Assalammualaikum WR WB dunsanak sapalanta. Ini kiriman bung RA untuk kita renungkan bersama. Semoga berkenan. Wass. Hanifah
----- Original Message ----- Subject: Negeri Di Ujung Tanduk ( II ) Date: Thu, 11 Jun 2009 15:15:27 From: [email protected] <[email protected]> To: hanifah daman <[email protected]> Negeri Di Ujung Tanduk ( II ) by: ricky avenzora Di halaman yang lalu telah kita tahu bahwa Sang Raja yang berkuasa dipaksa turun dengan cara yang hina. Coba lah buka halaman-halaman koran atau berbagai berita TV yang lama. Berita lama tapi tidaklah kuna, berita yang perlu untuk pembelajaran kita bersama. Semua memang ada hikmahnya, tapi jangan lupa pakailah otak di kepala, agar asa jangan tergantung hanya pada cita-cita. Bacalah semua berita, dan urutkan apa saja yang pernah dikatakan dan dilakukan Raja untuk mencari jalan terbaik dalam bersengketa.. Kesampingkan lah dulu dengki dan dendam yang ada di kepala dan dada, agar bisa tenang mencerna berita yang ada. Buatlah peta-dinamika, letakan semua dalam ketajaman lensa hati dan fikiran kita. Lalu cobalah buat kesimpulan yang berguna. Fikirlah mengapa Raja pernah menggunakan pepatah sangsekerta, begitu juga dengan adipati yang pernah diganti hampir semua. Carilah makna perkataan Raja yang berbunyi "siapkanlah pengganti saya". Kalau dengki dan dendam telah dibuang semua, maka mata hati dan fikiran pasti akan terbuka dan bisa membaca makna bahwa ucapan dan langkah Raja adalah tidak sia-sia dan juga bukan juga hanya retorika utk tahan berkuasa. Ucapan dan langkah Raja sesungguhnya adalah sangat berguna agar tidak menghancurkan dan merugikan anak bangsa. Lihatlah bagaimana sikap Raja ketika ia meletakan jabatan serta menyerahkan tongkat komandonya. Baca dan lihatlah pula ucapan dan sikap para adipati yang mengkhianatinya, dan bandingkan lah dengan ucapan serta sikap adipati yang menolak untuk menjalankan surat sakti untuk menggantikan berkuasa. Lihatlah pula pekik merdeka rakyat jelata dan boleh juga dilengkapi dengan senyum kemenangan mereka yang merasa pandai dan berjasa utk negara. Tapi jangan lah lupa, lihat dan dengarkan juga derai tawa serta bunyi denting sendok dan piring serta gelas anggur mereka yang berpesta pora karena telah berhasil menghancurkan persatuan di negeri yang indah dan kaya pada setiap rnusa. Tapi apalah yang mau dikata, semua telah berfikiran dan berhati buta sehingga Raja diturunkan dengan cara durjana. Wakil Raja yang katanya dulu sangat hebat waktu masih sekolah di Eropa, dengan yakin menerima serah terima pergantian berkuasa. Sebagai Wakil Raja itu adalah memang jatahnya, apa lagi dia pernah dipercaya Raja untuk membuat piring terbang yang ternyata hanya dia barter dengan kedelai saja. Jika Sang Raja diturunkan dengan sangat dicirca, maka yang luar biasa adalah Sang Wakil Raja yang dibesarkannya ternyata hingga sekarang tidak pernah mendapat satu hina. Sampai di sini, marilah kita merenung semua apa yang telah terjadi sesungguhnya. Semua pasti mempunyai hikmah adalah tidak perlu dsanggah, tapi jangan lupa bahwa hikmah tidaklah datang dengan sendirinya, apa lagi kalau mulut lebih besar dari kepala. Semangat memang jadi darah buat kita semua dan harus tetap kita jaga, tapi janganlah kita lena bahwa perjuangan membangun bangsa tidaklah hanya cukup dengan semangat saja. Perjuangan memang harus diteruskan dan entah kapan akhirnya masa, tapi marilah kita jangan lupa bahwa perjuangan juga perlu akal dan fikiran untuk mengetahui siapa kawan dan lawan, untuk menentukan arah perjalanan, serta untuk mengukur kapan akhir masa akan tiba. Setelah itu semua, mari kita juga berfikir bagaimana dunia berputar dan tunduk pada sunnah NYA. Ketika anak-anak bangsa hanya lebih suka keras hidung dan besar kepala, apa lagi mencirca dua pemimpinya dengan cara durjana maka lihatlah penhinaan apakah yang telah dibawa kan masa untuk mereka semua. Untuk itu cobalah kembali membaca dan melihat berita. Wakil Raja mulai menjalankan masa nya, dengan semboyan demokrasi untuk semua. Demokrasi untuk anak bangsa, dan demokrasi juga untuk semua penjajah di dunia. Banyak cara ditempuhnya untuk menunjukan bahwa gelar doktor dan profesornya tidaklah sia-sia. Tapi ternyata pepatah tua memang sakti adanya, sepintar-pintar tupai melompat sekali waktu pasti jatuh juga. Kalau hanya tupai yang jatuh dari pohon kelapa barangkali tidaklah terlalu mengapa, karena ada rumput dan serasah yang menahan hempasan di kakinya. Tapi cobalah lihat apa jadinya ketika sang doktor dan profesor yang menjadi Raja lupa pada kepentingan nusa dan bangsa nya. Tidak hanya menghilangkan bagian negeri yang mempunyai ladang minyak di lautan di ujung timur sana, tapi juga mengiris hati para yatim dan para janda yang menangisi kubur serta nama ayah dan suami mereka yang tertulis di Buku Seroja. Kesedihan tidak hanya di alami para yatim dan janda, tapi juga oleh seluruh isi bangsa. Katanya dia doktor dan sudah profesor pula tapi mengapa pula membawa hujam luka di dada semua. Jika kehilangan sebagian negeri tidak bisa dielakan, tapi mengapa anak negeri harus dipermalukan di mata dunia. Itulah akibatnya jika rumus di kepala hanya digunakan utk tipu daya dan busung dada terlalu besar pula. Agar cerita di halaman ini tidak terlalu panjang pula maka ada baiknya kita kita rehat dulu sejenak untuk merenungi apa yang telah dibaca. Ruang Senyap, 11 Juni-09 Jam 22.10 Salam, r.a Powered by Telkomsel BlackBerry® --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
