"Info akhir-akhir ini bahwa selama kurun pemerintahan SBY-JK hutang Republik semakin banyak, sungguh merisaukan saya. "
Ndak udah risau bana, pak Saaf. Menkeu Sri Mulyani mangecekan di TV, negara ma
nan ndak bautang. Amerika jo Japang labiah gadang hutangnyo pado awak.
Saingek ambo, sajak Sukarno saisuak, hutang ko jadi sinjato politik lawan2
presiden nan sadang mamarentah. Apo di zaman Megawati awak indak mambuek hutang?
mak Sati (L. 72+3+12)
asa Galuang, Sungai Pua, Agam
Jl. Sitawa 25, Tabiang
0812 6600 639
0815 3537 3437
0751 773 4440
----- Original Message -----
From: Dr.Saafroedin BAHAR
To: [email protected]
Sent: Sunday, June 14, 2009 10:09 AM
Subject: [...@ntau-net] Re: Hampir Semua Tokoh Sumbar, Masuk Tim Pakar
SBY-Boediono
Pak Nof, bung Andrinof, dan para sanak aa palanta,
Angin memang telah berubah. Sumatera Barat yang sejak tahun 1971 berada
di bawah pengaruh Golkar, dalam tahun 2004 dipengaruhi oleh Partai Demokrat.
Faktor yang paling menonjol dalam perubahan ini adalah pesona SBY.
Kecenderungan itu berlanjut dalam tahun 2009 ini.
Fenomena yang hampir sama juga terlihat di berbagai daerah lain.
Herannya di Riau masih tetap Golkar yang menang. Entah mengapa.
Yang menarik lagi, SBY terlihat juga berubah. SBY yang dahulu kita
kenal sebagai tokoh santun dan terkesan dizalimi Mega/TK, kini selain tetap
santun, juga tampil sangat 'pede' dengan kemampuan politik yang sungguh
canggih.Cara beliau memutuskan kerjasama dengan JK sungguh mengejutkan saya..
Rupanya sudah lama beliau tidak menyukai JK, tetapi tidak beliau sampaikan
langsung. Pada saat 'injury time' bagi JK menjelang pencalonan dalam rangka
pilpres, SBY mengeluarkan kartu truf, sehingga terkesan JK agak 'klabakan'.
Mungkin saya salah, tetapi rasanya kok JK yang kini terkesan dizalimi -- dengan
santun -- oleh SBY.
Sungguh menarik bahwa sekarang [hampir] seluruh tokoh Sumbar ikut dalam
'band wagon' SBY, walau dalam kenyataan adalah JK -- dalam posisinya sebagai
Wapres -- yang telah berbuat banyak bagi kepentingan Sumbar. Pepatahnya,
mungkin, 'maambiak tuah dari nan manang'. Hanya terkesan bahwa kini 'semua
telur berada dalam satu keranjang'.
Tapi, yah, itulah politik, atau lebih jelasnya, 'pragmatic politics'.
Sekiranya seluruh pemilih di Sumbar bersama sebagian besar elitenya
nanti juga memilih SBY, kita mau apa? Make the best it.
Info akhir-akhir ini bahwa selama kurun pemerintahan SBY-JK hutang
Republik semakin banyak, sungguh merisaukan saya.
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: clip_image002.jpg>>
