Yang perlu kita risaukan adalah kebanggaan daerah mendapat APBD lebih besar 
setiap tahun. APBD tersebut sebagian besar digunakan untuk belanja aparatur dan 
proyek yang tidak langsung meningkatkan pendapatan daerah.

Ditekennya regulasi menaikkan gaji pendidik, terutama dosen, lebih separoh akan 
berdampak serius pada pengeluaran. Untuk menutupi semua itu tentu harus dengan 
utang. Kita semua tentu tahu utang tidak akan membuat negara kita yang kaya, 
tapi badan internasional atau negara lain tempat kita ngutang.

Rakyat suka memilih pemimpin yang suka menghamburkan uang (terutama subsidi 
langsung, 'bantuan' langsung, dan menaikkan gaji pegawai negeri, atau anggaran 
sosial dan keagamaan), tapi untuk itu resikonya besar terhadap kekuatan 
perekonomian kita.

Perlu kesadaran bersama untuk berhemat dan berlomba-lomba mencari pemasukan 
yang besar, bukan pengeluaran yang besar. Jika ini tidak dibangkitkan, bangsa 
kita tidak akan pernah keluar dari krisis keuangan.

Syof (39-)


--- On Sun, 14/6/09, chauft <[email protected]> wrote:

From: chauft <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Utang Masa Pemerintahan SBY-JK Terbesar
To: [email protected]
Date: Sunday, 14 June, 2009, 4:58 PM

Sebenarnya pertanyaannya adalah apakah kita punya sumber duit lain untuk 
membiayai pengeluaran pemerintah? Apakah pajak dan pendapatan non pajak lainnya 
(selain utang) bisa menutupi semua pengeluaran, rutin atau pembangunan?


Sri Mulyani sekarang udah usaha untuk meningkatan penerimaan pajak dengan 
memperluas objek pajak, tapiitu masih sangat kecil relatif dengan pengeluaran. 
Ambo ndak tau, statistk terakhir dari orang yang punya NPWP, tapi kayaknya ndak 
jauh dari 10-20% (ini hitungan optimis). Kalo udah, berapa banyak? 


Alternatif pembiayaan lainnya adalah SUN. SUN itu kan dijual ke publik
dengan rate yang kompetitif dengan bond swasta. Atau intinya, yield dan
interest rate dari SUN ini masih tinggi. Jadi ini bukan pilihan yang
terlalu menarik.

Kalo seandainya utang di hilangkan, satu-satunya cara agar dana yang
ada cukup untuk membiayai pengeluaran adalah dengan cara menekan
pengeluaran.  Ntar kalo subsidi dihilangkan, semuanya protes. Ntar kalo
BUMN di privatisasi, semuanya protes.  Pointnya adalah, kita sekarang sering 
ngelihat persoalan APBN dengan kerangka berpikirnya masih
sangar parsial, akhirnya yah semua kebijakan akhirnya salah. Padahal
itu kan semuanya saling berhubungan (utang, pajak, obligasi pemeintah,
PNS, subsidi BUMN, privatisasi, etc) :-)

Tabik 



2009/6/14 Y. Napilus <[email protected]>

Nah kalau ini, siapa yang punya peranan paling besar thd hutang ini...? Apakah 
ini masih dalam rangka mendukung ekonomi kerakyatan...? Mohon pencerahannya krn 
saya bukan orang keuangan nih...:) Thanks.











      New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
.
Posting yg berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan ditempat 
lain harap mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi;
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
===========================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke