudera IndiaDan di huni penduduk
>
> (Desa Pulau Teupah)Disini saya  yang bekerja
>
> Dengan NGO Jerman  membangun13 Unit Rumah
>
> Masyarakat yang tersapu Tsunami
>
>
>
> Photo saya ambil bulan Agustus 2006 atau lebih dari 1 ½ tahun setelah
> terjadinya Gempa dan Tsunamy yang maha dahsyat pada tanggal 26 Desember
> 2006.
>
>
>
> ===============================
>  Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
> Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
> -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke