Asslm.Wr.Wb. Harap berhati-hati dengan Pusat Kapital, Kreditor yang tidak identik dengan Puskesmas.
Di Habibie Center, Ventje Sumual mengaku bahwa ia mengundang AS terlibat memasok senjata militer. Lah yang lebih dahulu di Bom Pesisir Pariaman, sementara pesisir menado tidak diusik. Saat dimulainya perang saudara, dengan kode Komando 17 Agustus, tahun 50-an. Lebih arif mengembangkan puskesmas, pusat ekonomi masyarakat, pusat pengajian di Pegunungan dan Pesisir. Wallahu Alam. B. Wass.Wr.Wb. AUGI JD augispot.blogspot.com On 6/10/09, hanifah daman <[email protected]> wrote: > > > Assalammualaikum WR WB dunsanak sapalanta yth. Ini ada kiriman dr bung RA. > Katanya untuk hadiah ultah bagi yang berbintang gemini karena merasa > sebintang he he he. Maaf becanda. Salam. Hanifah > > > ----- Original Message ----- > Subject: Negeri Di Ujung Tanduk > Date: Wed, 10 Jun 2009 8:34:26 > From: [email protected] <[email protected]> > To: hanifah daman <[email protected]> > > NEGERI DI UJUNG TANDUK ( I ) > > by: ricky avenzora > > Inilah kisah tentang sebuah negeri yang sedang di ujung tanduk. > Negeri yang indah dan molek serta gemah ripah loh jinawi saat ini sedang di > pintu kehancuran karena anak negeri sendiri. > Oleh opa dan oma, oleh papi dan mami, oleh aku dan dia, serta oleh anak-cucu > kami semua. > Tidak peduli siapa dia, entah yang merangkak untuk meminta-minta hingga yang > kaya raya,...entah oboy yang selalu diperintah dan dihina hingga penguasa > yang selalu terus ingin memerintah dan berkuasa,....entah yang pandir karena > narkoba hingga profesor yang botak kepalanya. > > > Berawal ketika rasa syukur atas hidayah kemerdekaan dari ALLAH hanya mampu > bertahan 20 tahun saja > Tujuh anak negeri menjadi korban pada tahun enam puluh lima. > Bahkan setelah itu Sang Proklamator pun harus melengkapi perjuangan nya > dengan ikut mengorbankan nyawa. > Kebodohan anak negeri telah menjadikan semua tidak tahu bagaimana untuk > menjadi merdeka yang sesungguhnya sehingga tak heran mereka menjadi hancur > karena diadu oleh para domba. > > > Ketika datang hidayah ALLAH untuk semua, maka perjuangan pun dilanjutkan > untuk membela nusa. > Banyak anak negeri dikirim bersekolah kemana-mana, termasuk untuk > melanjutkan sekolah hingga ke Amerika. > Kecerdasan yang disadari perlu untuk membangun ekonomi anak bangsa, tapi > rupa nya tidak dilengkapi oleh kuatnya iman di dada. > Entah apa yang mereka lakukan di sana, gelar dibawa pulang rasa bangga pun > tiada tara. > > > Karena bangga akan gelar di kepala, maka sistem pendidikan Belanda pun > mereka ganti dengan sistem dari Amerika. > Anak negeri yang bernama Doktorandus ataupun Tukang Insinyur yang seharusnya > bisa langsung menulis disertasi untuk meraih Gelar Doktor semua dibuatnya > harus merangkak dulu untuk mengambil Gelar S2. > Dengan dalih untuk modal membangun bangsa maka hutang pun mereka buat > kemana-mana. > Jika hutang memang telah menjadi permainan hidup di dunia, tapi mengapa > mereka harus kehilangan logika dalam menghitung bunga dan manfaatnya? > > > Jika dulu banyak yang bodoh karena negeri terjajah, maka setelah pintar > ternyata mereka hanya lebih suka onani bersama dengan para penjajah. > Janganlah Tuan heran ataupun ternganga karena semua itu adalah bersumber > saat sekolah dulu mereka terlalu banyak meletakan kedua tangan di kemaluan > saat bertemu dan berbicara dengan para profesor yang mencuci otak mereka. > Hangatnya tangan di kemaluan membuat mereka lupa untuk bertanya kapankah > negara para profesor itu mau berhenti untuk menjajah. > Akibatnya, anak negeri kembali berhasil di adu oleh para domba, sehingga > hanya dalam waktu 8 tahun dari enam puluh lima maka penyakit malaria pun > membakar banyak mobil di ibu kota. > > > Hidayah dari ALLAH datang kembali, kesadaran bela negeri pun ditanamkan NYA > di dada. > Angkatan bersenjata bergerak seketika, dan diberi ruang untuk menjaga > keamanan bersama supaya pembangunan bisa dilanjutkan dan agar anak negeri > bisa sejahtera > Negeri aman dan pembangunan bergerak cepat, semua berpacu mengumpulkan > harta sehingga kantong penuh badanpun buncit jadinya. > Perut kenyang matapun menjadi sipit sehingga tidak melihat banyak pagar > telah melahap tanaman. > > > Dua belas tahun kemudian di tahun 85, peringatan ALLAH datang untuk semua, > krisis ekonomi melanda semesta. > Mereka yang buncit dan pagar yang suka daun muda pun merevisi strategi > mereka, serangkaian jilatan pun disiapkan untuk melenakan penguasa yang > percaya pada para adipatinya. > Hutangpun ditambah dan berbagai kontrak pun kembali dibuat tanpa > mengedepankan logika. > Bahkan para agen propaganda penjajah pun dibiarkan menyusup kemana-mana > dengan mengibarkan bendera LSM yang berteriak-teriak menjual nama anak > negeri untuk memperkaya diri mereka sendiri. > > > Delapan tahun kemudian di tahun sembilan puluh tiga, agen propaganda > penjajahpun telah merajalela kemana-mana. > Atas nama demokrasi mereka semakin leluasa menggerogoti negeri sendiri, > sehingga para domba pun bergembira ria melihat anak negeri yang mulai saling > menikam saudara sendiri. > Atas nama demokrasi semua memilih untuk saling menghina dan mencaci, > jangankan harga diri sedangkan masa depan anak cucu sendiri pun sudah tidak > dipedulikan lagi. > Atas nama demokrasi sang penguasapun diperangkap lagi untuk memimpin negeri. > > > Jika awalnya ada masa 20, masa delapan, masa 12 dan masa delapan lagi, maka > kini kurun yang terjadi semakin sempit lagi. Empat tahun dari sembilan puluh > tiga maka negeri kembali diguncang prahara. > Raja dipaksa turun dari tahta dengan cara yang bukan hanya sangat tidak > terpuji tapi juga dengan cara yang bodoh sekali. > Jangan tanya siapa mereka, karena semua sama saja, yaitu suka emosi dan > birahi karena terlalu banyak onani. > > > Rakyat yang memang sudah lama dikangkangi, kembali bisa dibodohi untuk > berdemo dan membakari Toko Cina. > Para Adipati yang sudah kaya raya karena korupsi sudah lupa akan budi dan > jasa sehingga merekalah yang duluan mendongkel dia yang telah banyak mebuat > tobggak pembangunan negeri. > Para pengawal negeri yang sudah lama jarang lari pagi, ternyata sangat mudah > dipecah belah dan dipecundangi. > Sedangkan para mahasiswa yang belajar menjadi ksatria ternyata mati sia-sia > karena kebodohan mereka sendiri. > > Jangan pula lupa bagaimana para cendikia yang juga berbuat bodoh karena > mencari muka, termasuk dia yang bergelar doktor dari Amerika. > Mereka lupa isi buku-buku yang pernah mereka baca tentang bagaimana harusnya > mengeliminasi kerugian akibat gerakan massa. > Entah karena kepala mereka sebenarnya gak ada isinya, ataukah karena terlalu > banyak masturbasi bersama, atau entah pula karena mereka adalah penkhianat > semua. > > Begitupula dengan para alim-ulama, kitab di kepala dan mata hati mereka > tertutup karena keinginan untuk memakai dasi. > Bahkan ada mereka yang ingin pula mendirikan negeri sendiri. > Padahal mereka telah diagungkan dan diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi > bagi kebaikan dan kemuliaan budi pekerti. > Tapi itu semua tinggal mimpi, karena mereka memilih untuk ikut > bernafsi-nafsi. > > Sampai di situ, marilah kita baca apa yg terjadi sesungguhnya. > Ada hidayah kemerdekaan dari Allah yang disertai kesempatan membangun negeri > kembali berkali-kali. > Tapi semua itu menjadi tidak berarti karena bodohnya anak negeri, karena > serakahnya semua pribadi, karena pengkhianatan yang tak terpuji, karena > cerdik cendikia yang tak berhati-hati, karena rakyat yang dihasut hingga > marah sekali, dan karena alim ulama yang telah mati hati. > Agar tidak terlalu penuh halaman ini maka cerita ini kita teruskan nanti. > > > Dramaga, 10 Juni 2009 > Jam 14.30 > > Salam, > r.a > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > > > > > > -- Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
