Kekuasaan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang tidak terhingga. Setiap 
hari saya selalu merasakan keberkahan hidup, kebahagiaan hidup yang sejati.  
Terlepas dari permintaan beberapa teman di dunia maya yang meminta saya 
meneruskan tulisan Spritual Intellegence part 3, maka kali ini saya ingin 
sharing pengalaman indah yang berhubungan dengan dunia seorang Penulis.
 
 
Semua penulis tahu bahwa brand name itu penting baginya. Brand name dikenali 
dari indikator buku-buku yang ditulis oleh seorang penulis. Asma Nadia dikenal 
lewat buku-bukunya yang berhubungan dengan wanita, Ali Muakhir dan Arleen 
Armijaya dikenal lewat kisah buku genre anak-anaknya yang khas, Enid Blyton 
lewat buku remaja bertema petualangan, Nur Sutan Iskandar dikenal dengan gaya 
bahasa novelnya yang khas.
 
 Saya pernah ditanya Edy Zaqeus; founder milis penulis bestseller- soal tema 
buku yang saya tulis. Saya jawab bahwa saya senang menulis buku yang unik-yang 
belum pernah diterbitkan di Indonesia. Buku pertama saya tema perkawinan 
antarbangsa alhamdulillah cukup mendapat sambutan baik di pasar buku. Hingga 
memasuki cetakan kedua dan edisi revisi penerbit Erlangga. Buku kedua saya yang 
bertema resep sehat dan awet muda (Hidangan Favorit ala Mediterania) juga 
mendapat sambutan baik di pasaran. Saya  melakukan riset pasar dari Yunani; 
melalui telepon. Hasilnya- di sebagian besar toko buku Gramedia di Jakarta buku 
tersebut sudah habis sejak bulan Pebruari (saat saya umumkan sayembara buku). 
Namun di beberapa daerah buku tersebut dikembalikan ke distributor sebab sudah 
masuk satu semester. Hasilnya ada calon pembeli yang mencari buku sudah tidak 
ada-kecuali mungkin bisa didapatkan di toko buku Mizan (MP Book Point).
 
Buku ketiga saya yang ditulis sejak akhir tahun 2007, terbengkalai naskahnya 
akibat mood yang naik-turun.  Saya merasa mood menulis artikel daripada naskah 
buku. Akhirnya awal  tahun 2009 naskah tentang Alkohol dan Cara Mencegah 
Kecanduannya selesai.  Bisa cepat selesai saat muali digarap lagi awal tahun 
2009, sebab naskah buku ini didukung oleh sangat banyak teman-bahkan seorang 
Professor jebolan Jepang juga bersedia menulis bersama.
 
Buku tentang Bahaya Alkohol ini unik sekali. Sejak akhir 2007 saya minta 
bantuan teman yang kerja di perpustakaan CSIS. Saat saya datang ke Jakarta 
tahun lalu, saya temui beliau. Saya temui dia dengan dua bundelan sangat tebal 
clipping Koran tahun 2003-2008. Isinya komplit; semua yang berhubungan dengan 
minuman keras di Indonesia. Dari mulai kasus kriminal, peredarannya, distribusi 
hingga korban oplosan dan miras import palsu. Membawa pulang ke Yunani 
- bundelan clipping yang beratnya 7 kilo terasa mubazir, sebab bumbu dapur 
lebih urgent untuk dibawa. Akhirnya saya baca satu bundelan di Jakarta di waktu 
senggang-bahkan saya tenteng dan bawa-bawa kemana-mana, agar sempat baca dimana 
saja. Satu bundel ditinggal di rumah ibu saya dan satu bundle saya bawa ke 
Yunani. Gaya menghapal ala mahasiswa. Akhirnya saya bisa ingat semua isi satu 
bundelan itu.
 
Baca clipping Koran saja tidak cukup. Buku tentang alkohol dari berbagai 
penerbit di US dan UK saya order melalui amazon.com. Saya masuk milis-milis 
pecandu alkohol sejak 2007 (milis luar negeri Indonesia dan luar negeri 
Yunani).  Saya juga menjadi participant observation di kelompok AA dan Alanon- 
saya ikuti satu kali pertemuan tertutup para pecandu dan keluarga pecandu 
alkohol di Athena. Mewawancarai penulis buku di Yunani yang juga menulis 
kisahnya tentang kecanduan alkohol-saya lakukan juga.  Tidak cukup sampai 
disitu-setiap hari saya ikuti perkembangan kejadian di Indonesia yang 
berhubungan dengan miras. Bisa dikatakan korban oplosan hampir setiap bulan 
terjadi di Indonesia. Riset saya melalui yahoo answer Indonesia juga menemukan 
kasus yang cukup bikin shock. Semua saya tulis dalam naskah buku ketiga ini 
(lima dari naskah buku yang sudah saya tulis).
 
Kontributor buku ini cukup banyak, rekan wartawan dan rekan-rekan penulis dari 
KOKI Zeverina saya ajak bareng. Dari berbagai daerah di Indonesia dan benua 
bersedia membantu. Naskah buku ini juga berisi puisi sumbangan dari Saut 
Situmorang. Buku diramaikan juga dengan endorsemen dari mulai artis, 
selebritis, motivator, psikolog,  ustad dan para dokter ahli. Walaupun pernah 
ditolak minta endorsemen dari teman sekelas di kampus UGM dulu- karena contoh 
naskah yang saya kirim masih mentah dan dianggapnya naskah buku saya isinya 
demikian. Hingga ke kata pengantar saya minta bantuan seorang penulis yang saya 
kagumi; Nursalam AR. Saya selalu simpan semua tulisannya di folder khusus inbox 
saya. Memang ada dua penulis Indonesia yang saya kagumi, Nursalam dan Damhuri 
Muhammad. Keduanya saya belum pernah bertemu muka, tapi setiap kata dan kalimat 
tulisan sastra mereka sangat enak membacanya (serasa makan lumpia Semarang).
 
 
Masalah ilustrasi juga penting bagi buku. Dimulai dengan kebutuhan foto untuk 
mendukung buku. Maka saya langsung minta bantuan ke Masisir melalui milis 
wordsmartcenter. Saya dapatkan foto amphorae untuk buku. Saya  mulai mencoba 
memfoto minuman keras-mulai di lokasi supermarket setelah naskah mendapat 
kepastian diterima oleh penerbit di Indonesia. Setelah awal 2009 naskah ini 
saya kirim ke Hikmah dan ditolak dengan alasan tema tentang alkohol tidak 
popular di Indonesia. Saya hanya senyum membaca email penolakan tersebut. 
Akhirnya saya pakai gaya penulis luar negeri; yang mengirim contoh naskah ke 
beberapa penerbit sekaligus. Karena saya yakin naskah ini sangat kontemporer, 
unik dan dibutuhkan banyak orang Indonesia. Tidak sampai satu bulan saya 
mendapat respon positif dari penerbit Elexmedia-Gramedia. Bahkan ada dua 
penerbit yang minat menerbitkannya. Alhamdulillah! 
 
 
Pengalaman lain, saya pernah tidak diizinkan memfoto di supermarket-hingga 
pindah ke supermarket lainnya. Syukurlah di salah satu supermarket dibolehkan 
memfoto sepuasnya. Seluruh jenis miras dan berbagai macam saya jepret 
bebas-bahkan termasuk harganya.J
 
Hasil foto sendiri yang memakai digital kamera kurang memuaskan dari segi art. 
Saya senang menikmati foto yang punya nilai art tinggi dan unik; biasanya foto 
jenis ini hasil jepretan  kamera manual dengan macam-macam jenis lensa. Saya 
googlekan akhirnya ketemu wartawan foto yang lumayan hasilnya. Saya hubungi 
melalui email dan hasilnya respon positif- disumbangkan foto miras satu untuk 
buku kami.
 
Ide terakhir yang kemarin muncul dari benak saya, menampilkan foto yang indah 
dan unik. Saya mencari di flikcr dan riset hasil jepretan para fotografer manca 
negara. Ketika saya jatuh hati pada sebuah foto, saya langsung menjadikan 
fotografernya sebagaui kontak. Saya kirim pesan dan meminta bantuannya untuk 
menyumbang foto untuk buku kami. Hasilnya ada yang minta dibayar dan memberikan 
gratis. Hal ini membuat hari-hari saya terasa indah dan penuh semangat. 
 
Kemarin saya mendapat jawaban dari email seorang fotografer professional  asal 
Jerman. Dia bekerja di perusahaan advertising-agency.  Dia biasa membuat foto 
untuk iklan. Hasil jepretannya sangat mengagumkan dan tekniknya sangat canggih. 
Dengan sukarela dia bersedia membantu saya. Bahkan bertanya ingin jenis miras 
apa yang dibutuhkan, dia akan membuat khusus foto untuk buku kami. Kemudian 
saya tanya di email kenapa dia sangat baik sekali memberikan gratis, padahal 
fotonya di Eropa harganya sangat mahal. Jawabnya singkat saja; karena Anda 
orang yang sangat baik dan saya senang jika foto saya bisa tampil di belahan 
bumi lain. Kemudian saya juga beterus terang, bahwa sebenarnya saya pekewuh 
minta gratisan. Saya ungkapkan tentang  dunia buku di Indonesia dan Eropa beda. 
Di Indonesia seorang penulis bukunya hanya djual sekitar 3-4 euro. Sedangkan di 
Eropa harga buku populer dijual kisaran 20-50 euro.
 
Tidak hanya dari seorang fotografer saja, saya juga mendapat kiriman file 
original foto dari fotografer lainnya.   Dia seorang penulis juga dan juga 
guru. Dia berasal dari USA.  Dia memang sangat baik dan sudah banyak membantu 
orang lain melalui foto-fotonya. Saya baru tahu hal ini, setelah membaca 
testimony di flikcrrnya pagi ini.
 
Pengalaman indah menulis yang membuat saya bahagia (semua pasti senang kalau 
dapat gratisan kan?:).  Melalui menulis bisa mendapat banyak teman yang selalu 
membantu dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Karena saya juga selalu menanamkan 
dalam hati yang telah dioperasi pakai device amplatzar ini, bahwa semua manusia 
baik. Jika seorang individu merespon negative itu haknya. Yang terpenting niat, 
kerja keras dan pantang menyerah. Semua harus dilakukan dengan hati riang dan 
perilaku baik. Jangan sakit hati jika ditolak, dan tidak patah semangat.
 
Saya mohon doa dari rekan semua, agar buku yang akan terbit bulan Nopember 2009 
nanti menjadi wujud buku yang saya idamkan. Selain tentu saja bermanfaat bagi 
semua. Saya yakin itu. Langkah selanjutnya upaya promosi buku, suatu hal yang 
sulit-sulit gampang.
 
 
 
Megara, 4 Juni 2009
 
 
 
 
 
 

Hartati Nurwijaya in Megara - Greece

Ikuti Sayembara berhadiah martabak bolu dan souvenir dari Rusia.
Beli buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock
http://perkawinan-antarbangsa-loveshock.blogspot.com/


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke