Dalam mengembangkan parawisata jargon : "Bilo pulo lai mamakan pitih urang rantau" yang harus dihapuskan .
Kalau indak .....parkir oto sapuluah ribu.... Makan barombongan di nasi Kapau walau rata-rata cuma dua lauk bisa kanai 75000 perorg. Harago durian produksi Sumbar labiah maha dari kalau durian itu alah dikirim ka propinsi tetangga. Sarato tetek bengek lain nan menyebabkan biaya tinggi....Kenapa berbagai komoditas produksi Sumbar itu bisa lebih mahal didaerah asalnya dari pada kalau sudah berada diluar Sumbar ? Wass TR --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ . Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =========================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
