Episode 6


----- Original Message -----
Subject: Negeri Di Ujung Tanduk ( IV )
Date: Sun, 14 Jun 2009 8:40:10
From: [email protected] <[email protected]>
To: hanifah daman <[email protected]>

Negeri Di Ujung Tanduk. ( VI )

by: ricky avenzora

Ibarat diri, Negeri Di Ujung Tanduk sekarang menjadi negeri yang diperintah 
seperti sebilah rusuk kiri memerintah seluruh diri.
Itu semua adalah karena rakyatnya yang banyak  semakin banyak yang tidak tahu 
diri dan juga sudah tidak punya hati.
Cobalah bayangkan sendiri, sudah berapa macam  kehinaaan dibawa masa buat 
negeri, tapi mereka semua belum juga sadarkan diri. 
Hutang memang dibuat seperti mau berhenti, tapi semua perusahaan negeri dijual 
dengan harga tak berarti dan lupa akan arti strategis dan strategi. 

Telekomonukasi tidak punya mereka lagi, juga banyak bank yang  dijual rugi, 
....hitunglah berapa perusahaan negeri yang tidak menjadi punya mereka 
lagi,....alasan  menjual adalah atas nama efisiensi dan transparansi, padahal 
semua hanya ingin berebut berbagi komisi untuk mengisi  kantong sendiri. 
Kalau dulu mereka ribut soal korupsi, maka  kini ditambah lagi mereka 
ramai-ramai menjual semua isi negeri ke luar negeri.
Apa mau dikata lagi, semua itu persis seperti diri,....kalau sebilah tulang 
rusuk kiri yang disuruh memerintah diri maka badan berjalan sesuka-suka 
jari-jari di tangan dan di kaki. 


Siti Hawa diciptakan ALLAH dari sebilah tulang rusuk Adam yang sebelah kiri 
adalah untuk
melengkapi diri agar dunia tidak sunyi dan sepi, tapi bukan untuk menguasai 
diri, mengapa mereka semua sulit untuk mengerti.
Jika Yang Maha Pencipta saja sudah tidak mereka hargai lagi, maka tidak susah 
dimengerti mengapa mereka sudah tidak saling mengasihi. 
Kalau dulu banyak kawan dari  Raja Baru banyak yang masuk istana dengan 
bertelanjang kaki, maka kini kawan Hawa banyak yang maunya diangkat jadi bosnya 
pegawai negeri,...tapi itu bukan hanya salahnya Hawa sendiri, tapi juga 
salahnya  para Wakil Anak Negeri. 
Anak negeri yang tidak tahu diri memilih Wakil Anak Negeri yang lupa diri, dan 
ketika Wakil Anak Diri memilih mengganti  pemimpin yang harus digantikan dari 
sebilah tulang di rusuk kiri maka hasilnya menjadi ngeeeeerriiiiii.

Lihatlah saat itu semua kelakuan generasi-generasi, .....semua bukan hanya lagi 
suka bertelanjang kaki tapi juga suka menelanjangi aib bininya sendiri, 
sehingga tak heran kalau mereka suka menonton TV yang berisi Info Terkini yang 
semua isinya dari malam hari hanya tentang kemesuman dan keributan laki-bini 
hingga pagi. 
Lihatlah acara TV nya yang lain lagi, isinya juga hanya tentang hantu-hantu 
yang suka menggerayangi diri mereka sendiri, sehingga tidak aneh kalau mereka 
masih punya bini tapi jadi suka mencari mertua lagi. 
Lihatlah apa isi omongan para pakar  mereka yang diwawancarai, semuanya hanya 
membodohi rakyatnya sendiri dengan isu dan analisa warung kopi,....mereka tidak 
hanya tidak  mampu dan tidak mau membuat antitesa tentang apa yang terjadi 
dengan negeri, tapi mereka lebih suka menjadi  tong kosong nyaring bunyi...... 
yang merasa bangga karena diwawancara seperti  selebriti.
Lihat pulalah anak-anak negeri mereka yang bertugas menjadi penjaga bangsa dan 
pengawal ketertiban negeri, karena pimpinan negeri mereka tak mau susah melawan 
penjajah maka semua garda negeri menjadi terkebiri oleh isu hak asasi, 
...akhirnya  mereka selalu takut dan ragu-ragu dlm beraksi membela 
negeri,....tak heran kalau oleh negara tetangga sudah dianggap seperti banci 
yang tak bergigi.....akhirnya ada lagi batas negeri mereka yang melayang pergi. 


Jangan lah dulu Tuan-tuan dan. Puan-puan cepat-cepat mengatakan INNALILLAHI, 
karena ALLAH sudah tegas mengatakan bahwa itu semua tergantung usaha mereka 
sendiri. 
Jangan lah Tuan-tuan dan Puan-puan sedikit-sedkit lempar masalah ke ILAHI 
dengan cara  terlalu cepat mengatakan  INNALILLAHI, karena TUHAN sudah jelas 
mengatakan diri Tuan-tuan dan Puan-puan harus diurus sendiri, untuk itu kenali 
lah diri sendiri sebelum mati.
Mati akal mati hari, mati hati hina diri, ....mati hari hancur negeri, hina 
diri hina negeri. 
Jika anak negeri di TiVi sudah suka mempermalukan dan membuka aib istri yang 
dia tiduri, maka manalah ada kemuliaan lagi untuk 
negeri,.....ngeri.....ngeri,....sungguh-sungguh terlalu ngeriiiiiiii.......

Bagaimana tidak akan ngeriiiiii,.... cobalah baca dan lihat lagi semua kejadian 
waktu itu yg diberitakan di Tabloid Kacang hingga koran-koran sore ataupun 
koran pagi, .......bacalah dengan teliti apa yang mulai ramai dilakukan oleh 
anak negeri yang diberi jalan oleh mereka yang dianggap alim ulama 
sakti,......tanpa sembunyi mereka menjadi wali nikah siri. 
Demi birahi, banyak anak negeri yang suka nikah siri, itupun tidak hanya sekali 
tetapi berkali-kali,.....ibarat sekali tiap tiga hari,....habis manis sepah 
dibuang,.....kalau nikahnya saja bernama siri maka tentu cerainya pun bernama 
siri,......jika .nikah-siri,.....cerai-siri,....sama saja zinah 
berkali-kali......siri dikali siri maka sama juga  dengan SYIRIK berkali-kali..
Di satu sisi negeri ibarat diri yang dipimpin oleh sebilah tulang rusuk sebelah 
kiri, di sisi lain banyak anak negeri dari Negeri Di Ujung Tanduk yang  kaum 
hawanya mereka hina berkali-kali, ......untuk ini barangkali Tuan-tuan dan 
Puan-puan boleh mencoba mencari dan melihat hati Tuan-tuan dan Puan-puan 
sendiri apakah masih ada di dalam diri,.....karena monyet dan anjing saja yang 
dikenal sebagai binatang yang paling suka birahi tidak pernah berbuat 
begini....zinah kanan-kiri jadi hobi dan sesudah itu .mempermalukan istri 
sendiri....apalagi sampai bangga karena masuk TiVi. 
Semua itu adalah karena ulah dan salah mereka sendiri, jadi janganlah 
menyalahkan ILAHI dengan perilaku sedikit-sedikit bilang Innalillahi.   


Sebagai Hawa, sesungguhnya pemimpin negeri memiliki kekuatan sendiri, yaitu 
kekuatan rahim yang tidak dimiliki laki-laki, tapi sayang itu tidak menjadi 
karena dendam yang dia simpan di hati.
Rasa dendam tak pernah pergi karena tidak mengerti kenapa Bapak nya rela mati 
untuk negeri, .....fikirannya  hanya sampai pada isu bahwa Bapaknya dikhianati 
hingga hari mati,.... sehingga tak pernah mau mengerti arti strategi utk 
menyelamatkan negeri. 
Apa yang dikatakan leluhur negeri tentang "apa yang engkau fikir maka itu yang 
kau buat, dan apa yang kau buat maka itu yang kau dapat" memang menjadi 
terbukti bertuah dan sakti,....sehingga kalau hati dan fikiran dipenuhi rasa 
dendam dikhianati, maka yang didapat adalah seperti pengkhianatan 
lagi,.......Hawa menjadi seperti ditelikung oleh anak buahnya yang tinggi.   
Tinggi pangkat tinggi strategi, tinggi badan dan katanya juga tinggi budi, 
......apakah benar semua ini?

Agar tidak salah dalam mencari, maka marilah sujud pada ILAHI, karena mata hari 
sudah tidak tinggi lagi.
Azan Ashar telah datang dan qamat pun pasti  akan  berkumandang sebentar lagi, 
segerlah pergi bersuci.
Sucikanlah jasad dan fikiran, sucikan pula lah hati dan perbuatan, tapi jangan 
lupa ketahuilah dulu air yang menyucikan untuk bersuci.
Menyucikan karena suci, suci karena takdir ILAHI dan suci karena dijaga di 
dalam diri.
Lurus lah tegak menghadap Kibat, luruskan niat menyembah ILAHI.


Tempat di mana Shad merasa sepi, 14 Juni-09
Jam 15.35.


Salam,
r.a 

  
 

 


Powered by Telkomsel BlackBerry®


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke