Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Kita sambut baik adanya persiapan pembentukan organisasi dan tata kerja badan penanggulangan bencana daerah Sumatera Barat ini. Bagaimanapun, sebagai daerah dengan patahan yang demikian banyak, kita memang harus bersiap-siap untuk menghadapi bencana setiap waktu. Sekedar catatan, untuk mendidik masyarakat kita tentang mitigasi bencana ini, Pemerintah Kerajaan Belanda telah meminjamkan sebuah radio siaran FM, yang ditempatkan di SMA Negeri 1 Padang Panjang dan telah dikelola dikelola dengan baik. Tantangan bagi kita semua adalah bagaimana mengadakan pelatihan menghadapi bencana sedemikian rupa, sehingga sekiranya terjadi, bukan saja korban dapat ditekan sekecil-kecilnya, tetapi juga bagaimana kehidupan dapat dilanjutkan secara normal dalam waktu yang secepat-cepatnya.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) --- On Wed, 6/3/09, Nofend St. Mudo <[email protected]> wrote: From: Nofend St. Mudo <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Sumbar Belum Mampu Meminimalkan Resiko Bencana To: [email protected] Date: Wednesday, June 3, 2009, 9:15 AM Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Gamawan Fauzi mengakui, pemerintah daerah dan pihak terkait belum mampu meminimalkan risiko akibat bencana yang timbul di provinsi berpenduduk sekitar 4,8 juta jiwa ini. Padahal, Sumbar adalah wilayah yang berada di daerah rawan bencana, baik yang disebabkan faktor alam, nonalam maupun akibat manusia, katanya di Padang, Selasa. Kondisi tersebut mengharuskan pemerintah, pihak terkait dan masyarakat Sumbar untuk menyiapkan kelembagaan guna menangani kemungkinan terjadinya bencana. Hal ini juga disadari, karena kejadian bencana alam di Indonesia dan Sumbar khususnya terus meningkat dari tahun ke tahun, tambahnya. Dalam mengatasinya, menurut dia, sudah semestinya Sumbar memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan mengambil tindakan pencegahan dan mitigasi untuk mengurangi tingkat resiko satu bencana. Kemampuan itu harus berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut sehingga upaya penanggulangan bencana dapat dilakukan secara sungguh-sungguh, komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi, tambahnya. Sehubungan dengan itu, pemerintah daerah dan DPRD Sumbar kini membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pembentukan organisasi dan tata kerja badan penanggulangan bencana daerah, katanya. Dengan adanya payung hukum nantinya, maka penanggulangan bencana dapat dilakukan secara sungguh-sungguh, komprehensif, multi sektor, terpadu dan terkoordinasi, demikian Gamawan Fauzi.(*) http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=1&id=31177 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
