Melihat angka di artikel ini, jadi tanda tanya lagi nih. Gak tahan juga untuk tidak komentar...:) Bbrp bulan lalu baik Kadisbudpar dan diikuti oleh Gubernur, menyatakan Sumbar sukses meningkatkan jumlah wisatawan hingga 6,5 juta orang per tahun. Kalau angka dibawah, kok jadi jauh nih dg angka 6,5 juta ini...? Kenapa...? Mana yang bener nih...?
Masalah kenyamanan..? Masih agak berat untuk wisatawan bersedia berkunjung berulang-ulang ke Sumbar. Masalah "pakuak" dan "panguah" di sekitar obyek wisata aja belum bisa dibenahi. Termasuk preman di sktr Danau Kembar, bukan main galaknya...! Kawan2 ASITA tahu persis ini. Disalah satu daerah, ada cerita yang lebih tragis lagi. Sampai ada Komandan TNI di Sumbar yg "terpental" gara2 berhadapan dg preman di Sumbar ini... Gak peduli mobil TNI atau berpangkat sekalipun, preman lebih berkuasa dilapangan walaupun preman tsb berakhir mengapung di danau singkarak krn anak buah salah mengartikan perintah atasan... Mau membangun di Sumbar, mesti punya "orang kuat". Kalau tidak, bahan2 bangunan yang telah berdiri, bisa lenyap dalam semalam. Tukang yang menjaga pun juga tidak berani menahan. Mau diambil tindakan oleh polisi, polisinya yg udah capek. Krn masyarakat kampung tsb bisa menyerang pos polisi stlh itu. Dg alasan kenapa ponakan kami ditahan..? Kenapa orang kampung kami diambil polisi. Jadi serba salah polisi jadinya... Tidak berarti terjadi disemua daerah di Sumbar, tetapi cukup sering dan banyak. Kawan-kawan media umumnya tahu semua info dan datanya ini. Sampai2 sudah malu hati sendiri untuk menuliskannya di media2 mereka... Jadi KAMPANYE ke Internal Masyarakat Sumbar saat ini JAUH LEBIH PENTING dari pada berpromosi ke luar negeri...! Benahi dulu kesadaran masyarakat kita...! Bangun dulu BUDAYA MALU thd tamu dan orang lain, dlsbgnya... Jangan budaya arogansi (bahasa halus budaya preman), sehingga sampai terjadi drama pencegatan kapal yang membawa tamu-tamu SITF ditengah laut seperti bbrp waktu lalu... Mungkin perlu dipertimbangkan lagi agar ada mata pelajaran BUDI PEKERTI di sekolah-sekolah...! Jadi tantangan di Sumbar memang tidak mudah. Siapapun yang akan jadi Gubernur, HARUS ORANG KUAT...! Kuat dalam posisi di masyarakat dan kuat pulo "saku-saku" nyo...! Kalau cuman bisa berwacana dan menghimbau-himbau doang, lupakanlah...! Bisa jalan ditempat kita atau bisa mundur kali ya... Mohon maaf sebelumnya. Semoga berkenan. Terima kasih. Salam, Nofrins/49 ________________________________ From: Nofend St. Mudo <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sunday, June 14, 2009 9:38:30 AM Subject: [...@ntau-net] Gubernur : Daerah Harus Fokus Kembangkan Wisata Unggulan Propinsi | Sabtu, 13/06/2009 18:04 WIB Padang, (ANTARA) - Gubernur Sumatra Barat Gamawan Fauzi meminta kabupaten dan kota di provinsi ini untuk fokus dalam pengembangan objek wisata yang menjadi unggulan, sehingga bisa mendorong perekonomian masyarakat. "Pemkab dan pemkot harus memilih satu objek wisata unggulan yang mesti terus dikembangkan, karena tidak mungkin membenahi seluruhnya dengan anggaran APBD. Oleh karena itu, harus fokus pada satu objek wisata yang dijadikan unggulan," katanya di Padang, Sabtu. Menurut dia, pengembangan satu objek wisata unggulan akan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara ke daerah ini. Seiring dengan pengembangan potensi wisata andalan tersebut, kata dia tentu harus pula dibarengi dengan gencarnya promosi, sehingga makin dikenal wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Ia mengatakan pemerintah kabupaten dan pemerintah kota perlu menerapkan pola promosi dengan sistem kerjasama antar kabupaten/kota, seperti dalam pemasangan baliho. Bahkan, menurut gubernur, provinsi bisa membantu jika ada keinginan bersama mempromosikan potensi objek wisata melalui baliho pada provinsi-provinsi di luar Sumbar. "Apabila sistem promosi 'sharing' diterapkan untuk ke depannya, potensi wisata Sumbar akan makin dikenal. Kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara ke Sumnbar akan terus meningkat," katanya. Data di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar menyebutkan kunjungan wisatawan mancanegara hingga April 2009 tercatat sebanyak 4.087 orang, dan mereka datang melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Dengan jumlah wisman sebanyak itu, terjadi peningkatan yang signifikan dibanding periode yang sama pada 2008 yang hanya 1.876 orang. Kunjungan wisman ke Sumbar pada 2008 tercatat sebanyak 131.123 orang, atau terjadi peningkatan 40,43 persen dibanding 2007. Untuk tahun ini ditargetkan jumlah wisman yang mengunjungi Sumbar sebanyak 174.140 orang. Dalam kesempatan terpisah, Kabid Program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar Reuni Saleh mengatakan sektor pariwisata sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan pengembangan pariwisata, masyarakat bisa melakukan aktivitas ekonomi, di antaranya berjualan, menyediakan jasa angkutan dan penyediaan penginapan bagi para wisatawan. Menurut dia, keterkaitan yang saling menguntungkan antara sektor pariwisata dengan perekonomian sudah dinikmati masyarakat yang tinggal di dekat objek wisata, seperti Bukittinggi, Padang, Agam, Batusangkar, Kabupaten Solok, Mentawai dan Sawahlunto. Buktinya, kata dia, secara bertahap perekonomian masyarakat yang berdekatan dengan kawasan objek wisata di beberapa daerah terus meningkat. "Jadi, adanya kebijakan pemerintah untuk membentuk nagari-nagari wisata, diharapkan mampu mendorong terciptanya pemerataan pembangunan daerah, lapangan pekerjaan dan kesempatan usaha di berbagai sektor," katanya. Sumbar merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama yang aman dan nyaman, menarik, mudah dikunjungi, dan memiliki daya saing global bagi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. "Wisman yang ingin berkunjung ke Indonesia untuk mencari kenyamanan dan keamanan, tentu akan memilih Sumbar sebagai tujuan utamanya," katanya.(*) http://www.antara-sumbar.com/id/?sumbar=berita&d=1&id=32677 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
