KISWAH KA'BAH

Oleh : Zulharbi Salim

Kita mengetahui bahwa Kab'bah adalah Kiblat umat Islam di seluruh
dunia, berada di Pusat Kota Suci Makkah Al-Mukarramah mempunyai sejarah
yang panjang, sejak didirikan oleh Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan
Putranya Nabi Ismail AS.

Kesanalah umat Islam datang berkunjung melaksanakan Ibadah Haji,
sebagai Rukun Islam ke-5 pada bulan Zulhijjah setiap tahun.

Berikut ini adalah selayang pandang tentang Kiswah (Kelambu) Ka'bah
yang perlu anda ketahui.

Sumber sejarah menyebutkan bahwa orang pertama yang membuat dan
memberikan Kelambu Ka'bah adalah Nabi Ismail bin Ibrahim AS. Kemudian
diteruskan oleh Adnan bin Adam, kakek tertinggi Nabi Muhammad SAW.

Pada zaman sahabat diteruskan oleh para Khalifah. Ketika Raja Himyar
berkuasa, dilanjutkan oleh Tubba' Al-Himyari dan digantikan oleh
Al-Ma'ala dan Al-Washil.

Selain itu sejarah juga mencatat kaum wanita pertama membuat kelambu
Ka'bah adalah Nabilah binti Hubab istri Abdul Muthalib dan Ibu Al-Abbas.

Pada tahun ke-X Hijrah, bertepatan dengan Hujatul Wada' (Haji
Perpisahan) Rasulullah memasang Kiswah (Kelambu) Ka'bah sampai beliau
wafat pada tahun ke-XI Hijrah.

Pada masa Khalifah Abu Bakar Al-Siddiq, Ka'bah dihias dengan kelambu
Al-Qabathi (tenun). Masa Khalifah Umar bin Khatab dan masa Khalifah
Usman bin Affan kelambu Ka'bah dibiayai dari Baitul Maal.

Khalifah Umar orang pertama yang menetapkan supaya Ka'bah diberi dua
kelambu, satu terbuat dari sutera dipakai pada hari Tarwiyah (8
Zulhijjah) dan yang satu lagi dibuat dari Al-Qabathi (tenun) dan
dipasang pada tanggal 27 Ramadhan.

Setelah berakhirnya masa pemerintahan para Khalifah, tiba masa
Muawiyyah bin Abi Sofyan, dimana beliau memberi kelambu Ka'bah yang
dibuat dari sutera 2 kali setahun. Hal yang sama diteruskan oleh Yazid
bin Muawiyyah, Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Marwan.

Setelah itu Khalifah Al-Ma'mun memasang kelambu 3 kali setahun,
dilanjutkan oleh Al-Nashir dari dinasti Abbasiyah yang memerintah pada
masa Salahuddin Al-Ayubi, memberi kelambu Ka'bah dengan warna hijau dan
hitam. Sejak saat itulah kedua warna ini terus dipakai.

Pada saat berakhirnya pemerintahan dinasti Abbasiyah datanglah Raja
Zahir Baibar yang meneruskan tradisi memberi kelambu Ka'bah, kemudian
pada tahun 659 H, Raja Yaman bernama Al-Mudhaffar melakukan penggantian
kelambu Ka'bah secara bergiliran dengan Raja-raja Mesir.

Tidak hanya itu, pada tahun 710 H didepan pintu Ka'bah dipasang tabir
berukir yang diberi nama Al-Burqu'.

Sejarah terus berjalan, pada tahun 751 H Raja Mesir, Ismail bin
Muhammad bin Qawlun telah mewakafkan sebagian hartanya khusus untuk
Kiswah Ka'bah dalam jangka yang cukup lama.

Sebelum Arab Saudi diperintah Raja Abdul Aziz Al-Saud, Kelambu Ka'bah
ditenun di Mesir, bahkan beberapa tahun kemudian, Mesir masih
mengirimkan setiap tahun secara kontinu. Setelah Kerajaan Arab Saudi
mulai menemukan minyak dan ekonominya semakin melaju, Raja Faisal bin
Abdul Aziz membangun pabrik Kiswah Ka'bah di Ummul Qura, Makkah.

Produksi pertama langsung dipasangkan sendiri oleh Raja Faisal,
disaksikan oleh wakil-wakil pemrintah negara sahabat.

Perhatian pemerintah Arab Saudi terhadap Kiswah Ka'bah terus
ditingkatkan, dengan mendatangkan tenaga ahli dari Mesir dan berbagai
negara Islam lainnya dengan mempergunakan teknologi baru disamping
tetap memakai sistem sulam yang harus dikerjakan dengan tangan.

Mengenai pabrik Kiswah Ka'bah dibangun diatas tanah seluas 100 meter
pesegi yang terdiri beberapa bagian antara lain bagian sulam, suatu
pekerjaan tangan yang memerlukan keahlian khusus. Benang katun tebal
dengan ukuran berbeda-beda dipintal dan dilapisi benang emas. Bagian
dalam dari Kiswah dibuat dari benang katun yang didatangkan dari Mesir.

Pada bagian dalam Kiswah itu disisipkan benang pemisah yang berfungsi
sebagai pelipat. Kaligrafi disulam dengan benang emas yang bermutu
tinggi, dan kaligrafi yang terdapat disetiap sudut



Kiswah dilapisi dengan perak murni.



Sebuah kelambu Ka'bah menghabiskan 670 kg sutera murni yang terdiri
dari 47 gulung dan setiap gulung panjangnya 14 meter dan lebarnya 95
cm. Luas kelambu keseluruhan 2650 meter persegi.

Biaya kelambu Ka'bah sekitar 17 juta Rial atau sebesar 4.534.000 US
Dollar, termasuk bahan baku, biaya operasionil dan gaji pegawai.(Abu
Razi).***



Riyadh, 20 Juni 1990



Referensi :

1. Harian Al-Bilad, tanggal 17 Juni 1990, Jeddah.

2. Kantor Berita IINA, Jeddah.

--
Posting oleh PONDOK PESANTREN MODERN AL HARBI ke ZULHARBI SALIM BLOG
pada 6/04/2009 08:13:00 PM
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke