Asslm.Wr.Wb.

Saya menyoroti hutang perbankan.
Saat ini 2 mantan Gubernur BI, yg tanda tangannya tercantum pada uang
hasil percetakan Peruri masuk bui karena masalah puluhan dan ratusan
milyar. Demikian pula deputinya menghadapi permasalahan hukum.

Khusus Dr. Syahril Sabirin, tanda tangannya tercantum di Mesjid Baitul
Ihsan, mesjid termegah di kompleks BI, Gambir.

Permasalahan utama hutang adalah masalah moneter. kurs dollar kini
lebih dari Rp. 10.000, bila kurs Rp. 5.000 bahkan kembali Rp. 2.500,
hutang APBN otomatis menciut 1/4, dana 3/4 dapat digunakan untuk
proyek infrastruktur yg mengerakan ekonomi mempunyai multiplier efek
pada kesejahteraan daerah.

Selain itu kompleks dinas BI yang terdapat  indikasi masih dikuasai
pensiunan di Kompleks Bidakara Jakarta Selatan.

Mengingat Syahril Sabirin dibui, mengingatkan dibuinya Buya Hamka
dengan alasan buatan untuk mengurung badan, merampas kemerdekaan asasi
manusia dari keluarga dan masyarakat.

Merdeka bebas dari belenggu, free of speach, free from fear, freedom.

Menurut hemat saya penyakit korupsi  hanya jera dan tidak mengganggu
lingkungan, bila setelah diperiksa teliti dan seksama oleh majelis
hakim lalu dipotong tangannya sebatas pergelangan, tidak perlu
memberatkan dengan kurungan badan, hukum kolonial.

Saatnya ditegakkan Adat bersandi Syarak, Syarak bersandi Kitabullah di
Sumbar. Agar tidak ada yang teraniaya dan menganiaya, terjaminnya
kontrak  dan jangka waktu antar manusia, terjaminnya darah tertumpah
karena jaminan qishas, tidak ada pencurian karena hukum yang tegas
pada pencuri, semua terbebas dari hukuman kurungan yang merampas
kemerdekaan, namun hukum yang tegas memuliakan manusia.

Wallahu Alam B. Wass.Wr.Wb.
AUGI JD
augispot.blogspot.com

On 6/14/09, hanifah daman <[email protected]> wrote:
>
>
> Episode 6
>
>
> ----- Original Message -----
> Subject: Negeri Di Ujung Tanduk ( IV )
> Date: Sun, 14 Jun 2009 8:40:10
> From: [email protected] <[email protected]>
> To: hanifah daman <[email protected]>
>
> Negeri Di Ujung Tanduk. ( VI )
>
> by: ricky avenzora
>
> Ibarat diri, Negeri Di Ujung Tanduk sekarang menjadi negeri yang diperintah
> seperti sebilah rusuk kiri memerintah seluruh diri.
> Itu semua adalah karena rakyatnya yang banyak  semakin banyak yang tidak
> tahu diri dan juga sudah tidak punya hati.
> Cobalah bayangkan sendiri, sudah berapa macam  kehinaaan dibawa masa buat
> negeri, tapi mereka semua belum juga sadarkan diri.
> Hutang memang dibuat seperti mau berhenti, tapi semua perusahaan negeri
> dijual dengan harga tak berarti dan lupa akan arti strategis dan strategi.
>
> Telekomonukasi tidak punya mereka lagi, juga banyak bank yang  dijual rugi,
> ....hitunglah berapa perusahaan negeri yang tidak menjadi punya mereka
> lagi,....alasan  menjual adalah atas nama efisiensi dan transparansi,
> padahal semua hanya ingin berebut berbagi komisi untuk mengisi  kantong
> sendiri.
> Kalau dulu mereka ribut soal korupsi, maka  kini ditambah lagi mereka
> ramai-ramai menjual semua isi negeri ke luar negeri.
> Apa mau dikata lagi, semua itu persis seperti diri,....kalau sebilah tulang
> rusuk kiri yang disuruh memerintah diri maka badan berjalan sesuka-suka
> jari-jari di tangan dan di kaki.
>
>
> Siti Hawa diciptakan ALLAH dari sebilah tulang rusuk Adam yang sebelah kiri
> adalah untuk
> melengkapi diri agar dunia tidak sunyi dan sepi, tapi bukan untuk menguasai
> diri, mengapa mereka semua sulit untuk mengerti.
> Jika Yang Maha Pencipta saja sudah tidak mereka hargai lagi, maka tidak
> susah dimengerti mengapa mereka sudah tidak saling mengasihi.
> Kalau dulu banyak kawan dari  Raja Baru banyak yang masuk istana dengan
> bertelanjang kaki, maka kini kawan Hawa banyak yang maunya diangkat jadi
> bosnya pegawai negeri,...tapi itu bukan hanya salahnya Hawa sendiri, tapi
> juga salahnya  para Wakil Anak Negeri.
> Anak negeri yang tidak tahu diri memilih Wakil Anak Negeri yang lupa diri,
> dan ketika Wakil Anak Diri memilih mengganti  pemimpin yang harus digantikan
> dari sebilah tulang di rusuk kiri maka hasilnya menjadi ngeeeeerriiiiii.
>
> Lihatlah saat itu semua kelakuan generasi-generasi, .....semua bukan hanya
> lagi suka bertelanjang kaki tapi juga suka menelanjangi aib bininya sendiri,
> sehingga tak heran kalau mereka suka menonton TV yang berisi Info Terkini
> yang semua isinya dari malam hari hanya tentang kemesuman dan keributan
> laki-bini hingga pagi.
> Lihatlah acara TV nya yang lain lagi, isinya juga hanya tentang hantu-hantu
> yang suka menggerayangi diri mereka sendiri, sehingga tidak aneh kalau
> mereka masih punya bini tapi jadi suka mencari mertua lagi.
> Lihatlah apa isi omongan para pakar  mereka yang diwawancarai, semuanya
> hanya membodohi rakyatnya sendiri dengan isu dan analisa warung
> kopi,....mereka tidak hanya tidak  mampu dan tidak mau membuat antitesa
> tentang apa yang terjadi dengan negeri, tapi mereka lebih suka menjadi  tong
> kosong nyaring bunyi...... yang merasa bangga karena diwawancara seperti
> selebriti.
> Lihat pulalah anak-anak negeri mereka yang bertugas menjadi penjaga bangsa
> dan pengawal ketertiban negeri, karena pimpinan negeri mereka tak mau susah
> melawan penjajah maka semua garda negeri menjadi terkebiri oleh isu hak
> asasi, ...akhirnya  mereka selalu takut dan ragu-ragu dlm beraksi membela
> negeri,....tak heran kalau oleh negara tetangga sudah dianggap seperti banci
> yang tak bergigi.....akhirnya ada lagi batas negeri mereka yang melayang
> pergi.
>
>
> Jangan lah dulu Tuan-tuan dan. Puan-puan cepat-cepat mengatakan INNALILLAHI,
> karena ALLAH sudah tegas mengatakan bahwa itu semua tergantung usaha mereka
> sendiri.
> Jangan lah Tuan-tuan dan Puan-puan sedikit-sedkit lempar masalah ke ILAHI
> dengan cara  terlalu cepat mengatakan  INNALILLAHI, karena TUHAN sudah jelas
> mengatakan diri Tuan-tuan dan Puan-puan harus diurus sendiri, untuk itu
> kenali lah diri sendiri sebelum mati.
> Mati akal mati hari, mati hati hina diri, ....mati hari hancur negeri, hina
> diri hina negeri.
> Jika anak negeri di TiVi sudah suka mempermalukan dan membuka aib istri yang
> dia tiduri, maka manalah ada kemuliaan lagi untuk
> negeri,.....ngeri.....ngeri,....sungguh-sungguh terlalu ngeriiiiiiii.......
>
> Bagaimana tidak akan ngeriiiiii,.... cobalah baca dan lihat lagi semua
> kejadian waktu itu yg diberitakan di Tabloid Kacang hingga koran-koran sore
> ataupun koran pagi, .......bacalah dengan teliti apa yang mulai ramai
> dilakukan oleh anak negeri yang diberi jalan oleh mereka yang dianggap alim
> ulama sakti,......tanpa sembunyi mereka menjadi wali nikah siri.
> Demi birahi, banyak anak negeri yang suka nikah siri, itupun tidak hanya
> sekali tetapi berkali-kali,.....ibarat sekali tiap tiga hari,....habis manis
> sepah dibuang,.....kalau nikahnya saja bernama siri maka tentu cerainya pun
> bernama siri,......jika .nikah-siri,.....cerai-siri,....sama saja zinah
> berkali-kali......siri dikali siri maka sama juga  dengan SYIRIK
> berkali-kali..
> Di satu sisi negeri ibarat diri yang dipimpin oleh sebilah tulang rusuk
> sebelah kiri, di sisi lain banyak anak negeri dari Negeri Di Ujung Tanduk
> yang  kaum hawanya mereka hina berkali-kali, ......untuk ini barangkali
> Tuan-tuan dan Puan-puan boleh mencoba mencari dan melihat hati Tuan-tuan dan
> Puan-puan sendiri apakah masih ada di dalam diri,.....karena monyet dan
> anjing saja yang dikenal sebagai binatang yang paling suka birahi tidak
> pernah berbuat begini....zinah kanan-kiri jadi hobi dan sesudah itu
> .mempermalukan istri sendiri....apalagi sampai bangga karena masuk TiVi.
> Semua itu adalah karena ulah dan salah mereka sendiri, jadi janganlah
> menyalahkan ILAHI dengan perilaku sedikit-sedikit bilang Innalillahi.
>
>
> Sebagai Hawa, sesungguhnya pemimpin negeri memiliki kekuatan sendiri, yaitu
> kekuatan rahim yang tidak dimiliki laki-laki, tapi sayang itu tidak menjadi
> karena dendam yang dia simpan di hati.
> Rasa dendam tak pernah pergi karena tidak mengerti kenapa Bapak nya rela
> mati untuk negeri, .....fikirannya  hanya sampai pada isu bahwa Bapaknya
> dikhianati hingga hari mati,.... sehingga tak pernah mau mengerti arti
> strategi utk menyelamatkan negeri.
> Apa yang dikatakan leluhur negeri tentang "apa yang engkau fikir maka itu
> yang kau buat, dan apa yang kau buat maka itu yang kau dapat" memang menjadi
> terbukti bertuah dan sakti,....sehingga kalau hati dan fikiran dipenuhi rasa
> dendam dikhianati, maka yang didapat adalah seperti pengkhianatan
> lagi,.......Hawa menjadi seperti ditelikung oleh anak buahnya yang tinggi.
> Tinggi pangkat tinggi strategi, tinggi badan dan katanya juga tinggi budi,
> ......apakah benar semua ini?
>
> Agar tidak salah dalam mencari, maka marilah sujud pada ILAHI, karena mata
> hari sudah tidak tinggi lagi.
> Azan Ashar telah datang dan qamat pun pasti  akan  berkumandang sebentar
> lagi, segerlah pergi bersuci.
> Sucikanlah jasad dan fikiran, sucikan pula lah hati dan perbuatan, tapi
> jangan lupa ketahuilah dulu air yang menyucikan untuk bersuci.
> Menyucikan karena suci, suci karena takdir ILAHI dan suci karena dijaga di
> dalam diri.
> Lurus lah tegak menghadap Kibat, luruskan niat menyembah ILAHI.
>
>
> Tempat di mana Shad merasa sepi, 14 Juni-09
> Jam 15.35.
>
>
> Salam,
> r.a
>
>
>
>
>
>
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>
>
>
> >
>

-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke