Da Ronald


Klo ambo memang ndak berharap dengan Budiono do da, malahan akan
terjadi krisis berikutnya terhadap indonesia. Krisis di Amerika Serikat
seharusnya menjadi pelajaran bagi elit ekonom kita untuk membuat
kebijakan ekonomi indonesia. bahwa negara yang katanya superpower juga
kelabakan dalam masalah krisis di negerinya, hal ini di sebabkan oleh
RE-Asuransi kredit perumahan yang semuanya mengharapkan keuntungan dari
% bunga semata dari komisi, rabat, potongan, yeald dan sebagainya.
Pendapatan instan semua..

Ambo masih takana katiko Budiono di Tanyo soal program ekonomi
kerakyatan oleh host. jawabannya apa? Jawaban lebih kurang seperti ini
: "bahwa setiap kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk mensejahterakan
rakyat itulah ekonomi kerakyatan". tanpa merinci program yang akan
dilakukan untuk itu. hmm jawaban yang menggelikan,,

============>

Posisi menko yang pernah beliau duduki lebih dari cukup untuk membuat
kebijakan strategis pro rakyat jika ingin,napa harus menunggu jadi
wakil presiden dahulu?

+++

Dari track record kebijakannya selama menjadi mentri perekonomian dan
keuangan kita bisa melihat bahwa kebanyakan kebijakannya pro pada
pasar. Seperti :

1--------Pada
1997-1998, dikucurkan BLBI sebesar Rp 400 triliun (untuk bank swasta Rp
144,8 triliun & bank pemerintah Rp 267 triliun). Dan ini melibatkan
Boediono secara mendalam.

2.-------Di era BJ Habibie, Boediono (Kepala Bappenas) menyetujui Dana Rekap
Perbankan Rp 600 triliyun. Akibatnya rakyat Indonesia harus menanggung
Rp 80 triliun setiap tahun di APBN hingga tahun 2032.

3--------Di Tahun
2001-2004, Boediono (Menkeu), mengeluarkan kebijakan Privatisasi &
Divestasi. Akibatnya 13 BUMN, yang merupakan aset strategis, dijual dan
obligor BLBI diberi status ‘Release & Discharge’ (Dibebaskan dari
sspek hukum). 

4-------Hingga saat ini Boediono masih menjabat sebagai IMF Board of
Governors. Atas pesanan Bank Dunia, di era Menteri Keuangan Boediono,
dikeluarkan UU Keuangan Negara No 17/2003. Undang-undang tersebut
memberikan kewenangan luar biasa kepada Menteri Keuangan dan mengurangi
peranan “perencanaan”, sesuai model ekonomi Neoliberal. Untung kemudian
Kwik Kian Gie sedikit mengoreksinya lewat UU No 25/2004

5-------Di era Boediono menjabat Menko Ekuin,yang kemudian digantikan Sri
Mulyani, utang pemerintah sudah mencapai level tertinggi, yakni 149,67
miliar dolar AS per Desember 2008. Meski begitu, tipe kebijakan
pengelolaan utang dari SBY-Boediono tidak menunjukkan keberpihakan
untuk lepas dari cengkeraman utang.



toh udah jelas bukti neolibnya.

=========>

70% masyarakat indonesia yang terdiri dari pns ditenangkan dengan
kenaikan gaji tapi tidak punya pilihan dalam membelanjakan uangnya
karena semua serba mahal.

+++++++++



Kenaikan gaji adalah hal yang wajar di terima oleh para PNS, karena
nilai uang yang semakin rendah atau nilai barang yang semakin tinggi.
Sehingga untuk membeli barang yang sama pada tahun 1998 dengan 2008
akan berbeda. Nilai rupiahnya akan lebih besar pada tahun 2008.

Namun hal ini sebagian PNS tidak menyadari, dan merasa berterima kasih
karena kenaikan gaji tersebut, padahal itu hanya kebaikan kamuflase
doang akibat salah urus dalam bidang perekonomian dan ada sebagian
(pejabat negara)  yang malah menggunakan kesempatan itu untuk tebar
pesona memperkuat pencitraan dan rakyat di ninabobokan dengan materi
semu. 

=======================>

Namun perlu juga dipahami,pola ekonomi barat sudah mengakar
diindonesia,merubah bukan juga hal yang mudah tapi memang sudah harus
dimulai kalau tidak kita akan jadi negara kaya dalam keterpasungan
ekonomi.



Kata Rizal Ramli kalau mau pasti bisa

+++++++



Walaupun sedah mengakar tetapi kita harus berusaha mencobanyanya. 

Dimana lagi letak kedaulatan bangsa ini ketika setiap kebijakan ekonominya di 
dikte oleh orang asing.

Dimana lagi kemerdekaan bangsa ini ketika satu persatu pulau kita di Ambil 
Malaysia.

Trus apa yang di banggakan oleh bangsa Indonesia untuk di lanjutkan dengan 
pengalaman seperti ini.



klo ada niat dan usaha untuk mengubahnya maka itu akan terwujud,,



Romi 

Jakarta



--- On Wed, 6/10/09, Anzori <[email protected]> wrote:

From: Anzori <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] SBY Berbudi  dan Neo Lib
To: [email protected]
Date: Wednesday, June 10, 2009, 7:19 PM

Ado nan menarik dari diskusi di Metro TV tadi malam. Tim  sukses Mega dan JK 
mengomentari kenapa SBY mengambil jingle Indomie untuk  kampanye. Tim sukses 
Mega mengatakan Indomie terbuat dari terigu dan terigu 100 % impor, jadi 
mengambil jingle indomie mempertegas konsep neolib yang mereka anut......  lucu 
juga komentarnya. Tim sukses JK hanya mengatakan tidak kreatif dengan 
menggunakan jingle  perusahaan lain
 
From: "[email protected]" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, June 11, 2009 8:46:29 AM
Subject: [...@ntau-net] Re: Track Record Budiono


Da Romi,

Ambo pesimis ekonomi kita akan lebih baik jika pola ekonomi yang dikembangkan 
seperti yang sudah2.walaupun dalam pidato nya Pak Boediono akan melakukan 
ekonomi dengan pola kesejahteraan masyarakat koq rasanya saya tidak yakin jika 
melihat kiprahnya selama ini.

Posisi menko yang pernah beliau duduki lebih dari cukup untuk membuat kebijakan 
strategis pro rakyat jika ingin,napa harus menunggu jadi wakil presiden dahulu?

Rakyat dibuat sejahtera secara semu dengan naikan gaji dan tunjangan PNS,GURU 
yang lebih dari 70%penduduk indonesia berada disektor itu.namun disisi lain 
kebutuhan pokok mahal para kartel ekonomi mengatur jalur distribusi sehingga 
kontrol harga dilakukan sedemikian rupa.

Akhirnya jumlah peningkatan pendapatan berbanding atau malah lebih rendah dari 
harga kebutuhan yang melonjak.kembali yang kaya semakin kaya yang miskin trus 
bertambah.

Hal ini bisa terjadi karena roda ekonomi kecil tidak
 digerakan,mekanisme pasar berjalan cuma pasar saham sedang pasar tanah 
abang,melayu dan pasar masyarakat lainnya dibrangus.

70% masyarakat indonesia yang terdiri dari pns ditenangkan dengan kenaikan gaji 
tapi tidak punya pilihan dalam membelanjakan uangnya karena semua serba mahal.

Ironinya kita terlena dengan hal hal seperti itu.

Namun perlu juga dipahami,pola ekonomi barat sudah mengakar diindonesia,merubah 
bukan juga hal yang mudah tapi memang sudah harus dimulai kalau tidak kita akan 
jadi negara kaya dalam keterpasungan ekonomi.

Kata Rizal Ramli kalau mau pasti bisa.

Salam Hormat
Ronal Chandra

Powered by Telkomsel BlackBerry®

      







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke