Assalamualaikum w.w. bung Ronal dan para sanak sapalanta, Saya rasa bu Prita berhak mendapatkan simpati dan pembelaan dari kita semua.. Keluhan yang beliau sampaikan, dengan data-data yang konkrit dan tanpa menyebut nama dokter yang bersangkutan, malah ditanggapi sebagai mencemarkan 'nama baik' rumah sakit. Saya merasa sangat aneh, bahwa fihak rumah sakit sama sekali tidak membantah fakta dan data medis yang dikeluhkan bu Prita, tetapi malah mengalihkan persoalannya ke 'pencemaran nama baik', suatu konsep yang kelihatannya merupakan 'senjata sapu jagat' yang bisa diterapkan kepada siapa saja dan dengan alasan apa saja. [ Satu saat -- misalnya -- bila konsep ' mencemarkan nama baik' ini dipakai begitu saja, KPK bisa dituntut mencemarkan nama baik oleh mereka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi !]. Juga terasa aneh adalah email yang dikirimkan bu Prita kepada teman-temannya melalui mailing list -- yang tentu saja bersifat tertutup, khusus bagi para anggotanya -- malah ditanggapi secara terbuka oleh fihak rumah sakit. Oleh karena itu, secara pribadi saya berpendapat, yang mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut justru adalah 1) sang dokter yang telah memberikan pelayanan yang malah menambah rasa `sakit dari bu Prita ini, walau telah berkali-kali menyampaikan keluhan; 2) fihak rumah sakit sendiri yang telah menempuh jalur hukum sebelum mengklarifikasi keluhan bu Prita. Saya tak akan pernah tahu tentang kasus ini kalau fihak rumah sakit tak mengumumkannya kepada publik. Saya menyarankan agar selain Komnas HAM, juga Departemen Kesehatan dan lembaga konsumen perlu ikut bicara meneliti kasus ini. Kalau mungkin juga Ikatan Dokter Indonesia. Bagaimanapun, hak untuk memperoleh kesehatan adalah salah satu hak asasi manusia.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) --- On Thu, 6/4/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Ibu Prita Mulyasari,email dan emil To: [email protected] Date: Thursday, June 4, 2009, 12:38 AM Pertama ambo mohon space pada admin untuk mengungkapkan rasa simpati terhadap,Ibu Pritamulyasari. Saya sedikit tertawa ketika mendengar JK memberikan instruksi untuk meninjau kembali penahanan Prita Mulyasari,saya melihat beliau sangat susah mengatakan email sampai terdengar menjadi "emil". Ibu Prita, kami atau mungkin saya menaruh simpati yang teramat dalam untuk masalah yang sedang dihadapi.saya lihat ibu menangis, tanpa disadari saya membayangkan bagaimana jika itu adlah ibu saya. SAya yakin ibu adlah korban tangan tangan yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan hukum.Maju trus Ibu Prita saya yakin jutaan pencinta dunia cyber mendukung Ibu. Jangan berhenti mengkritik ibu prita,ibu adalah pejuang hak hak pribadi yang seharusnya dilindungi negara ini. Sebagai konsumen kita wajib mendapatkan hak dari apa yang sudah kita bayar atau beli. Jika nanti ada kesadaran dari pemberi atau pembuat produk dengan sungguh2 bertanggung jawab pada konsumennya maka itulah buah karya ibu sebagai pejuang hak hak konsumen. Maju trus Ibu Prita.Kami menangis ketika melihat ibu menangis. Salam hormat Ronal chandra Note : tolong untuk tidak dijadikan perdebatan karena ini murni ungkapan simpati. Powered by Telkomsel BlackBerry® --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
